Aku Belum Mati Dan Masih Ingin Bermain

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 8 July 2018

Ayunan di rumah Nadia sering bergerak sendiri. Bahkan, jika malam hari, sering terdengar suara alunan piano. Padahal, Nadia hanya anak satu satunya di rumah itu. Apa yang sebenarnya terjadi?

Belakangan ini, Nadia merasa ada yang janggal. Dari ayunan yang bergerak sendiri, suara alunan piano pada tengah malam, siluet di jendela berbentuk anak kecil, dan lain sebagainya.

Malam menunjukan pukul 11.45. “hahahahahaha!” suara tawa bocah kecil kembali terdengar. “Suara siapa itu? Aku kan tidak punya adik!” gumam Nadia. Nadia pun tidur di dalam selimut karena takut.

Keesokan harinya di sekolah, Nadia menceritakan hal hal ganjilnya pada Ara, sahabatnya. Ara bisa melihat dan berkomunikasi dengan makhluk halus. “Besok Minggu, ajak aku ke rumahmu!” “OK!” jawab Nadia.

Hari Minggu pukul 11.00 siang.
“Mama, ini ada Ara!” “Eh Ara, apa kabar?” tanya bu Nadya, mama Nadia. “Baik tante, tante sendiri gimana?” tanya balik Ara. “Baik juga, ya udah main dulu sana sama Nadia”

Nadia mengajak Ara ke kamarnya. Nadia berjalan menuju jendela dan menunjuk pada ayunan itu. “Itu di sana… ia bergerak lagi” “Dia!” Ara mengamati ayunan itu. Ara melihat ada arwah anak kecil yang wajahnya mirip dengan Nadia. Rambutnya dikepang, memakai gaun putih dan wajahnya cantik. Anak kecil itu menoleh ke Ara dan tersenyum. Tetapi, ia menunjuk ke arah Nadia. Ara mengangguk.

“Ra, kamu kenapa?” Nadia heran dengan tingkah Ara. Ara pun menjelaskan. “Mukanya tuh mirip sama kayak kamu, kayak adikmu deh!” Ara mengamati wajah Nadia. “Tapi kan kamu tau, di rumah ini cuma aku doang anak satu satunya, aku gak punya adik, Ra” jawab Nadia. Lalu, mereka pun mengobrol ngobrol di teras.

“Oh iya, Ra! Aku baru ingat kalau kita ada tugas mading. kita berdua kan kelompok. Jadi, kerjain aja sekarang!” Nadia menepuk jidat. “Oh iya ya, ya udah kita tinggal butuh kertas manila, sama bahan bahannya, punya kertas mannila gak?” “Punya, tapi di gudang!” mereka pun menuju gudang dengan diantar mama Nadia. Karena, selama ini mama dan papa Nadia tidak membolehkan Nadia memasuki gudang itu.

Tetapi, ketika di dalam gudang, Ara mencium bau bangkai dan bau amis. Tiba tiba, arwah anak kecil itu datang. Ia menampakan wajah aslinya. Wajahnya dipenuhi dengan darah dan mulut yang robek. Arwah itu menunjuk lemari yang ada di dalam gudang. “BUKA LEMARI ITU!!!” Lalu, arwah itu menghilang. “AHHHHHH!!! PERGIII!! AHHHH!!!!” Ara pun pingsan.

“Ara, kamu kenapa Nak?” tanya papa Nadia. Ara pun menceritakan apa yang terjadi. “Apa kalian menyembunyikan mayat?! Kenapa kalian tega? Gadis kecil itu memberiku petunjuk!” orangtua Nadia pun jujur. “Sebenarnya kami menyimpan mayat Nayla. Nayla adalah adik Nadia. Waktu itu, kami sudah menemukan jenazah Nayla dengan mulut robek di kamarnya. Terduga karena ia bermain pisau.. Kami menghilangkan ingatan Nadia supaya tidak teringat oleh Nayla terus. Dulu, Nayla dan Nadia sering bermain ayunan di sana. Nayla juga pintar bermain piano”

Setelah pemakaman Nayla…
“Terimakasih, aku sudah tenang di sana.. sebenarnya, aku belum mati, aku masih ingin bermain di dunia!” arwah Nayla mendatangi Ara saat Ara sedang ada di kamarnya. “Sama sama Nayla.. Nayla, kamu harus pergi, kamu kan sekarang sudah tenang. Di surga, jauh lebih menyenangkan untuk kamu bermain dan bersenang senang.. Jangan ganggu Nadia lagi ya!” jelas Ara sambil menggenggam tangan Nayla yang tembus. “Selamat tinggal!!!” Nayla pun hilang.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha
Hai, terimakasih ya yang sudah membaca cerpen ku. Semoga cerpen ku dimuat dan coment di bawah yaaaa!!!

Cerpen Aku Belum Mati Dan Masih Ingin Bermain merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Anak Lutung Anak Lutung

Oleh:
Percaya gak percaya, namun hal ini terjadi. Orangtua kita dulu selalu menasihati kepada para anaknya yang menggendong bayi di malam hari, diharuskan menutup kepala bayi tersebut dengan kain sambil

Dark Rain (Part 2)

Oleh:
Matahari sudah mulai menunjukkan sinarnya, anak anak pecinta alam itu tampak sibuk membersihkan tubuh masing masing di aliran anak sungai dekat mereka mendirikan tenda. yang wanita mandi dengan kain

Selamat Tinggal Kakakku

Oleh:
Namku Lishya Nyrita Azita, paggil aku Lishya. Aku tinggal bersama ayah, ibu, mas Haflis, dan mbak Lorena. Mas Haflis, dan mbak Lorena adalah 2 kakakku. Umurku 12 tahun, aku

Berkah

Oleh:
Fida terbangun saat matahari berada di posisi biasanya. Fida mengucak matanya. Lalu mengalihkan pandangannya pada jam weker yang sedari tadi berbunyi. Fida baru menyadari, ia sudah telat berkerja. “Apa?!

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Aku Belum Mati Dan Masih Ingin Bermain”

  1. dema says:

    cerita yg sangat menarik , ciamik , dan bikin baper
    tintahitamcreative.wordpress.com

  2. Alfina Rahmah says:

    Wahhhhhhh bagus bgt, terus semangat yahchhh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *