Bela

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 10 September 2019

“Aku tak tau kejadian aneh apa yang kulihat…
Aku melihat dia berkata “bela!! aku mau masuk islam…” sekilas aku tertawa ia sedang kesurupan atau apa?

17 oktober 2015
Saat hari pertama ajaran baru di sekolah dimulai …
Aku (gita) dan temanku (resni) mengatur anak-anak baru di sekolah karena kami anggota osis. Waktu itu kami mengatur anak kelas x ipa 1. Ada seorang anak yang menurut kami aneh, namanya yani… Ia selalu saja menyanyikan lagu berjudul “lingsir wengi” aku keheranan …

“Anak ini kenapa sih? tiap ku melihatnya pasti mulutnya selalu berkata kata lagu lingsir wengi. sudah dari 1 jam tadi” kataku ke resni

Day 2
Hari ini aku datang lebih awal karena anggota osis harus datang cepat saat pengurusan mos

06.34
Aku berjalan menuju kelas yani. Kulihat yani sudah datang sendirian di kelasnya dan duduk sambil mendengarkan lagu… Aku memanggilnya dan mendekatinya, lagi lagi… yang ia dengar lagu lingsir wengi itu… Aku memang awalnya biasa saja dan menganggap ah lagu itu mungkin hanya mitos untuk memanggil hantu. Awalnya aku heran… tapi mungkin lingsir wengi itu lagu kesukaan yani.

Day 3
Hari terakhir mos
Kulihat lagi yani datang paling awal “Ah sudah kebiasaan anak itu seperti ini” pikirku
Aku pun melewati kelas yani
“Brukk!!!” Suara seperti meja jatuh dari kelas yani
Aku penasaran dan bergegas ke kelas yani
“yanii!! kenapa suara apa itu??” kataku ke yani
“Tidak ada kak cuma main main saja” kata yani
‘Ahh dasar anak gila’ pikirku

Pada saat pelaksanaan mos aku lihat yani hanya menyendiri dengan raut wajah kebingungan, Yani pun lari ke kamar mandi
Aku mengikutinya mana tahu ada yang bisa kubantu …

Kudengar yani menjerit ..
“Aku gak tau!!! jangan paksa aku!! Bela”
Aku pun langsung membuka kamar mandi di tempat yani menjerit lalu yani menangis, aku pun keheranan lagi …
“Bicara dengan siapa kau tadi?” kataku
“Bela kak… dia memaksaku” kata yani
“Memaksamu apa” kataku
Yani hanya menggeleng geleng ketika kutanyakan hal itu dan ia langsung berhenti menangis

1 jam kemudian
Untuk penutupan mos siswa siswa baru pun berbaris di lapangan
Tiba-tiba ada kejadian aneh, Yani bungkam sambil bicara halus
“Aku mau masuk islam…” katanya
Teman temannya keheranan dan memanggilku

Ternyata yani kesurupan… Lagi lagi ia menyanyikan lagu lingsir wengi
Yang teraneh adalah… Ketika ia nyanyikan lagu itu malahan terjadi kesurupan massal bahkan si kepala sekolah pun kesurupan aku ketakutan dan menyaksikan kesurupan itu. Temanku resni sendiri kesurupan juga, dan banyak orang orang pintar semisal ustad yang datang untuk meredakan kesurupan itu. Dan yang paling payah ditangani yani, ia berkali kali menjerit
“Aku mau masuk islam!!!”
Si ustad pun keheranan… Dia kesurupan kok minta masuk islam

Tak ada cara lain untuk membuat yani sadar. Akhirnya si ustad mengucap dua kalimat syahadat dan berinteraksi dengan hantu yang di tubuh yani, Bela namanya… seorang gadis belanda, entah kenapa ia bisa meninggal tapi bela sangat ingin masuk islam…

Sejak saat itu….
Kejadian itu membuat kehebohan di masyarakat bahkan sampai saat ini kejadian itu masih jadi perbincangan
“Kenapa bisa seorang hantu meminta untuk masuk islam?”

Cerpen Karangan: Nurhanifah
Blog / Facebook: Afifah nifah

Cerpen Bela merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Rahasia Pulau Mati

Oleh:
“Wow! Ini pasti sangat mengasyikkan” sorak Finn kegirangan. “Ya, aku tau ini pasti mengasyikkan. Sangat-sangat mengasyikkan” tambahnya sambil berlari-lari kecil seperti anak berusia dibawah 5 tahun yang mendapatkan permen.

Kesialan di Malam Jumat

Oleh:
Kau menghela napas panjang. Bola matamu bergerak ke kanan dan kiri, menyapu setiap jengkal taman ini. Kau menggerakkan tangan kanan, mengetuk-ngetuk kursi besi berwarna merah, yang diduduki sedari tadi.

Biola Pembawa Kematian

Oleh:
Gadis itu pintar memainkan biola. Namanya Evellyn. Rambutnya panjang, wajahnya cantik dan kulitnya putih. “Mama, beli biola baru ya. Punya Evellyn rusak nih!” Evellyn menunjukan biolanya yang rusak pada

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 2)

Oleh:
Saat itu, dasar curug begitu dipadati pengunjung. Beberapa anak kecil riang bermain air yang jernih, sedang para orangtua di belakang mengawasi. Sejumlah muda-mudi asyik mengabadikan foto, beberapa yang lain

Mereka Yang Legam

Oleh:
Saya hendak turun dari bus ini. Saya takut. Walaupun saya sudah membeli tiketnya dan sudah memberinya pada bapak-bapak yang disana, tapi melihat perempuan di sebelah saya, pikiran saya jadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Bela”

  1. Wildan says:

    Gan,minta izin ceritanya saya ceritakan kembali dlm bentuk audio boleh gak? Untuk sya upload di YouTube.
    Nnti saya sertakan link web ini.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *