Bandung Nightmare

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 6 January 2014

Namaku Ketrin, aku bersekolah di SMPN 2 Bandung. Dua hari aku tidak masuk sekolah. Entah mengapa saat aku tadi pulang sekolah tiba tiba Sherly temanku membicarakan sesuatu di depan mading kelas 8.
“Aku merasa tadi malam ada yang menemaniku tidur. Padahal.. aku sendiri di rumah. Apakah itu hanya mimpi?” ucap Sherly dengan perasaan bingung dan ling lung.
“Benarkah? bukannya ada bibimu di rumah?” Tanyaku sambil membaca mading
“Bibiku sudah pulang tadi malam, Kau lupa? Ouhhh ketrinnn” Jawab Sherly sambil mondar mandir entah kemana
“Hmmm… Ya sudahlah jangan dipikirkan mungkin itu perasaanmu saja nanti kamu malah terbayang bayang dengan itu sehingga kamu tidak fokus dengan pelajaran nanti.” Ucapku dengan nada datar
“Aku merasa aneh, huh baiklah aku ingin pulang dulu yah hari mulai sore saatnya aku pulang.” Kata Sherly sambil tergesa gesa
“Baiklah sampai berjumpa besok ya sher!” Jawabku sambil jalan santai

Setelah pulang sekolah aku menghabiskan waktuku untuk bermain sepeda mengelilingi komplekku dengan teman temanku. Setelah itu, aku shalat maghrib dan makan lauk pauku yaitu tempe yang sudah aku masak tadi sore.
“Criiingg…” Suara kaca pecah dari kamar tidurku
“Suara apa itu?” Jawabku dalam hati

Dengan merasa heran aku membuka kamar tidurku dengan cara perlahan lahan dari tanganku yang sudah ingin mendorong pintu kamar tidurku. Apa yang terjadi? Ternyata, Sherly memanggilku untuk menemaninya di rumah.
Aku pun menuju ke rumah Sherly.Karena rumahnya lumayan jauh, maka itu aku menaiki motor.

*Saat di tengah hutan, motorku mogok lupa mengisi bensin*
Sherly pun mencari orang untuk membantunya mendorong untuk sampai di jalan. Aku tahu kalau ini hutan. Dengan itu, aku mengingatkan Sherly untuk menghentikan pencarian itu. Sejak aku ingin memberhentikan Sherly, aku melihat bahwa Sherly menemukan wanita berambut panjang memakai baju merah dan memakai celana hot pants dengan sepatu kiri saja. Namun, wajahnya tidak terlihat karena ia menghadap ke belakang.
“Permisi mbak, bisakah mbak membantu saya untuk mendorong motor ini yang sedang mogok?” Tanya Sherly dengan senyuman yang manis
Wanita itu pun menghadap Sherly…
Dan ternyata…

“…” Wanita itu dengan mata yang tidak ada dan wajahnya yang rusak terlihat banyak bagian wajahnya yang bengkak dengan mulut yang sobek sedang membawa gunting.

Aku dan Sherly pun kabur tanpa menaiki motor dengan secara berlari dikejar oleh Wanita itu. Kaki ku terkena gunting wanita itu. Mobil pun lewat dan membantuku untuk menaikinya dengan Sherly. Dan aku bertanya kepada supir yang membawa mobil itu.
“Pak supir bolehkah aku bertanya ada apa yang terjadi pada hutan ini?” Tanya ku dengan ketakutan
Pak supir pun tidak bisa menjawabnya. Yang ada supir itu malah menyetir mobil dengan sangat lambat.
Dengan itu… pak supir menunjukan wajahnya…
Ternyata salah itu adalah mayat laki laki yang sedang membawa gunting memakai jas yang berdarah darah sangat banyak dengan mulut yang robek juga.

Aku pun turun di tengah jalan dengan cepat berlari bersama Sherly dikejar oleh hantu yang aneh itu. Yang ada telapak tanganku terkena ujung gunting sampai tulangku terlihatan. Dia pun pergi dengan memutuskan kepalanya. Lalu, kepala itu dibuang di tengah jalan. Kepala itu terlindas truk yang sangat besar. Kepalanya pun hancur dengan keadaan mulut mangap berisi larva larva yang banyak.

Untung sudah berada di kota. Aku bertanya kepada tukang bajigur yang tinggal di sini begitu sangat lama. Ternyata benar apa yang kuduga. Sejak jaman dahulu hutan itu adalah tempat kejadian tragis yang sudah membantai warga sini dengan menggunakan barang barang tajam. Sehingga, korban mayat tersebut tidak dikubur begitu saja. Namun,terlantar di hutan itu. Rohnya pun memasuki badannya yang terlantar itu (Nightmare).
Dengan itu aku mengajak Sherly untuk tadarus Al-quran dengan rajin agar tidak ada sesuatu yang buruk.

Cerpen Karangan: Niken Mustikandari Dzehanifara
Facebook: Alditsa Niken Sadega Episode II
Aku? Bukan manusia yang hebat dengan beberapa bakat yang aku keluarkan. Tetapi, aku ingin cita citaku terwujud seperti bintang yang tidak pernah lepas dari langit.

Karya: Niken Mustikandari Dzehanifara

Cerpen Bandung Nightmare merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rumah Kosong

Oleh:
Entah mengapa ibuku selalu melarangku untuk bermain di rumah kosong di seberang rumah kami. Ibuku bilang bahwa di dalam rumah itu, terdapat monster penculik anak kecil yang seumuran denganku.

Yang Ada Di depan Jendela

Oleh:
Kebanyakkan cerita seram itu berasal dari bangunan tua, rumah tidak berpenghuni, gedung kosong, atau pun dari kuburan atau pohon yang tinggi besar. Tapi kali ini cerita seramku berasal dari

Rumah Pengungsian

Oleh:
Singkat ceritanya ketika desa kami dilanda bencana. Pergeseran, amblasan dan retakan tanah terjadi dimana-mana. Itu terjadi karena tanah yang menopang desa kami adalah tanah lempung nan rapuh, dan semakin

Pohon Besar

Oleh:
Cahaya fajar datang menyinari ruang kamarku, aku terbangun dan segera mandi. Hari ini liburan pertamaku. Aku akan menghabiskan liburan bersama sahabatku Afil dan Utamy. Kita akan pergi ke desa

Your Eyes

Oleh:
Pagi ini adalah pagi yang sangat cerah. Tapi aku masih dalam balutan selimut tebalku yang berwarna ungu ini. “Noya.. cepetan bangun, bukannya hari ini hari kelulusan kamu” teriak mama

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *