Beautiful

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 28 November 2017

Aku sangat membenci wanita yang saat ini juga sedang menatapku, tubuhnya yang gemuk membuatku jijik, belum lagi luka bakar yang ada di sekujur tubuhnya yang sangat mengerikan. Aku sangat membencinya dan ingin melenyapkannya tapi bagaimana ia adalah diriku sendiri, bayangan dan refleksi diriku di cermin.

Aku sangat ingin menjadi cantik sama seperti kakakku, setiap pria jika melihatnya akan memujanya, aku pun begitu sekaligus sangat teramat sangat membencinya karena kecantikannya itu.
Setiap orang selalu membeda-bedakan kami berdua dan setiap orang yang melihatku akan menampakkan tampang jijik lalu memalingkan wajah sedangkan ketika orang menatap kakakku mereka akan terpukau karena kecantikannya.

Tapi mengapa aku dibedakan, aku sama saja sepertinya, kami ini kembar identik, ia lahir sedikit lebih cepat dariku, bukankah harusnya jika ia cantik maka aku juga cantik?, tapi luka bakar ini merusak wajahku, sehingga tampak sangat mengerikan, belum lagi dengan tubuhku yang gemuk semakin memperparah semuanya.

Tapi kini tidak akan ada lagi orang yang membeda-bedakan kami, karena kembaranku yang cantik itu kini ada di hadapanku dengan kaki dan tangan yang terikat dan mulut tertutup, matanya yang cantik terbelalak menatapku yang semakin menambah intesitas kecantikannya, sedikit lagi saudaraku aku akan membuatmu sama cantiknya sepertiku.

Ia berusaha menjerit lewat mulutnya yang telah kututupi, ketika aku mulai mengambil pisau kecil dan mengarahkannya ke wajahnya yang cantik itu.
“Kenapa kakakku?, kenapa kau takut, tenanglah, aku akan membuatmu semakin cantik” aku tertawa keji melihat ketakutan di matanya dan jeritannya yang tertahan ketika aku melukai wajahnya yang cantik itu, darah merembes dari lukanya yang memberikan kepuasan tersendiri bagiku

“Kini tidak akan ada lagi yang akan membeda-bedakan kita, tidak akan lagi kau dapat tatapan memuja dan iri dari orang lain kakakku, bersabarlah, sebentar lagi kau akan semakin cantik hahhahah…” aku mengumam dan tertawa seperti orang gila, mungkin aku memang gila tapi jangan salahkan aku, salahkan orangtuaku dan orang di sekitarku yang selalu menatapku jijik sehinga membuatku muak

“Kenapa kau diam saja bukankah mulutmu ini dulu sangat ahli dalam menghina dan mencaciku kakakku” ia tetap diam sambil menatapku horor
“Hahhah… aku lupa mulutmu kututup ya bwahhahhah andai kau bisa melihat wajahmu saat ini sangat lucu”

“Aku mulai bosan mengunakan pisau apalagi yang harus aku gunakan untuk membuatmu semakin cantik hemmmm” aku mendekatkan wajahku ke wajah kakakku yang cantik ini, aku puas melihat wajahnya yang terluka karena pisauku tadi, tapi aku belum benar-benar puas, aku memundurkan wajahku dan mulai mencari senjata lain yang terletak di meja

“ah bagaimana dengan palu kakakku, sekali aku menghempasnya ke wajahmu yang cantik itu mungkin ia akan sedikit meremukkan wajahmu, menghancurkan bola matamu dan mengahancurkan otakmu, lalu aku akan melakukannya berulang-ulang kali, dan setelah itu kau akan semakin cantik, bagaimana hemmm, aku sangat baik kan, bwahahhahahah” aku menghujamkan palu itu berulang-ulang kali, suara tulang yang patah membuatku semakin senang dan mengila, dan akhirnya kakakku yang cantik ini menjadi semakin cantik cantik dan tak bernapas.

“Kini tidak akan ada lagi orang yang membeda-bedakan kita, kita ini kembar, seharusnya wajah kita sama, bukan begitu kakakku?, bwhahhahhahha” aku tertawa dan berbicara sendirian kehilangan kewarasanku hanya karena kecantikan rasa iri dan dendam.

Cerpen Karangan: Astry Noviani
Facebook: Astry noviani

Cerpen Beautiful merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Siska Si Anak Misterius

Oleh:
Aku, Fina, isma dan Rina pulang bersama sambil membicarakan murid baru bernama Siska. “eh, murid baru itu ngeselin tau! Diajak ngomong gak mau, diajak jajan bareng gak mau, maunya

Harapan Nan Semu

Oleh:
Kabut mulai menelusup menghiasi kaca jendela yang semalam dialiri air hujan yang begitu deras.. Sang mega mulai menyorot tepat pada kedua mataku, kicauan burung yang mengganggu nyenyaknya tidurku sehingga

MyCerpen 6: Mayat Selera Rakyat

Oleh:
Gak indah banget rasanya… Liburan selama dua bulan, tapi tak banyak berkesan selama minggu pertama ini. Walaupun kenyataannya belum ada kepastian Aku bakal Lulus atau tidak, tapi masa sih

09.54 and Just You

Oleh:
Aku memulai hari-hariku seperti biasanya. Entah mengapa hari ini perasaanku agak sedikit aneh, mungkin karena aku makan pizza ikan tuna semalam. Aku tidak suka memakan pizza ikan tuna, rasanya

Gang Apel

Oleh:
Kriiing… Jam weker di kamarku berbunyi nyaring saat menunjukan pukul 05:35 “Sudah pagi? Cepat sekali waktu berlalu” kataku dalam hati, Aku langsung pergi ke kamar mandi untuk membersihkan diri.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *