Berawal Dari Piano

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 20 June 2019

Aku gadis indigo. Aku bisa melihat mereka yang ada di sekitar kalian.

“Kau melihat apa?” sekian banyak teman yang mempertanyaiku seperti itu. “Tak melihat apa apa” jawabku lalu pergi berlalu. Aku muak dengan pertanyaan semacam itu.

Saat aku sedang menyendiri, tiba tiba aku mendengar sebuah permainan piano. Ya ampun, siapa orang yang memainkan piano sebagus itu? Tiba tiba pandanganku pun tertuju pada seorang gadis sebayaku yang sedang memainkan piano di bawah pohon. “Ternyata itu sumber suaranya!” aku pun berjalan menuju gadis itu.

“Permainanmu sangat bagus” aku bertepuk tangan. “Oh terimakasih. Hmmm, kau bisa melihatku ya?” sekarang ia duduk di sebelahku. “Iya, aku indigo. Hihi” jawabku. “Namamu siapa?” “Agnes, kamu?” “Klara. Aku mati karena sakit parah. Dan sebelum kematianku, aku sempat bermain piano. Karena aku hobi bermain piano” jelasnya sambil memandangi langit. “Ohhh, sama sepertiku. Aku juga senang bermain piano” mereka pun mengobrol ngobrol sampai bel berbunyi memberhentikan obrolan mereka.

Lama kelamaan, mereka semakin akrab. Bahkan sudah menjadi sahabat selama 2 bulan. “Klara, kurasa kau harus tenang di alam sana” kata Agnes suatu hari. “Iya, aku masih bergentayangan seperti ini karena aku masih ingin bermain piano. Sekolahmu sekarang ini adalah sekolahku dulu” jelasnya. “Pergilah, aku akan selalu bermain piano untuk mengingatmu” “Selamat tinggal Agnes!” sejak saat itu, Agnes sering bermain piano dan kadang ia sering mendengar suara piano saat sedang menyendiri.

Cerpen Karangan: Yacinta Artha Prasanti
Blog / Facebook: santi artha
Semoga cerpen ku dimuat. Maaf kalau ada salah kata, karena saya masih pemula. Terimakasih untuk yang sudah membaca. Tolong komen di bawah ya, hihi

Cerpen Berawal Dari Piano merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Desa Berdarah

Oleh:
Empat sahabat Dina, Nita, Evi dan Sari mengendarai mobil sejenis Avansa menuju sebuah gunung. Di senja hari mereka melewati hutan dan mengobrol tentang kawasan ini yang angker tetapi Sari

Aku Harus Membanggakan Ibu

Oleh:
Delisa adalah anak perempuan yang berasal dari keluarga yang miskin. Ayahnya hanya seorang tukang becak dan ibunya sudah sakit sakitan. Delisa mempunyai 1 kakak dan 3 adik. Kakaknya sudah

Sahabatku Malaikat

Oleh:
“Sausan!” teriakku pada Sausan. ia menoleh. Kuhampiri dia “Hari ini cerah, kicauan burung pagi yang merdu membuatku senang..” Kata Sausan. “Iya kau benar Sausan” Kataku. Hai, Aku Sherina Aliskha.

Ketakutan

Oleh:
“‘Ketika Di Hutan’, judul cerpen macam apa itu. Kukira tentang pertualangan tau-taunya horor”, keluh seorang gadis setelah membaca cerpen member grup Komunitas Bisa Menulis di facebook. Setelah meletakan ponsel

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *