Arsitek Rumah Sakit

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 29 May 2012

“Nama saya Dhien, saya arsitek muda lulusan belanda tahun 1999… “Ok, pak dhien kami telah baca CV bapak saya sangat tertarik dengan pengalaman anda, serta sertificate standart yang anda miliki serta kompetensi anda dalam pembangunan gedung-gedung rumah sakit didunia… selamat bergabung diperusahaan kami.

Tantangan baru diberikan pada saya untuk merenovasi Rumah sakit tua peninggalan zaman Belanda. Hingga pada suatu ketika, saat final inspeksi di ruang Operasi pada sore itu, muncul banyak asap putih tipis masuk melalui sela-sela bawah pintu, kataku kepada mandor ba’in, “dari mana y asal asap ini ba’in”?! kataku marah, “ eh.. mungkin ini dari ruang sebelah lagi mbakar formalin untuk sterilkan ruangan.” Sambil mandor tersebut mencari asal asap tersebut, “ Ba’in ruangan ini kan sudah didesign supaya tidak ada kontminasi apapun bisa masuk kedalam ruang ini, kamu check keseluruh ruangan kalau ada yang melakukan pembakaran formalin suru hentikan karena kita lagi melakukan final inspeksi pada ruangan ini, kalau pihak rumah sakit keberatan kasih aja surat ini, karena hari ini adalah scadule kita.” Kataku marah berat pada Ba’in. “baik pak.” kata ba’in meninggalkan ku diruang operasi seorang diri.

Ruangan ini tampak megah dengan sorot lampu operasi yang begitu terang, serta pengatur suhu ruangan yang serba canggih, tiba-tiba aku dikejutkan munculnya seorang suster belanda cantik menyapaku dengan bahasa belanda,” goedenact” ( selamat malam )katanya lirih, aku segera menjawabnya ; “Deze dag was ‘s middags in plaats van’ s avonds Miss” ( hari ini masih sore bukan malam nona) kataku sambil tersenyum. Lalu suster itu menuju westafel disampingku, ia lalu mencuci waslap yang berwarna putih, setelah itu dia meninggalkan tempat ku berdiri sambil berkata, “dank u” ( terima kasih), sesaat aku ingat-ingat wajah suster tadi dan membuatku bertambah binggung kenapa ada suster belanda di rumah sakit ini? Inikan di Indonesia?.

Lalu aku hidupkan air di wastafel tersebut aku tersadar wastafel ini belum bisa berfungsi karena filter air nya kemarin aku ambil karena tidak memenuhi standart…tapi kenapa suster itu bisa mencuci waslapnya? Lalu aku segera bergegas keluar ruangan Operasi tersebut, saat diluar saya baru sadar kalau sudah larut malam, seorang security mendatangi saya sambil berkata; “ maaf pak, tadi sore bapak dicari sama pak Ba’in” katanya.

Lalu aku balik bertanya;” kemana ba’in sekarang? Security itu berkata, “ sudah 3 jam yang lalu dia pulang, sekarang kan sudah jam 01.00 pak? Apa bapak masih lembur? Nanti saya panggilkan ba’in?” kata security. Aku terkejut melihat jam tanganku, dan aku bertanya pada security tersebut, “mang dirumah sakit ini ada suster asing dari belanda ya? “ security itu tertawa kecil dan berkata, “mana ada pak, suster asing disini pak, kalau suster kebanyakan dapat shift pagi dan siang jarang kalau malam, kalau pun ada ngak pernah ada yang asing pak.” Lalu aku segera bergegas meninggalkan rumah sakit tersebut.

Cerpen Arsitek Rumah Sakit merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku Si Tokoh Utama

Oleh:
Tinggal di hiruk piruknya ibukota memang sangat tak enak. Aku harus terbatuk beberapa kali karena menghirup kepulan asap yang masuk ke rongga paru-paruku. Dan, asap itu sangat mengganggu kecantikan

Bloody Angel

Oleh:
Aku adalah sebuah pisau dapur. Aku dibuat untuk para ibu-ibu yang ku pastikan memakai jasaku melayani suami dan anak mereka. Sebesit pikiran melintas, terbayang seorang ibu-ibu bertubuh gempal bercelemek

Teman Khayalan

Oleh:
“Hei.. Kemari, bermain denganku. Aku telah mengambil jantung Ibuku, kau bisa nampak nyata sekarang.” — “Ibu. Belikan Roma mainan baru Bu, Roma kesepian, Roma tak punya teman bermain di

Romie Sang Tumbal

Oleh:
Pada tengah hari bolong, Romie berjalan di sekitar taman, setelah beberapa menit berlalu dia pun lelah karena tidak ada sesuatu yang menarik. “Apa ini? Aku ke mari untuk mencari

Tunggu Aku

Oleh:
Diam tak bergerak, sengaja aku tak memberi sinyal, hatiku kaku bagai batu, hatiku tak pernah terhias, aku benar benar kesepian, aku butuh teman, aku benar benar sunyi di sini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Arsitek Rumah Sakit”

  1. rika says:

    Keren cerpennya! Buat lg dng

  2. Yanti Afganisme says:

    cerpennya nggantung, diperbaiki lagi ya..
    tapi udah bgus kok..

  3. Ini lebih kaya cerita pengalaman pribadi sih menurut saya…

    Tetap semangat berkarya…

Leave a Reply to Yanti Afganisme Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *