Bertemu Hantu Kepala Buntung (Part 3)

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 9 January 2016

“Dan, Zidan! apa kamu di dalam? dan! buka pintunya!” teriak Winda dari luar gudang.
“Win! Bukain pintunya! Tolong..” terak Azidan dari dalam gudang.
“Win, awas, biar ku buka pintunya” ujar Naufal sambil menyuruh Winda mundur.
“Azidan, kamu jangan di belakang pintu ya!!” teriak Naufal.

“I.. i.. iya” jawab Azidan sambil sedikit menjauhi pintu.
“1.. 2.. 3.. Brakkkkk!!!” pintu pun langsung terbuka.
Azidan pun langsung ke luar dari gudang dan langsung memeluk sahabat-sahabatnya.

“Kamu gak kenapa-kenapa kan?” tanya Winda kepada Azidan.
“Aku gak apa-apa kok” jawab Azidan dengan senyum kecil.
“Dahimu kenapa? kok berdarah?” tanya Winda.
“Berdarah?” tanya Azidan heran sambil memegang dahinya.
“Hmmm.. ini gak apa-apa kok” lanjut Azidan.
“Iya, kamu kenapa? aku obatin yaa? ayo ikut aku ke ruang tamu, biar aku obati” ujar Bunga sambil membawa Azidan menuju ruang tamu.

“Sebentar ya, aku ambil kapas dan obat merahnya” ujar Winda.
“Ini kapas dan obat merahnya” ujar Winda sambil memberikan itu kepada Bunga.
“Bunga, Zidan, kita tinggal dulu ya? gak apa-apa kan?” tanya Naufal kepada Bunga dan Azidan.
“Iyaa boleh fal” jawab Azidan, Bunga pun mengangguk.
“Ayoo Win” ajak Naufal.
“Mau ke mana?” tanya Winda.
“Udh ikut aku aja dulu” lanjut Naufal sambil mengajak Winda segera pergi.
“Sebenarnya, luka di dahi kamu karena apa?” Tanya Bunga sambil membersihkan luka Azidan menggunakan kapas dan air.

“Sebenarnya..” jawab Azidan ragu.
“Kenapa?” tanya Buga penasaran.
“Ada yang menarikku untuk masuk ke gudang, lalu aku terkunci. Dan tiba-tiba, barang-barang di gudang terbang melayang-layang ke arahku. Beberapa benda bisa ku hindari, tapi ada juga yang nggak bisa ku hindari. Seperti beberapa garpu yang berterbangan” cerita Azidan.
“Mak.. maksu.. maksud kamu yang..” pertanyaan Bunga yang belum tuntas.

“Iya.. Yang melakukan ini sepertinya hantu kepala buntung itu” ujar Azidan.
“Ha? Hantu kepala buntung itu? jadi hantu itu beneran ada?” tanya Bunga sambil memberi obat merah dan menutup luka di dahi Azidan.
“Iya.. hantu itu beneran ada. Kita harus selesaikan semua permasalahan ini” ujar Azidan.
“Maksudnya?” tanya Bunga.
“Yaa.. kita harus memusnahkan hantu itu. Tapi apabila ada sesuatu yang terahasiakan dari hantu itu harus kita ungkap bersama agar kita cepat menyelesaikan masalah ini” jawab Azidan jengan jelas.

“Ha? serius? terus caranya gimana?” tanya Bunga.
“Kalau menurutku sih kita malam ini pergi ke hutan lalu kita panggil dan temui hantu itu. Lalu kita tanya apa maunya, dan kita segera mengabulkan permintaannya. Dan apabila ada suatu amanah dari hantu itu untuk kita, harus kita laksanakan segera” jawab Azidan.

“Ha? kamu yakin? aku gak yakin! kamu aja deh yang ke hutan. Aku di villa aja” ujar Bunga.
“Jangan gitu dong, kita kan bareng-bareng. Ada aku, Naufal, dan Winda juga. Jadi gak ada yang harus kamu takutin” Rayu Azidan.
“Hmm..” jawab Bunga mengangguk.

“Ya udah kita cari Winda dan Naufal yuk” ajak Azidan.
“Tapi luka kamu?” tanya Bunga.
“Nggak apa-apa kok luka aku, ayo segera, ayo” jelas Azidan sambil berjalan bersama Bunga ke halaman depan villa.
“Win, fal..” sapa Azidan.
“Ya?” jawab Winda dan Naufal bersamaan.

“Hantu kepala buntung itu memang benar ada. Kita harus memusnahkannya” lanjut omongan Azidan.
“Ha? memusnahkannya?” tanya Naufal danWinda bersamaan.
“Bagaimana caranya?” lanjut mereka.
“Menurut siasat aku sih, nanti malam kira ke hutan terus kita panggil hantunya. Jika ada amanah atau sesuatu yang dirahasiakan, kita harus ungkapin bersama” ujar Azidan.
“Tapi, kalau waktunya gak cukup gimana?” tanya Naufal.
“Dan kalau kita kenapa-kenapa gimana?” lanjut pertanyaan Winda.

“Semoga kita gak kenapa-kenapa” jawab Azidan dengan yakin. “Tapi kamu yakin, dan?” tanya Winda dengan sangat ragu atas saran Azidan.
“Jadi kalian gak mau ikut? aku yakin, pasti kita akan diteror sama hantu kepala buntung itu walaupun kita udah pulang dari villa ini. Buktinya sebelum kita sampai di Villa ini, Winda udah lihat hantu itu. Pasti Ada sesuatu di balik ini” jelas Azidan.
“Ya udah, kita jalanin saja misi kita ini. Semoga berhasil” jawab Naufal.
Keempat sahabat pun keluar villa dan menuju ke dalam hutan. Mereka mencari hantu itu.

“Heh, hantu kepala buntung, keluar kamu!” teriak Azidan.
“Aku takut” bisik Winda pada Naufal.
“Genggam tangan aku, biar kamu gak takut” jawab Naufal. Winda pun menggenggam tangan Naufal sepanjang perjalanan mencari hantu itu.
“Hantu! keluar! Jangan teror kami terus menerus! Kami lelah!” Teriak Bunga.

Tiba-tiba terdengar suara tertawa dari balik pohon beringin besar.
“Hihihihi…!!!”
“Kamu siapa? keluar sini! Kami janji akan bantu kamu!” teriak Azidan.
“Iya kami akan bantu kamu asal kamu tidak sakiti kami. Tolong keluar!” teriak Naufal.
Hantu itu pun keluar, ia menampakkan wujudnya yang menyeramkan. Sehingga membuat Winda terkejut dan pingsan.

“Aaaaaaa!!!” teriak Winda yang seketika langsung pingsan
“Win! Bangun win..” ujar Naufal sambil membangunkan Winda.
“Kamu mau apa? jangan sakiti kami, kami mohon!” tanya Azidan pada hantu itu dengan berani.
“Apa alasanmu selama ini mengikuti kami? ” tanya Bunga.
“Aku hanya ingin satu. Hihihi” jawab hantu kepala buntung.

“Apa maumu?!” tanya Azidan.
“Kembalikan emas itu pada pemiliknya!” geram hantu kepala buntung.
“Emas? emas apa? kami tidak punya emas!” jawab Azidan.
“Bohong!” ujar hantu itu dengan keras.
“Mungkin emas dan intan yang ada di villa itu, dan” ujar Bunga.
“Ya, kami menemukan emas dan intan itu di villa samping hutan ini.” jawab Azidan.

“Lalu kemana kita harus kembalikan?” tanya Azidan.
“Kepada orang yang telah aku curi emas dan intannya” jawab hantu itu.
“Dimana dia?” tanya Bunga.
“Di alamat yang tertulis di selembar kertas” jawab hantu itu.
“Baiklah. Sekarang juga kami akan kembalikan emas itu pada alamatnya” jawab Azidan.
“Alamat? memangnya kamu tahu?” tanya Bunga pada Azidan.
“Alamat yang ditemukan oleh Winda tadi pagi” jawab Azidan.
“Oh, iya. iya” jawab Bunga.

“Lalu kenapa kamu meneror kami sejak kami belu sampai di sini?” tanya Azidan.
“karena aku hanya ingin ada yang mengembalikkan emas dan intan itu pada pemiliknya. Aku selalu mengikuti orang yang akan menginap di villa itu agar mereka dapat mengembalikkannya. Tapi, mereka semua tidak bisa mengembalikan itu.”

“Dulu, aku mencuri emas dan intan itu dari seorang wanita. Ia mencari-cari emas itu, namun aku sembunyikan di villa. Setelah aku sembunyikan, aku keluar dari villa menuju jalan raya. Lalu aku terlindas truk besar yang lewat di jalan itu. Tubuhku hancur dan hanya kepalaku yang tersisa. Tolong, bantu aku” jawab Hantu itu dengan jelas.
“Ba.. baiklah. Kami akan kembalikan emas itu sekarang juga” jawab Bunga.

“Tapi kami harus kembali ke villa sekarang untuk mengambil emas itu” jawab Azidan.
“Cepat kembalikan!” perintah hantu itu.
“I.. i.. iya” jawab Azidan dan Bunga.
“Fal, ayo bawa Winda ke villa sekarang” ajak Azidan.
“Iya..” jawab Naufal sambil membawa Winda ke villa.

Sesampainya di villa, mereka segera mengambil kotak yang berisi emas dan intan untuk dikembalikan. Azidan dan Bunga pun langsung pergi ke alamat yang dituju. Naufal pun menidurkan Winda di kasur kamarnya. “Fal, kamu di sini jagain Winda ya, kita mau balikin kotak ini dulu” ujar Azidan.
“Iya, hati-hati ya kalian” jawab Naufal.
“Iya!!” teriak Azidan dari luar villa.
“Winda, bangun dong win..” ujar Naufal sambil mengelus kepala Winda.
“Semoga kamu gak apa-apa ya win, aku khawatir banget kalau kamu belum sadar sampai sekarang” lanjut Naufal.

Naufal pun kelelahan dan akhirnya ia tertidur di samping Winda. Azidan dan Bunga pun sudah sampai di alamat yang mereka tuju. Mereka pun telah memberikan kotak itu pada pemiliknya. Pemiliknya pun berterima kasih pada Azidan dn Bunga. Lalu, Azidan dan Bunga pun segera langsung kembali ke villa. Ketika di tengah perjalanan, mereka bertemu dengan hantu kepala buntung. Hantu kepala buntung mengucapkan terima kasih pada mereka.

“Haaaa.. hantu!” teriak Bunga.
“Ka.. kamu ngapain di sini? kita kan sudah kembalikan emas itu!” jawab Azidan.
“Aku hanya ingin mengucapkan terima kasih. Sampaikan juga rasa terima kasihku pada kedua temanmu itu. Kini aku sudah dapat pergi dengan tenang. Aku tidak akan mengganggu kalian lagi..” ujar hantu kepala buntung.

Semuanya pun sangat senang bahwa mereka tidak akan diganggu lagi. Keesokan harinya, mereka dijemput oleh sopir pribadinya untuk kembali ke Jakarta. Ini kisah petualangan keempat sahabat yang menyenangkan.

TAMAT

Cerpen Karangan: Winda Widyasari
Blog: www.fantasticstoriess.blogspot.com
Facebook: Winda Widyasari
Cerpen yang saya kirimkan merupakan samBungan cerpen dari yang sebelumnya. Apabila disambungkan, maka akan menjadi sebuah cerita yang WOW! Apalagi jika dibuat menjadi film.

Cerpen Bertemu Hantu Kepala Buntung (Part 3) merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Kertas Hilang

Oleh:
Aku, Icha, Anisa, Endhita dan Leony adalah satu regu di ekstra kurikuler sekolahku. Aku dan teman-teman sepakat untuk memberi nama kelompok kita dengan nama “Melati”. Setiap ada kegiatan Pramuka

Di Antara Kita

Oleh:
Kesya berulang kali memutar bola matanya. Jenuh. Satu hal yang menekannya kini. Entah berapa kali handphone-nya berbunyi, tapi ia acuhkan. Telepon, sms, bbm, dan teman-temannya telah memenuhi smartphone-nya kini.

I Hate It

Oleh:
BUK! Alin membanting bukunya diatas meja cokelatnya. Dia lantas membanting tubuhnya diatas kasur empuk miliknya. Perlahan air matanya pun keluar. Alin tidak menahannya sekarang, karena sekarang Alin sendirian. Ini

Sahabat Seperjuangan

Oleh:
Pada suatu yang cerah ada beberapa anak yang sedang bersepeda ke suatu tempat. Mereka terdiri dari 3 orang yaitu Farhan, Rohim, Daffa dan mereka membuat nama untuk grup mereka

My Dark Life

Oleh:
‘SORRY’ kata itulah yang tertulis di sebuah kertas kecil yang ada di atas mejaku, dengan emoticon senyum. Aku mengulum senyum. Ini adalah salah satu kebiasaannya bila berbuat salah yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

0 responses to “Bertemu Hantu Kepala Buntung (Part 3)”

  1. feyza meutia says:

    Cocok banget si winda sama naufal cerpennya keren terus berkarya kak

  2. Raihanur says:

    Critanya keren,,
    Ada adegan rmntis nya lgi…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *