Alter Ego

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fabel (Hewan), Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 12 December 2015

“Please save me.” hanya itu kata yang mampu aku ucapkan setiap kali aku dibuang dan disisihkan ‘lagi’ oleh manusia.

Aku adalah seekor kucing berwarna jingga dengan bulu tebal dan mataku yang memiliki warna berbeda, hijau di kiri dan biru di kanan membuat setiap manusia yang menemukanku merasa iba dan mulai merawatku dengan penuh kasih sayang. Seperti hari ini, aku tinggal bersama keluarga Javier. Aku menjadi salah satu keluarga Javier semenjak satu minggu yang lalu. Ketika Daisy, anak perempuan yang berusia 4 tahun itu menemukan dan membawaku pulang ke rumahnya.

Saat itu aku mengalami luka cukup parah, kakiku pincang akibat manusia yang tidak suka denganku. Mereka melempariku dengan perabotan rumah agar aku cepat pergi dari rumah itu. Dan lebih parahnya lagi mereka mengejar dan melempariku dengan batu agar aku pergi sejauh mungkin. Ini pasti ulah George!!

Dia selalu merasa bahwa dirinya adalah singa, puncak rantai makanan di bumi ini. Tapi George selalu bersikap baik dan juga selalu datang di saat ku butuhkan. Aku dan George sudah lama berteman, mungkin sejak kami lahir. Setiap kali aku jelaskan hal ini kepada kucing yang ku temui di jalanan mereka pasti mengatakan kalau aku sudah gila, atau aku selalu mengada-ada tentang temanku yang bernama George itu, semua kucing yang ku temui mulai takut denganku dan tidak akan berani mendekatiku karena kejadian waktu itu.

“hei kucing rumahan kau salah jalan ya?” kata salah satu kucing terbesar di sudut gang.
“kenapa? Kau takut kucing manis?” sambung salah satu kucing wanita yang mungkin adalah ratu di kawasan ini.
“jangan ganggu aku atau George akan melukai kalian semua!! Ku mohonn”
“di mana temanmu yang bernama George itu? Kau itu sendirian di sini, hahaha ”
“di sini.. ”

“krek..” Daisy sedang membuka sebuah kaleng ikan untuk memberiku makan.
“Rocky kemarilah sini makan”
“miaww”

Aku mendekati Daisy dan memakan isi dari kotak yang telah diberikannya dengan lahap. Tak heran jika aku memakan ikan atau snack khusus karena aku memang seekor kucing. Aku juga sangat menyukai sofa yang empuk untuk tidur dan kadang menyelinap masuk di sela-sela kaki atau tangan Daisy karena dia yang paling perhatian kepadaku. Daisy memiliki bola mata yang indah, aku mulai menyayanginya. Dua minggu aku tinggal di rumah ini dan tidak terjadi apa-apa. Kadang George sering muncul dan mengambil makanan yang disediakan untukku. Tapi syukurlah, untuk saat ini George tidak merasa terganggu dengan kegiatan keluarga baruku ini. Sepertinya dia mulai menyukai Daisy dan keluarganya.

Minggu ketiga.

Daisy dirawat di rumah sakit, ternyata dia mempunyai penyakit yang kambuh jika menghirup buluku ini. Aku sendirian di rumah ini sekarang, tanpa ada yang memberiku makan.
“crash..” oh tidak, aku tidak sengaja menjatuhkan piring-piring di rak makanan.
“bruk!” sebuah kotak penuh makanan ku jatuhkan dari atas lemari, aku dengan rakus memakan semua isi yang berserakan di lantai.
Pers*tan dengan keluarga ini, aku benar-benar lapar. Aku harap mereka akan memaafkanku jika mereka pulang nanti.

Tiga hari berlalu, aku terus menunggu Daisy dan orangtuanya pulang.

“clack..” pintu rumah terbuka.

Akhirnya mereka pulang, pasti Daisy langsung memelukku dan membawakanku makan. Tapi ternyata Daisy melewatiku dan langsung masuk ke kamarnya. Dan beberapa saat kemudian saat Ibu Daisy ke dapur untuk mengambilkan sesuatu betapa terkejutnya dia melihat kekacauan yang telah aku lakukan tiga hari ini.
“astaga!! Javier lihatlah ke mari. Kucing sialan ini menghancurkan rumah kita!!” Teriakan kemarahan Ibu Daisy, aku merasakannya.

“oh tidak! Apa yang aku lakukan! Katamu ini semua akan baik-baik saja George!! Kau membohongiku!!”
“tenanglah Mourt, jika mereka melakukan sesuatu kepadamu biar aku yang mengambil alih. Kau tahu kan singa adalah puncak rantai makanan? Lihat saja jika dia berani melukaimu. Akan ku ambil bola mata putrinya yang sedang sekarat itu!”

Javier tiba-tiba menjadi gila dan memburuku dengan pisau dapur.
“ssrrt..” pisau itu berhasil menggores salah satu telingaku.
“ah tidak tolong aku George!!”
“dengan senang hati Mourt”

Cakaranku tepat di tangan Javier, dia mengerang kesakitan. Segera aku berlari ke kamar Daisy. Untunglah pintunya terbuka lebar.
“Javier kucing gila itu ke kamar Daisy!!”
Mereka berdua mengejarku ke kamar.

“sudah terlambat nyonya, Daisy sudah tidak bisa diselamatkan”
Dokter dirumah sakit sudah tidak bisa menyelamatkan Daisy. Berita ini langsung menyebar, seekor kucing gila membunuh seorang anak kecil dengan memakan kedua matanya dan kabur melalui jendela kamar.

“lain kali serahkan semuanya padaku George, aku sudah bisa berakting dengan baik”
“baiklah kalau begitu. Tapi jika kau membutuhkan panggil saja aku, Mourt”

“miawww..”
“oh kucing yang menggemaskan, telingamu terluka, bibi akan merawatmu.”

Cerpen karangan: M. Hanif Faishal
Facebook: Hanif Alfares

Cerpen Alter Ego merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Genk Gaib (Setan Junior)

Oleh:
Matahari terbenam tanda hari mulai malam, terdengar burung hantu suaranya merdu. “ups. sorry malah nyanyi gue, hehe…”. Maklum lah kalo udah kelar sunset ini waktunya gue, hmm.. gak cuman

Imprecnable (Part 1)

Oleh:
Angin bertiup kencang menerpa pohon-pohon besar di malam yang amat gelap itu. Seorang wanita berlari dengan menggendong seorang bayi perempuan. Sementara bayinya terus menangis wanita itu tetap meneruskan pelariannya

Labirin Mimpi

Oleh:
Bangun tidur, mandi, makan, ke sekolah, pulang, mengerjakan tugas, menonton laptop, terus tidur lagi dan terus berputar begitu-begitu saja. Well, begitulah kebiasaan Alan Suryoso. Memang untuk seorang anak yang

Putri Tasya Yang Baik

Oleh:
Di bagian barat laut arafuru, terdapat kerajaan yang besar dan megah. Ada seorang Raja dan Ratu. Ratu itu bernama Keisya. Ratu Keisya baru melahirkan bayi ketujuh. Dia sangat senang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *