Apakah Kau

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 18 April 2016

Sudah seminggu sejak jadianku dengan Romi aku mulai merasakan kejanggalan-kejanggalan yang menurutku tak masuk akal. Aku merasakan perubahan Romi yang tiba-tiba. Mulai dari yang selalu menatap ke cermin dan tersenyum-senyum sendiri sampai aku pernah melihatnya tidur dengan mata terbuka. Aku tak pernah berani menanyakan semua itu padanya, takut nanti dia akan marah dan memutuskan hubungan ini. Sesungguhnya aku sangat menyayanginya dan tak ingin melepaskannya. Suatu hari pada jam istirahat di sekolah, seperti biasanya aku dan Romi pergi ke kantin untuk memesan makanan.

“Kamu pesan apa, Rom?” tanyaku padanya.
Dia hanya menjawab, “Sama sepertimu,”
“Oh.. baiklah kalau begitu,” Aku pun memesan 2 mangkok bakso yang pedas. Sambil menunggu pesanan kami datang, Romi mulai berbicara padaku.
“Cupit, kenapa kamu pesanin aku bakso? Kan aku gak suka bakso?” dia mulai berbicara yang tidak-tidak padaku. Dan dia memanggilku dengan sebutan Cupit.

“Kenapa kamu manggil aku Cupit? Kamu tahu dari mana nama itu?” tanyaku penasaran.
“Aku kan Capitnya kamu,”
“Maksudmu?” lalu, dia langsung berlari ke kamar mandi dan mau tak mau aku harus mengikutinya.
Setelah sampai di kamar mandi, dia mulai mengaca pada sebuah cermin. Seperti biasanya lagi, dia tersenyum-senyum sendiri. “Kamu kenapa, sih? Pas bercermin selalu senyum-senyum sendiri,” kataku.
“Karena aku Capitnya kamu,”
“Capit apaan, sih?”
“Capit dan Cupit akan selalu bersama,”

Seketika itu juga aku kaget karena setelah aku melihat ke cermin, yang ku lihat bukanlah bayangan Romi, tapi bayangan orang lain. Yang tak lain adalah…
“Romi.. kenapa bayanganmu berbeda. Itu seperti bukan kamu, deh. Kamu bercanda ya,”
“Aku gak bercanda, Cupit,”

Sekarang yang ku lihat di cermin adalah bayangan Fero, pacarku dulu yang sangat ku cintai. Aku dan Fero berpacaran sangat lama, hampir 3 tahun. Aku dan Fero punya panggilan khusus untuk kami berdua, yaitu Cupit dan Capit. Tapi, sayangnya dia meninggal karena dia kehilangan banyak darah pada saat kecelakaan. Aku pun menangis di sana sambil memeluk Romi yang bayangannya adalah Fero.

“Fero… aku kangen sama kamu. Kenapa kamu ada di badan pacarku yang sekarang?” ujarku sambil menangis. Bayangan Fero itu hanya tersenyum menatapku.
“Walaupun aku udah gak ada di dunia ini, tapi aku tetep hidup kok,” sahutnya.
“Maksudmu?”
“Aku tetap hidup.. di dalam tubuh Romi ini. Hahahaha,”
“Apa? Jadi kamu membunuh Romi?”
“Betul, dan sekarang aku akan membawamu juga bersamaku… hahaha!”
Tiba-tiba dari arah belakang cermin itu, ada sebuah sabit yang melengkung amat tajam menembus kulitku. Aku menjerit kesakitan dan darahku banyak yang bercucuran. Entah bagaimana nasibku kini.

Cerpen Karangan: Ike Hidhayatul
Nama lengkap: Ike Hidhayatul Sholehah
Umur: 15 tahun
Facebook: Ike Hidhayatul
Twitter: @kekeikhe
Maaf kalau ceritanya kurang jelas. Hehe.

Cerpen Apakah Kau merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selfie

Oleh:
Ruslan remaja tujuh belas tahun yang sangat tampan. Wajah tirus, dagu lancip, bibir yang imut dan kulitnya putih nan berseri. Tatkala pipinya merona saat ia tersenyum. Ruslan sangat beruntung,

Pucuk Kemuning

Oleh:
Pulang kerja Burkat segera memacu sepeda motornya dengan kencang, maklum dia ingat kalau hari ini dia hampir melewatkan janji untuk mengantar istrinya pergi melihat pasar malam di lapangan dekat

Perkemahan di Sekolah

Oleh:
Tanggal 18 Januari 2014, aku mengikuti PERSAMI (Perkemahan Sabtu Minggu) di sekolah, yaitu di SMP N 26 Batam. “Kakak… sudah beres semua, kalau sudah beres segera berangkat, nanti telat!”

Waktu Senja

Oleh:
Ku berjalan menuju dapur rumahku, mencari ibuku. Tapi dia tidak ada di sana, ke mana ibu, biasanya waktu senja seperti ini ibu memasak di dapur untuk makan malam nanti.

Helena

Oleh:
Pada malam jumat aku pulang malam dari rumah temanku, sekitar jam sebelas malam aku baru sampai gerbang komplek dan dari gerbang komplek ke rumahku butuh waktu kurang lebih sepuluh

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *