Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 13 June 2017

Aku terus berlari, menelusuri lorong yang tak kunjung menepi. Yang kudapati, Angin menghembus dadaku. Nafasku terhenti seketika. Raungannya terdengar jelas. Aku terus berlari, menangis pada apa yang kualami. Kutengok ke belakang. Sosok itu terus mengejarku. Matanya terus memburu. Aku seakan ingin mati. Hasratku sudah tak tahan lagi.

“Lila, lihat. Kau gadis jelek, kau hanya sampah di sini, bahkan orangtuamu saja membuangmu” pikiran itu terus menghatuiku. Perkataan mereka seringkali menyakitkan. “Lila orang gila, lila jelek, lila jelek”. “Diam kalian”. Aku seringkali marah setiap kali mereka mengejekku. Aku tak suka dengan cara mereka menghinaku. Usiaku 16 tahun, Aku seorang gadis berkulit hitam. Ada tanda hitam besar di sebelah pipi kananku, mataku berwarna biru. Tak ada seorang pun yang menyukaiku, mereka semua membenciku.

Saat dimana aku berhenti berharap. Saat dimana dunia mengubahku. Aku menjadi sangat cantik, hanya pujian dan tak ada hinaan. Aku mencintai segalanya yang sempurna. Aku sangat mendambakannya. “Lila anak alien, lila anak alien”, “eh awas jangan dekat-dekat nanti aliennya ngamuk. Hahahaha” mereka melempariku dengan batu.

Suatu hari, datang seseorang padaku. Ia berjubah hitam dan membawa sebuah tongkat. Menawarkan sebuah perjanjian. Aku tinggal bersama kedua orangtua angkat. Mereka seringkali memarahiku, memukul dan sebagainya. Hidupku sangat menderita. “Aku datang kepada orang yang membutuhkan bantuanku. Aku datang pada jiwa yang kesepian, pada jiwa yang merana. Akan kukabulkan permintaannya asalkan satu nyawa untukku” Katanya. “Benarkah? Kau ini apa? Malaikatkah? Kau benar-benar bisa mengabulkan permintaanku”. “Ya”. “Aku ingin menjadi cantik, semua orang mencintaiku”. “Baiklah”.

Aku berubah menjadi gadis cantik. Tanda hitam telah hilang dari wajahku, mataku hitam mengkilau. Kulitku tak lagi legam. Aku sangat cantik seperti putri. Tak ada seorang pun yang berani menghinaku. Bahkan mereka seringkalj memuji kecantikanku. Aku sangat bahagia. Hingga suatu hari datang seorang pemuda melamarku. Tapi setiap kali aku akan menikah, semuanya mati secara mengenaskan. Tak ada lagi yang mau menikahiku. Kedua orangtuaku mati mengenaskan. Orang-orang mulai menjauhiku. Mereka bilang aku gadis pembawa sial. Kecantikan yang aku dapat jika aku membunuh mereka. Mereka bilang aku bersekutu dengan iblis. Aku seorang pembunuh.

Aku mengingat sesuatu, sosok itu. “Hei, keluar kau. Aku ingin bicara denganmu. Cepat”. “Hahaha, ada apa kau memanggilku?”. “Kau bohong, kau bukan malaikat. Kau yang membunuh mereka” Kataku. “Bukan aku, tapi kesombonganmu” sosok itu menghilang dalam kegelapan.

Keesokan paginya. Aku terus dihantui rasa bersalah. Datang sosok mengerikan yang terus menggangguku. Sosok itu mengerikan, matanya keluar dan menggantung. Matanya biru menyala, wajahnya hangus terpanggang. Kukunya panjang dan tajam. Sosok itu terus mengejarku.

Keringat dingin keluar dari seluruh tubuhku. Aku terus berlari di lorong yang gelap. Sosok itu terus mengikutiku. Sesekali ia menerkam tubuhku. ********* kedua mataku, aku berlari dengan mata yang berlumuran darah. Aku tak bisa melihat, semuanya nampak gelap.

Aku terus berlari. Tapi bau hangus dan anyir menyatu. Kuliat api berkobar di mana-mana. Sosok itu sepertinya mengahmpiriku. Bulu kudukku berdiri, angin berhembus pelan. Seketika tubuhku terbakar. Aku teroanggang dalam api yang membara. Semuanya gelap. Kegelapan yang menyelimuti tubuhku menyadarkanku sesuatu. Sosok itu adalah Aku.

Karena lila merasa kecantikannya penyebab semua yang telah terjadi. Lila ********* matanya dan membakar dirinya sendiri. Sosoknya menghantui dirinya yang tak menyadari segalanya yang telah tuhan ciptakan adalah yang terbaik untuknya. Tak perlu mengubahnya hanya untuk sebuah pujian karena pada akhirnya semua akan kembali seperti semula.

Cerpen Karangan: Dheea Octa
Facebook: Octavhianie Dheea

Cerpen Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kuntilanak Kesurupan

Oleh:
Di suatu malam yang mencekam. Bayangnya datang mengahampiri, Menjadi sosok yang menakutkan! Bergelantungan di atas tangkai, Mencari hati yang sepi. Aku melangkah dalam malam. Menyusuri setiap jalan yang kulalui.

Kamar Misterius

Oleh:
“Huh, capek banget deh.” keluh Keyla Keyla dan keluarganya memang baru pindah rumah. Setelah satu jam merapikan isi rumah barunya, Keyla merebahkan diri di kamarnya. “Ah, akhirnya bisa istirahat.”

One Night Full Mistery (Gentayangan)

Oleh:
Suara rintik hujan masih Terdengar hingga pukul 23.45 malam, entah kenapa hujan kali ini tak kunjung reda, padahal sudah hampir delapan jam hujan mengguyur daerahku, memang hujan saat ini

Lukisan Kota Tua

Oleh:
“Mak aku pergi nongki-nongki dulu yak” ucapku. “Heh, elu tong, pergi main terus. Mau nongki di mana lu?” “Alah kayak enggak tahu anak muda jaman sekarang aja sih mak,

Boneka Horor

Oleh:
Namaku Ellnora Gladytarius. Biasa dipanggil Elnor. Besok aku diajak oleh kakakku pergi ke mall. “Dek, udah siap belum? buruan, kakak udah siap nih” teriak kakakku dari bawah “Sebentar lagi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *