Blood Oath

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Persahabatan
Lolos moderasi pada: 4 February 2016

“camera!!”
“rolling!!!”
“and action!!!”

“Selamat siang pemirsa bertemu lagi dengan saya bintang dan rekan saya Sigit dalam breaking news on the spot. Pemirsa kota jakarta telah dihebohkan dengan ditemukannya mayat istri seorang pengusaha muda yang sukses di jakarta Bapak Elang Hasbi Firmansyah. Istri beliau Ibu Yolanda telah ditemukan tewas pagi tadi dengan keadaan tubuh penuh dengan sayatan. Dan saya akan segera menuju ke TKP untuk membuktikannya.”

Namaku Yolanda umurku 16 aku bersahabat dengan tetanggaku Riska dari kecil. Aku dan dia selalu bersama mulai dari sekolah, bermain, belajar, dan lainnya kami selalu berdua. Dan kami meyakini persahabatan kami ini untuk selamanya dan tak akan terpisahkan. Dan seiring berjalannya waktu mulai tumbuhlah keraguan antara kami. Terutama pada Riska, dia seperti mulai menghawatirkan apa yang akan terjadi pada kami saat kami berpisah nanti. Saling melupakankah atau selalu mengingat satu sama lain walau ada jarak antara kami nantinya. Dan akhirnya kami pun membicarakan tentang hal itu, hal yang mengganjal di hati kami masing-masing.

“Yol, kamu yakin persahabatan kita ini akan abadi?” tanyanya.
“ya tentu, kenapa tidak? Kita kan hampir melakukan semua hal bersama, apa ada yang akan memisahkan kita?”
“ya mungkin, kita tak akan tahu kehidupan kita di kemudian hari atau waktu kita dewasa nanti mungkin kita akan berpisah karena hal yang penting!”
“kalau berpisah karena jarak kita kan bisa berkomunikasi lewat sosmed, sms, telepon atau yang lainnya kita kan generasi yang hidupnya berlimpah dengan teknologi.”
“tatap saja itu masih membuat diriku meragukan persahabatan abadi antara kita.”
“terus apa yang bisa membuat kamu menghilangkan keraguan itu Riska sayang?”
“kita lakukan sebuah sumpah!”

“apa sumpah? Sumpah apa?”
“ya sumpah darah, seperti urban legend yang kita baca kemarin aku juga ingin menjadi sahabat sejatimu seperti Sarah dan Alice meski maut memisahkan mereka namun pada akhirnya mereka bersama di alam yang lain.”
“tapi serem tahu.”
“apa kamu takut?”
“gak siapa yang takut. Ayo kita lakuin. Tapi kapan?”
“nanti malam. Di kamarku. Aku akan siapkan segala keperluaannya dan kamu harus nginap di rumahku. Oke.”
“oke siapa takut.”

Tengah malam aku dan Riska memulai ritual dan sumpah darah ya seperti sumpah sumpah pada umumnya selalu ada hal mistis yang menyelimuti malam ini. Semua peralatan sudah disediakan olehnya dan kami pun memulainya dengan ritual mandi kembang 7 rupa. “OMG, aku gak nyangka nih anak bisa semistis ini. Kayak udah dipersiapin sejak dulu aja. Peralatannya lengkap banget lagi gila nih anak.” Runtukku dalam hati.

“Yolanda, sekarang kita harus mandi kembang ini! terus cuci muka pake air kembang yang di baskom itu 7 basuhan ya! terus habis itu makan 7 kelopak bunga mawar dan 7 melati muda lalu minum kopi itu dan yang terakhir duduk bersila di tengah lingkaran lilin. Kamu ngerti kan Yol?”
“iya aku ngerti.” Sahutku setengah ngeri.

Saat semua selesai kami pun melaksanakan sumpah darah tersebut dengan menuliskan sumpah kami di sebuah kertas bahwa kami ini adalah “Best Friends Forever.” lalu menusuk jari telunjuk dengan jarum yang telah dibakar dan menulis kami masing-masing di kertas itu dengan darah kami. Dan sumpah darah pun telah kami lakukan. Tahun-tahun telah berlalu, kami tumbuh dewasa dan sudah lulus dari SMA kami. Aku pergi ke perguruan tinggi di kota jakarta, sementara Riska mendapat beasiswa ke yogyakarta. Kami masih terus berhubungan, setidaknya sekali seminggu. Ketika aku telah menyelesaikan gelar S1, aku mendapat pekerjaan yang baik dan memutuskan untuk menikah dengan pengusaha terkenal di sana. Aku dan suamiku membeli sebuah rumah dan menetap di sana.

Beberapa tahun kemudian, aku memiliki sepasang bayi kembar yang tampan dan cantik. Aku begitu sibuk dengan keluargaku, dan jarang menemukan waktu untuk menanyakan kabar dari Riska. Dan kami pun kehilangan kontak. Aku sempat merasa khawatir dengan keadaannya di sana karena saat aku mencoba meneleponnya dia tak pernah mengangkatnya. Sampai pada suatu malam aku bermimpi bahwa aku berada di tempat yang gelap di sana aku sedang diikat dan mulutku dibungkam oleh segerombolan orang berbadan besar. Mereka membawa suntikan dan menusukkannya ke lenganku dan itu membuatku tak bisa bergerak sama sekali lalu mereka pun memperk*saku beramai-ramai saat aku sudah terkulai lemas salah satu dari mereka mengambil pisau dan menusukkannya ke perutku beberapa kali.

Tiba-tiba aku terbangun keringat dingin bercucuran ke seluruh tubuhku, rasa takut yang berlebihan menghantuiku. Belum lama aku mencoba menenangkan diri ku dengar suara ketukan pintu jam dinding kamarnya menunjukkan pukul 12 tengah malam Elang pun masih tidur pulas di sebelahku. Ketukan pintu yang semakin keras yang membuatku semakin jengkel. “siapa sih gak tahu sopan santun apa bertamu tengah malam begini?” kataku. Aku pun beranjak dari tempat tidur dan pergi membukakan pintu tersebut. Betapa kagetnya diriku melihat Riska berada di depanku dengan wajah pucat, baju berantakan, dan penuh dengan noda darah.

“Ya Allah, Riska! Apa yang terjadi?” Seruku. Riska hanya menatapku dengan tatapan kosong.
“Ayo masuklah, di luar hujan,” kataku. “Apa kau terluka?” Riska tidak beranjak dari tempatnya berada.
“Masuklah, Riska ku mohon!?” Pintaku yang meresa iba dengan penampilannya saat ini.
“Lama tidak bertemu, Yolanda!” Ucap Riska dengan suara pelan.

“Aku datang untuk memenuhi janjiku. Aku datang untuk memberitahumu, aku telah meninggal.”
Aku terdiam mendengar ucapannya barusan. Riska mengangkat tangannya dan menunjukku dengan jari telunjuknya. Jarinya meneteskan darah. “Hidup telah memisahkan kita,” dia melanjutkan, “tapi kita akan bersama-sama dalam kematian. Aku akan menunggumu…” mendengar kata-katanya membuat tubuhku lemas dan aku pun pingsan di depan pintu rumahku.

Keesokkan paginya, saat aku terbangun aku telah berada di samping suamiku. Aku bertanya pada diriku sendiri apa yang ku alami semalam hanya mimpi tapi itu begitu nyata ku rasakan. Saat sarapan, aku melihat tayangan tv yang memberitakan bahwa pukul 12 tengah malam tadi telah ditemukan mayat istri seorang pengusaha ternama di yogya telah meninggal terbunuh setelah diculik selama beberapa hari istri pengusaha tersebut bernama Riska. Betapa kaget dan syoknya diriku melihat berita itu rak ku sangka yang ku alami semalam adalah kenyataan yang dialami sahabatku sendiri.

Sejak saat itu kehidupanku jadi berantakan aku melupakan semua kegiatan yang harusnya ku lakukan. Setiap malam aku akan mimpi yang sama seperti malam saat Riska meninggal dan aku akan mendengar ketukan pintu lalu membukanya dan menemukan Riska yang berwajah pucat dengan telunjuk penuh darah dan selalu mengatakan. “Aku akan menunggumu, Yol.” dan paginya aku merasa jari telunjukku sangat sakit sekali dan ada noda darah di sana.

Kondisiku semakin lama semakin buruk aku tak tahan dengan semua ini dan aku pun memutuskan bunuh diri. Ku sayat lenganku, kakiku, bahkan wajahku aku merasakan ngilu di seluruh tubuhku darah segar ke luar dari seluruh sayatanku di penglihatanku yang kabur aku melihat bayangan Riska mengajakku dan aku merasa jiwaku telah terbang meninggalkan ragaku. Aku hidup di alam kematian bersama sahabatku. Aku begini karena sumpah darahku padanya yang memberikan aku ikatan hidup maupun mati.

“Pemirsa breaking news on the spot sekarang saya sedang berada di kamar tempat ditemukannya mayat nyonya Yolanda. Menurut penyelidikan polisi beliau mati bunuh diri dengan menyayat seluruh tubuhnya hingga beliau kehabisan darah dan di samping mayat beliau telah ditemukan barang bukti berupa secarik kertas yang berisikan surat singkat untuk sang suami. Seperti ini isi suratnya. ‘I’m going to leave you forever. Because I had been picked up by a friend and I had to keep blood oath I ever did before. Please take care of our children. And tell it to everyone, so that no one dared try to do a blood oath like me because they would be tragic. And I’m proof. Goodbye.”

Surat itu menyebutkan sumpah darah sepengetahuan saya sumpah darah adalah sebuah urband legend lama yang berasal di luar negeri dan yang mengakibatkan ikatan batin sehidup semati dari yang melakukan sumpah itu. Jadi jika salah satu pelaku sumpah tersebut mati maka yang lain juga akan mati menysul kemudian hari. Maka para pemirsa jangan pernah mencoba hal mistis tersebut. Baiklah itulah breaking news dari saya. Saya Bintang dan Sigit di lokasi kejadian mengucapkan selamat siang dan samapai jumpa..”

“okay cut!”
“bagus Bin!”
“ya jelas, siapa dulu dong Bintang!!”
“eh, ngomong-ngomong apa beneran ada tuh sumpah darah?”
“katanya sih bener, tapi gak tahu sih kan itu cuman materi dari bos. Mana gue tahu, lo kepo ya?”
“jelas dong Sigit gitu, mau coba nggak?”
“mau, mau. Gue juga penasaran! Masa sampai setragis itu.”
“oke nanti malam di kosan lo ya!”
“oke gue tunggu ya.”
“okey bos.”

Kita akan selalu bersama dalam suka duka berbagi semua tak terpisahkan hanya kau yang ada di hatiku you’re my best friends forever.

Cerpen Karangan: Yolanda Maharani Putri Arafad
Facebook: Yolanda Maharani
Nama saya Yolanda umur 16 tahun hobi menulis dan membaca.

Cerpen Blood Oath merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cintaku Untuk Sahabat

Oleh:
Aku mulai bosan menjalani hidup yang datar datar ini. Pasalnya aku baru saja putus dari Samuel, yang sekarang resmi jadi mantanku. Alasanku putusin dia ya simple aja sebenernya, beda

Sandal Penyambung Rasa

Oleh:
Di suatu hari ada anak bernama Raib berumur 12 tahun, dia adalah santri baru di sebuah pesantren sederhana di tengah perdesaan, seorang anak yang masih polos, belum terlalu tau

Pasien

Oleh:
Suara derap sepatu, obrolan ibu-ibu dan anak kecil berlarian, semua tercampur aduk mengisi ruang tunggu rumah sakit itu. Namun, itu tak berlangsung hingga petang. Semua terasa mencekam. Hal itu

I Can’t Save My Friend

Oleh:
Sahabatku meninggal 3 tahun yang lalu. Aku sungguh bodoh saat itu. Sangat bodoh!!! Kenapa.. Kenapa saat dia terjatuh dari tangga, aku tidak langsung menolongnya?. Kenapa saat dia menjerit padaku,

Damned Song (Gloomy Sunday)

Oleh:
Namaku Alice Safitri, biasa dipanggil Alice. Alice berumur 13 tahun. Tepatnya kelas 1 SMP. Lagu Gloomy Sunday berkumandang. Menurut Alice, lagu itu sangat bagus. Setiap hari ia mendengarkan lagu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Blood Oath”

  1. Amalia Renada Permana says:

    ngeri sama kata sayatan 🙁

  2. Seharusnya lebih banyak cencored!

  3. Patrice Vani Hosana says:

    Nice story Yolanda. I like this.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *