Aku Bukanlah Aku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 17 April 2016

Namaku Laura Aurora aku lahir dari keluarga yang sederhana, makan pun harus berusaha. Aku beruntung bisa sekolah di SD Will Quality kelas termewah yang masuk dalam urutan ke-10. Ibuku selalu berpesan agar jangan pernah iri dengan yang dimiliki orang lain begitu selalu kata Ibu.

“Laura, kamu jangan pernah datang ke toko orang Spanyol itu. Dia adalah pembunuh,” kata Ibu suatu hari.
“Ah, Ibu masa sih. Yang benar aja kata temanku Wiwin dia orang baik-baik kok, Bu. Kata siapa dia pembunuh?” kataku antusias. Suatu hari aku pergi ke toko itu, Paman itu basa-basi denganku.
“Kamu kelas berapa?” tanyanya.
“Kelas, 4 di SD Will Quality!” jawabku sambil terus memperhatikan boneka yang dipajangnya di lemari kaca.
“Kamu mau boneka?” tanyanya lagi.
“Ya, aku mau,” jawabku senang.

“Baik ini aku beri sebuah boneka berwarna merah api,” kata Paman itu. Sembari mengeluarkan boneka berwarna merah api, memegang pedang yang seperti berlumuran darah.
Aku merasa ngeri melihatnya. “Aku tahu kau selalu diejek oleh teman sekelasmu kan?” tanya Paman itu menebak.
“Ya, dari mana Paman tahu?” tanyaku balik sambil mengerutkan kening.
“Tenang jangan takut aku memang seorang pembunuh tapi, aku adalah orang baik aku sudah punya anak istri anakku ada 10 tapi sudah ku bunuh semuanya. Nah, sekarang jantung, hati, mata, potongan kaki, potongan tangan mereka semua ku potong. Dan ku letakkan di dalam boneka. Bunuhlah siapa yang selalu jahil padamu!” katanya sembari tersenyum licik.

Esoknya, aku tersenyum licik kepada Mira, Syasya, Mimi, dan yang lainnya termasuk pada Wiwin sahabat baikku. Ketika Mira ke kamar mandi aku segera menyusulnya. Aku mengambil pedang di tangan boneka yang baru diberi Paman itu kemarin, dan mengarahkan ke-punggung Mira. Tapi rencanaku gagal karena ada suara Bu Latifa.

“Em, oke tapi hari apa yah, anak-anak pesta festival misterinya?” tanya Bu Latifa kepada Pak Marno.
“Hari, Jumat ajalah Bu. Kan malam Jumat selalu dikaitkan ke hal-hal yang mistis,” jawab Pak Marno.
“Oh, ya baik-baik,” gumam Bu Latifa. Lagi-lagi aku tersenyum licik, karena hari Jumat-lah aku akan beraksi membunuh semua anggota kelasku. Termasuk aku. Dan setelah itu kamu dengan arwahku. Hahahaha.

Selesai

Cerpen Karangan: Elsa Puspita Ronald
Blog: http://kampungmarinduKM.blog.com

Cerpen Aku Bukanlah Aku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kuharap Kamu Baca Ini

Oleh:
Rabu, 10 Desember Pukul 06.10 tepatnya 3 tahun lalu. Di halte depan rumah susun gue nunggu angkot buat ke sekolah. Waktu itu gue masih berstatus pelajar SMK, sebenarnya sih

Restoran Tak Berpenghuni

Oleh:
Aku dan sekeluarga saat ini sedang liburan. Kami berkeliling di sebuah Desa. Di sana kami berfoto di sebuah sawah yang asri dan indah. Karena kepanasan, kami mencoba untuk beristirahat

Kos Kosan ‘Mereka’

Oleh:
Cerita kesurupan memang sering kali kita dengar. Bahkan kita juga sering menyaksikan dengan mata kepala sendiri ketika ada seseorang yang tiba-tiba berteriak tidak karuan, sambil menjerit-jerit serta menangis tanpa

Hantu di Jembatan Suramadu

Oleh:
Dikisahkan, ada seorang petapa yang mengalami kecelakaan di Jembatan Suramadu. Petapa itu sedang berjalan kaki melewati jembatan itu untuk menuju hutan pinus. Namun sayang, di tengah jembatan, Sang petapa

Cinta 2 Dunia

Oleh:
Waktu itu Ben baru pulang dari acara dinner bersama teman-temannya. Saat pulang melewati jalan Casablanca di bilangan Jakarta Selatan. Malam menunjukan pukul 23.00 WIB. Tiba-tiba ada sesosok wanita cantik

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *