Biola Kematian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 10 June 2013

Slrepp… angin berdesir kencang menerbangkan dedaunan kering. Hawa yang mulai terasa berdebu, mendung nan menggelarkan aura gelapnya, kian menambah aura kosong. Sepasang kekasih yang sedang menjalin cinta dengan sandaran pada bangunan tua, dengan sisa kekokohan yang masih tersirat, mereka bercanda, tertawa dengan Frontal! di bangunan yang konon di anggap angker tersebut. Angin mengusik kedamaian yang sejak 3 jam lalu tengah menyelimuti rasa bahagia mereka. Suara biola samar-samar terdengar.. “Roni, aku takut”, hamburan peluk si wanita menyambar tubuh si pria. Mungkin penghuni gedung yang tak terima, dalam sekejap, tempat itu menjadi Neraka! bagi mereka.

Tiba-tiba saja. si wanita berteriak histeris, entah hawa apa yang membawakan rasa ketegangan itu memuncak, wanita tersebut mencekik leher si pria! dengan mata melotot dan gigi yang bertaring!, seperti singa, dengan bringas, ia mengoyak tubuh si pria dan mengambil organ dalamnya. Si pria tak berdaya, bagai keong di atas bara api, secara tiba-tiba, tubuh wanita tersebut berubah menjadi monster yang mencabiknya..

1 bulan berlalu..
Seorang janda kaya, dengan anak gadis kesayangannya, sebut saja gadis itu “Ara”, gadis cantik nan pintar, beralih kediaman bersama sang mama, membeli bangunan tua sebagai rumah barunya.

Suatu ketika, pandangan mata Ara tertuju pada taman di belakang rumah barunya. Matanya berbinar, ia pun berlari menuju taman nan berhiaskan kolam ikan di tengahnya, Sepi dan Gelap! itulah hentakan yang mengagetkannya, secara tiba-tiba matanya memerah, seolah mendengar suara biola, Ara terbang dalam terkam balutan makhluk jahat yang berada dalam tubuhnya.

Dengan garang, ia menusuk perut sang mama, ia cabik, ia koyakkan daging yang sudah mulai termamah usia tersebut, dan astaga! ia mengambil usus sang mama, membawanya menuju gudang ruangan bawah tanah. Tepukan tangan pria bertopeng tiba-tiba menyadarkannya, Ara tersadar, terkejut dengan usus berdarah nan bergelantung di tangan mungilnya. Ara ketakutan, pria bertopeng tersebut merebut usus sang mama, Ara yang di dorong, seolah jatuh tersungkur.

Pria bertopeng itu memasang usus mama Ara pada sebuah biola, tepatnya senar paling bawah, dimana terdengar bunyi paling nyaring. Kala kedudukan bulan tepat pada porosnya, pria itu membuka sebuah peti mati di sudut ruangan, Ara hanya bergidik, tubuhnya seolah lemas, keringat dingin bercucuran.

Sebuah mayat tengah terlihat jelas oleh Ara, mayat seorang gadis seusianya. Dengan air mata, pria tersebut menggesek biola dengan nada “BANGKIT KEMATIAN!”, tiba-tiba saja, mayat itu bangun, menatap wajah si pria. “Kakak,” ucapnya. “Adik sayang, kamu sudah bangun? jangan pergi lagi sayang, kakak tak akan sanggup kehilangan kamu lagi”, acap si pria sembari melepas topeng dan memeluk tubuh ringkih mayat gadis tersebut.

Angin berdesir sangat kencang, tiba-tiba saja sang mayat berubah menjadi monster dan menerkam tubuh sang kakak. Ara terhenyak! mayat berubah menjadi iblis. Dan sekarang, ia berjalan ke sudut ruang ara terpaku dalam rasa takutnya. “Arghhh..” monster itu mencekik leher Ara, dengan tangan yang masih mampu bergerak, Ara meraih biola di belakang tubuh si monster, dan memukulkannya ke lantai! sang monster Menggeliat dengan kejang rasa panas yang menyelimutinya, dengan tenaga yang masih tersisa, Ara terus memukulkan biola itu ke tanah, hingga akhirnya lenyaplah monster itu, sebagai debu halus yang terbang bersama angin. Ara menghela nafas, samar-samar ia mendengar suara: “Terimakasih, telah menyelamatkan aku, kini aku harus kembali ke tempatku”… Ara tersenyum lega. Seorang pria yang membunuh orang lain demi mendapatkan usus kehidupan, yang ia satukan dalam sebuah biola, menunggu bulan sejajar dengan matahari, untuk kembali menghidupkan mayat sang adik yang telah lama tiada…

~~~~ Ending ~~~~

Cerpen Karangan: Fumiki Arakida
Facebook: Fumiki Arakida Temari
INGIN MENjadi seorang cerpenis yang bisa membawakan cerita indah kehidupan…

Cerpen Biola Kematian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Time Ghost (Part 2)

Oleh:
Darahku terasa memanas. Bulu kudukku berdiri. Tengkukku merinding dingin. Dalam lembar buku itu tertulis bahwa sekolah ini dulunya bukanlah sekolah manusia, melainkan asrama para setan. Dan memang benar apa

Gadis Bus malam

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 11.30 dan pada malam itu hujan turun gerimis membuat suasana menjadi agak mencekam. Edo yang saat itu sedang menunggu bus jemputan mulai agak kedinginan. “Huh nih

Kutunggu di Pintu Akhirat (Part 4)

Oleh:
Di hari terakhirnya dia liburan, sebelum esoknya pulang kembali ke Purwokerto, Dewi kunjungi Telaga Pucung. Sebuah telaga berair jernih tak jauh dari Curug Cipendok. Di telaga itu dia berniat

Teman Ghaib Ku

Oleh:
Hari ini aku pulang dengan santai, karena hari ini di cafe sangat rame, akhirnya cafe tutup lebih cepat. Nama aku Lasno, tapi lebih sering dipanggil Hery. Aku kerja di

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

5 responses to “Biola Kematian”

  1. Sebastian says:

    Nice stories Fumiki .
    Buat cerpen yang lebih banyak ya .
    Aku tunggu cerpen cerpen’mu 😉
    Good Luck …

  2. ORCAN says:

    Bagus Ceritanya posting ya…

  3. ORCAN says:

    Good luck

  4. rina musliani says:

    biolanya JAHAT…>:o

  5. khusnul fatimah says:

    Bagus bgt ceritanya,,,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *