Bayangan Pembawa Kematian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 31 May 2017

Aku melangkahkan kakiku ke sebuah toko kecil yang menjual berbagai jenis ice cream. Menembus bayangan-bayangan yang tak kasat mata. Sesekali terdengar jeritan yang begitu memekakan telinga.

Kedua mataku tertuju pada sebuah bayangan. Bayangan seorang gadis remaja yang wajahnya mirip denganku. Tapi aku tidak mengetahui siapa dia. Dia selalu mengikutiku. Rambut panjangnya dan kulitnya yang putih pucat terlihat begitu menyeramkan untukku. Dia selalu menatapku dengan tatapannya yang tajam, sehingga membuat bulu kudukku berdiri. Seperti saat ini. Aku semakin mempercepat langkahku tanpa mempedulikan senyum mengerikannya.

Aku memasuki toko tempat jual ice cream dengan langkah sedikit terburu-buru. Memesan ice cream yang akan kubeli lalu membayarnya. Secepat mungkin aku meninggalkan toko tersebut.
Aku melangkahkan kakiku ke sebuah bangku taman. Mulai memakan ice creamku satu per satu. Namun tiba-tiba aku merasa ada yang aneh. Kurasakan hawa dingin di sampingku. Dengan hati-hati aku menolehkan kepalaku ke samping.
Dia. Ya! Gadis itu. Sekarang dia ada di sampingku. Dengan tatapan matanya yang tidak pernah berubah.

Aku mengangkat kakiku. Bermaksud untuk lari, namun terasa sulit untuk diangkat. Darahku serasa berhenti mengalir. Keringat dingin mulai bercucuran. Kali ini aku benar-benar merasa takut.
“Kenapa? Apa kau takut denganku?” Tanya bayangan itu.
Diam.
“Kenapa kau diam? Tenang saja… Aku tidak akan membunuhmu. Asal saja… Kau menuruti permintaanku.”
“Pe… Permintaan apa?” Kuberanikan untuk bertanya. Walau sebenarnya suaraku begitu pelan.
“Ikut denganku.” Jawabnya. Jawaban sederhana namun begitu menakutkan.
“Tidak! Aku tidak ingin ikut denganmu.”
“Kau harus ikut, Arina. Asal kau tahu. Aku Arita. Saudara kembarmu yang dibunuh ayah sewaktu kita masih kecil. Kau anak kesayangannya, bukan? Karena itu kau harus ikut denganku dan jadi sepertiku.” Ucapnya dengan suara keras. Aku menutup telingaku. Tak kuat mendengarnya.
“Aku tidak mau! Aku tidak ingin sepertimu. Jika kau saudaraku, kenapa kau ingin aku mati?” Tanyaku sambil menahan rasa takut. Bayangan itu tertunduk.
“Maafkan aku. Aku hanya ingin membuat ayah merasakan sakit yang aku rasa selama ini. Aku menyayangimu, Arina. Aku tidak ingin kau tersakiti. Aku hanya ingin menolongmu. Ikutlah denganku.” Kata bayangan itu sambil berusaha memegang tanganku, walau sebenarnya tak bisa karena dia hanyalah sebuah bayangan.

Aku menarik nafas panjang. Berusaha menahan air mataku yang akan jatuh. Rasa takutku hilang dan berubah menjadi rasa sayang. Rasanya aku ingin memeluknya.
“Kau menyayangiku?”
“Tentu saja. Ikutlah denganku.” Kata bayangan itu.
“Kau tidak menyayangiku!!”
“Kenapa? Aku sangat menyayangimu, Arina. Tapi kau tidak merasakannya.”
“Bohong! Kalau kau menyayangiku, kenapa kau ingin aku mati? Bukan begini namanya sayang. Kau saudara yang jahat!!” Bentakku dengan kesal.
“Berhenti membentakku atau kau akan mati!” Teriak bayangan itu. Aku terkejut. Kulangkahkan kakiku menjauh darinya. Tiba-tiba wajahnya berubah menyeramkan. Terdapat luka di sana-sini. Darah mengalir dari suduf bibir dan matanya. Dia mengejarku.

Aku berlari menjauh ke arah jalan. Tanpa kusadari, sebuah mobil truk melaju ke arahku. Tubuhku terasa membeku hingga akhirnya kurasakan sakit di sekujur tubuhku. Darah mulai mengalir dari luka di kepalaku.
Perih.
Sebelum mataku tertutup, kulihat bayangan itu tersenyum sinis lalu mendekatiku.
“Selamat datang di duniaku, Arina.” Bisiknya lalu kembali memperlihatkan senyumnya yang menakutkan.

End

Cerpen Karangan: Via Chrystiani
Facebook: ViaaDiawang
Nama: Novia Christiani Diawang
TTL: Gorontalo/18/November/2001
Agama: Kristen
Hobi: Menulis Dan Membaca
IG: Ptriviaa21
E-mail: Viaadiawang[-at-]gmail.com
ID Line: Viaadiawang13

Cerpen Bayangan Pembawa Kematian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Dibalik Kematian Ibu

Oleh:
Hari ini adalah tanggal 13 agustus, hari yang paling bersejarah untukku. Mungkin orang lain akan menghiraukan tanggal ini tetapi itu tidak buatku. Tanggal 13 agustus adalah tanggal dimana ibuku

LARI!

Oleh:
Lari! Lari! Lari! Hanya itu yang ada di pikiranku saat ini, ketakutanku ini semakin menjadi-jadi…. — Pagi itu adalah pagi yang cerah. Di tengah libur panjang ini, pada hari

Cerita Dibalik Rumah Yang Indah

Oleh:
Siapa yang tidak ingin membeli rumah yang indah dan sesuai dengan kriteria? Tidak ada satu orangpun yang akan menolaknya, apalagi jika dijual dengan harga murah. Namun, rumah yang indah

Hear Me? Miss Me?

Oleh:
Namaku Megumi, aku bersekolah di SMAK SSang Timur (Tomang). Aku mempunyai sahabat bernama Monica, yang biasa kupanggil Monik. Setiap hari aku selalu bersama-sama dengannya, apalagi kami petugas agenda. “Hmm…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *