Arwah Penasaran

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 5 February 2016

Tepat pada liburan setelah UN, aku bersama rombongan teman-teman sekelas melakukan perjalanan piknik ke pantai. Rencananya kami akan bermalam di sana. Sudah terbayang di benakku, kami akan menyalakan api unggun, bernyanyi bersama dan yang pasti menikmati keindahan pantai dengan. Deburan ombak yang bisa membuat siapa pun betah berlama-lama di sana. Beberapa jam perjalanan kami, namun kami tidak sampai juga di pantai. Seharusnya 30 menit yang lalu kami sudah berada di pantai. Akhirnya di dalam bus wisata itu pun riuh.

Sopir bus yang memandu perjalanan kami merasa ada yang aneh. Padahal, dia sudah sering memandu wisatawan lokal yang sering ke daerah itu. Di sini, aku yang paling kecewa. Bagaimana tidak, aku sudah terlanjur membayangkan hal indah di sana. Karena perjalanan terpaksa dihentikan, aku pun berinisiatif ke luar dari bus itu. Aku lumayan tertarik dengan pemandangan sekitar tempat ini. Ketika aku melihat lihat tetumbuhan yang ada di sini, tiba-tiba mataku menangkap sesosok gadis yang sebaya denganku. Dia tersenyum padaku, seolah ingin berteman denganku.

Aku sedikit ragu ketika ingin menghampirinya. Ku lihat ke belakang, teman-teman temanku di dalam bus itu menatapku dengan dingin. Ah, mungkin mereka terlalu khawatir dan takut, karena sudah tersesat di hutan ini. Kembali ku lihat lagi ke depan, sosok gadis tadi masih tersenyum menatapku seraya melambaikan tangan pertanda isyarat menyuruhku ikut bersamanya. Entah setan apa yang merasukiku, aku mau saja mengikutinya. Dia pun berjalan perlahan, ku ikuti langkahnya dari belakang.

Ketika kakiku sampai di tempat gadis itu berdiri, aku menoleh ke belakang, untuk memastikan teman-temanku masih berada di dalam bus. Dan, hilang. Hah? ke mana mereka tadi? bukannya bus itu tidak ke mana mana. Kalaupun bus itu akan pergi, pasti aku bisa mendengar suaranya. Gadis tadi kembali melambaikan tangannya. Kali ini perasaanku berubah menjadi takut. Siapa gadis ini? kenapa dia berusaha mengajakku mengikuti langkahnya? Sekarang, aku hanya berdua saja. Teman-temanku raib secara tiba-tiba. Bagaimana aku bisa pulang, sedangkan hutan ini asing sekali bagiku.

Tiba-tiba gadis itu membuyarkan lamunanku. “Hey… ayoo ikut aku. Cepat.” perintahnya. Aku yang sedari tadi tak berani berbicara, akhirnya memberanikan diri bertanya. “Siapa kamu sebenarnya?” tanyaku. Langkah gadis itu terhenti, kemudian ia hanya menjawab, “nanti kau juga akan tahu.” Ia pun melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti. Tak lama, kami pun sampai di rumah gadis itu. Bisa dibilang rumah yang sangat sederhana.

“Mari, masuklah.” ajak gadis itu kepadaku. Aku pun dengan sedikit ragu, mengiyakan ajakannya. Ketika tiba di dalam, tampak kedua orangtua gadis itu sedikit terkejut dengan kehadiranku.
“Nak, siapa anak ini?” tanya ayah gadis itu. “anak ini tadi bersama-sama dengan mereka, Ayah.” jelas gadis itu.
“oh Tuhan, untung kamu selamat, anak manis.” ibu gadis itu menimpali. Aku yang kebingungann, apa maksud semua ini. “maksud kalian, mereka itu siapa?” Gadis itu pun menceritakan hal yang sebenarnya kepadaku.

“Begini. Saat itu, ketika rombongan teman-temanmu sudah bersiap-siap naik bus, kamu belum sampai juga. Menunggumu membuat yang lain tidak betah. Dan, bus pun akhirnya meninggalkanmu..” Aku terhenyak mendengar penjelasan gadis itu. “dan kamu harus tahu, dalam perjalanan menuju pantai itu, tiba-tiba rem busnya blong. Bus itu pun oleng dan akhirnya jatuh ke dalam jurang.” Sumpah, bulu kudukku langsung berdiri. Jadi, bus yang ku tumpangi bersama teman-temanku tadi itu bus… aku tidak berani menyebutkan itu. “Jadi, yang bersamaku tadi bus hantu?” tanyaku. “Tepat seperti dugaanmu.” jawabnya lagi.

Ya Tuhan, pantasan aku saat berada di sana merasakan hawa yang kurang enak. Untung saja gadis dan keluarganya menyelamatkanku. Aku pun memutuskan menginap di situ, sambil menunggu hari esok untuk kembali ke rumahku. Aku pun bersiap-siap untuk tidur, ku tarik selimut untuk menghangatkan badanku yang dingin karena angin malam. Begitu mataku mulai terpejam, tiba-tiba pintu kamarku berderit. Aku membuka mataku pelan pelan. Huh, ternyata ibu gadis itu. Dia menghampiriku dan membetulkan selimutku. Kini dia tersenyum, tapi wajahnya begitu pucat, mungkin karena efek dinginnya malam ini.

“Nak, ada satu hal yang belum kami ceritakan padamu.” ujarnya sembari membelai rambutku.
“apakah itu, Bu?” tanyaku penasaran. “hmm. Soal kecelakaan bus wisata itu, Nak. Sebenarnya, ada korban yang lain.” jelasnya lagi. “apa? siapa mereka, Bu?” aku kembali dirundung rasa penasaran.

“Mereka itu keluarga petani, Nak. Mereka tersenggol bus itu dan ikut tewas ke dalam jurang. Tidak ada satu pun yang mengevakuasi jenazah mereka.” jelasnya seraya menitikkan air mata. “Ibu kenal dengan keluarga petani itu?” tanyaku lagi. “Iya. Kami kenal.” jawabnya dingin. Tak lama, ibu itu berbisik pelan ke telingaku. “Kamilah keluarga petani itu.” Oh tidak, ternyata mereka juga arwah penasaran. Aku berusaha kabur dari sana, namun apa daya, di depanku sudah ada gadis dan ayahnya yang sudah memperlihatkan wujud aslinya yang menyeramkan.

The End

Cerpen Karangan: Christine Grace
Facebook: Christine Grace

Cerpen Arwah Penasaran merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Diary Terkutuk

Oleh:
Hai guys, perkenalkan namaku amalia fellicie camille. Aku berusia 10 tahun. Hari ini aku akan menceritakan kejadian saat ulang tahunku yang ke 9. Jadi seperti biasa aku bangun jam

Vio

Oleh:
Aku hanya seorang gadis pendiam. Yang tak suka berbaur dengan orang lain. Dan, hanya selalu mendapat cibiran dari orang orang sekitar. Saat itu, aku harus pindah sekolah serta pindah

Gangguan Si Makhluk Halus

Oleh:
Malam sebelum Acara Puncak HUT SMA Kami aku dan temanku mendapatkan pengalaman yang membuat jantung hampir copot. Karena kejadian itu adalah kejadian yang tidak pernah kami alami sebelumnya. Saat

Sosok Misterius di Ruang Laboratorium

Oleh:
Namaku Ryan. Aku seorang mahasiswa jurusan teknik di sebuah institut terkenal di kota Bandung. Saat ini aku sedang menyelesaikan tugas akhir dan biasanya, seperti mahasiswa tingkat akhir lainnya aktivitas

Annabelle

Oleh:
Yap! baru baru ini aku mendapatkan hadiah spesial dari bunda ketika ulang tahunku kemarin. Aku mendapatkan apa yang kuinginkan yaitu sebuah boneka. Namun ku merasa ada kejanggalan dalam boneka

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *