Bernyanyi Di Kamar Mandi

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 21 January 2017

Malam ini adalah malam minggu. Seperti remaja umumnya, aku dan teman-temanku memutuskan untuk jalan-jalan ke mall. Ya, tentunya sebelum itu aku harus mandi terlebih dahulu. Kebetulan aku tinggal di sebuah kontrakan bersama sepupuku, Carine. Sesampai di kamar mandi, aku bernyanyi dengan senangnya. Tiba-tiba, Carine mengetuk pintu kamar mandi, “Eh, Keysha. Jangan nyanyi dalam kamar mandi, dong! Pamali tau!” Kata Carine dari luar. Aku tidak menghiraukannya. Dengan asyiknya aku kembali bernyanyi. Sesudah selesai, aku pergi ke depan cermin, “Aku lagi yang mandi, ya” Ucap Carine. Aku mengangguk sambil meraih sisir. Alangkah terkejutnya aku, sisir itu sudah berbekas rambut rontok yang panjang sekali. Itu bukan rambutku. Namun, aku berusaha untuk tetap tenang dan cuek. Saat sedang asyik bercermin, tiba-tiba pintu kamar tertutup sendiri seolah-olah dibanting. Secepat kilat, aku menoleh ke arah pintu, “Carine? Itu kau kan? Sungguh, ini sama sekali tidak lucu” Ujarku dengan nada kesal. Kemudian, aku merasa seperti ada yang lewat dari belakangku. Aku menjerit sambil segera berlari ke luar kamar dan menabrak Carine yang baru selesai mandi, “Eh, eh, Keysha? Kamu kenapa? Kok, mukanya pucat begitu?” Tanya Carine khawatir “Ah, gak papa kok. Itu tadi hanya sedikit berhalusinasi” Jelasku cengar-cengir.

Keesokkan harinya, aku meminta ke Carine untuk mandi bersama dengan alasan kami tidak pernah mandi bersama. Sesampai di sekolah, kami mendengar berita bahwa salah satu anggota siswi di kelas kami telah tewas dibunuh oleh sekelompok perampok di depan sekolah. Siswi itu bernama Intan. Padahal, Intan adalah seorang siswa yang baik dan teladan. Ya, kembali ke cerita. Saat itu, aku tiba-tiba merasa sangat mules dan segera ke toilet. Sesudah kelar urusanku, biasalah cewek, kalo selesai pasti bercermin dahulu. Nah, nih ceritanya aku lagi bercermin sambil bernyanyi lagu Lumpuhkanlah Ingatanku – Geisha. Terus, itu sepertinya aku tidak sendirian bernyanyi. Ada suara misterius juga ikut bernyanyi bersamaku. Aku menoleh ke belakang dan kran air menyala sendiri. Suara misterius itu tetap bernyanyi merdu. Aku menjerit keras sehingga Carine datang menghampiriku, “Keisha, kamu tidak apa-apa, kan?” Tanya Carine khawatir “Aku baik-baik saja. Tapi, tadi itu aku lagi nyanyi terus, ada yang ikut juga dan kran air nyala sendiri” Jelasku hampir menangis “Tuh kan, sudah diperingati jangan nyanyi dalam kamar mandi” Ledek Carine.

Sepulang sekolah, saat mandi sore, aku belum juga kapok, dan terus bernyanyi “Keisha! Jangan nyanyi loh!” Teriak Carine memperingati. Aku malah semakin membesarkan suaraku. Karena, kebetulan sekolah akan mengadakan lomba paduan suara, dan aku terpilih sebagai calon.

Saat hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, akhirnya aku pun terpilih sebagai penyanyi di sekolah. Namun, saat aku asyik mengobrol dengan temanku, dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat Kuntilanak di belakang temanku itu. Temanku kaget melihat wajahku pucat pasi. Sorenya, aku mempunyai kelas musik. Namun, aku datang kecepatan. Nah, disinilah aku mulai diteror. Pertama, Piano berbunyi sendiri, biola, dan drum sehingga kelas pun berisik tidak karuan. Aku sangat ketakutan, satu persatu kursi dari atas meja terlempar ke bawah dan hampir mengenaiku. Dengan susah payah, aku berlari secepat kilat pergi keluar dan hampir terpeleset. Carine menemukanku menangis tersedu-sedu. Dan saat itulah aku memutuskan untuk minta maaf pada hantu yang telah aku ganggu.

Keesokkan harinya, sepulang sekolah aku pergi ke toilet dan berkata “Permisi, siapa pun yang di sini. Aku hanya mau meminta maaf. Aku tidak sengaja melakukannya, serius. Please banget deh, maaf, ya.” Kataku sambil melipat tangan dan menundukan kepala. Namun, suara bernyanyi itu terulang kembali, “Uh, please deh. Maaf banget, Ntan. Aku gak sengaja ganggu kamu.” Kataku sambil menangis. Semuanya pun berhenti seperti semula. Aku segera pergi ke luar dan menceritakan semuanya ke Carine, “Gimana? Dah minta maaf?” Tanya Carine “Ya, aku sudah yakin. Pokoknya, mulai sekarang aku sudah kapok dan tidak mau bernyanyi dalam kamar mandi lagi.” Jawabku.

SELESAI

Cerpen Karangan: Deswita Maharani
Facebook: Deswita Maharani

Cerpen Bernyanyi Di Kamar Mandi merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Chie Si Patung Hidup

Oleh:
Aku dapat mendengarnya, mendengar derap langkah itu yang semakin mendekatiku. Sudah ku duga, bersembunyi di dalam lemari sendirian itu memang tak aman. Tetapi di luar, lebih mengerikan daripada bom

Pocong Juga Punya Hati

Oleh:
Di sekolah kejuruan dalam salah satu pelajaran di bidang multimedia menugaskan 1 kelompok yang beranggotakan 3 orang yaitu koko, kaka dan kiki untuk membuat film pendek berdurasi 5 menit,

Ghost Train

Oleh:
Pemuda bersurai cokelat madu itu sudah menunggu lebih dari satu jam. Kereta yang dijadwalkan tiba pukul sembilan lebih lima belas menit agaknya tidak tepat waktu. Kedua manik matanya bergerak

Kehidupan Baru (Part 1)

Oleh:
“There are two tragedies in life. One is to lose your heart’s desire. The other is to gain it.” Sebuah kutipan kalimat dari George Bernard Shaw yang tak sengaja

Misteri Baju Merah Darah

Oleh:
Hari ini hari pertama ku di Bandung. Aku tinggal di sebuah kos kosan yang berada di samping gudang bekas milik tetanggaku yang bernama Fajar. Aku pun membereskan barang-barang ku.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Bernyanyi Di Kamar Mandi”

  1. pricillia angel says:

    Ihh ceritanya seram juga yha tapi keren ceritanya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *