Bukan Salahku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Thriller (Aksi)
Lolos moderasi pada: 7 April 2021

Aku menatap iba seorang ibu dan anak yang ada di hadapanku. Wajah mereka sangat menyedihkan, lebih lagi si anak itu. Dia mencoba untuk membangunkan ibunya yang telah pingsan. Ah, malang sekali.

Bersamaan ketika aku mengangkat tanganku, tangisan anak laki-laki itu semakin kuat. Kalau boleh berkomentar, jujur aku sangat kesal padanya. Ia hanya bisa menangis dan tak berusaha untuk kabur. Cih, dasar anak lemah.

Pisau di tangan kananku sudah siap sedia. Hanya soal waktu untuk menusukkannya ke perut wanita tua itu—yang kalau aku perhatikan agak besar.

“PERGI KAMU! JANGAN MENGGANGGU KAMI!” anak laki-laki itu berteriak dengan penuh amarah. Aku hanya mengernyitkan dahi melihatnya. Dasar anak sok jagoan.

Uh, sakit. Sepertinya tanganku sudah tak sabar untuk membunuh dua manusia ini. Baiklah ayo akhiri.

Aku mengangkat tinggi-tinggi pisau yang kupegang, menutup kedua mata. Kemudian berteriak sampai waktunya tiba, pisau itu tepat sasaran, menusuk perut sang ibu.
Darah segar mengalir dari perutnya. Tak berhenti disitu, tanganku mencabut pisau, kembali menusuk perut di sisi yang lain.

Kulirik anak yang ada di sampingnya. Hahaha, aku sangat puas ketika melihat anak itu! Bagaimana tidak, ia bahkan tidak lagi bisa menangis. Kalau menurutku sih, air matanya sudah habis ya?
Aku tersenyum kepadanya, “Ada apa, nak? Ayolah, kau tidak perlu terkejut seperti itu.” aku mencoba meraih puncak kepalanya, tetapi dia mundur dengan cepat. Sial. Hal itu membuatku kesal.

Aku menoleh lagi kepada Ibunya. Memperhatikan lamat-lamat bagian tubuh yang kutusuk.
A-apa!? Hey lihatlah! Ada bayi kecil! Ada bayi di perut wanita itu! Tunggu, apakah itu artinya wanita ini hamil? Apakah aku membunuhnya? Wah wah… Jahat sekali ya.
Hehehe tapi ini juga bukan salahku sih. Kau tahu? Lihatlah ke belakangku, disana ada pria tua. Dia memegang sebuah remot kontrol. Remot itu, sangat menyebalkan sekali. Andai aku bisa merusaknya.

Aku berdiri, menoleh ke arah pria tua yang ada di belakangku. “Misi sudah selesai, sayang.”

Oh, aku lupa satu hal! Aku menoleh, mencari seorang anak laki-laki yang tadi. Kasihan sekali. Dia pasti ketakutan.

Pria tua itu membuka suara. Berkata pelan kepada anak laki-laki tadi. “Kemarilah, ayo ikut bersama ayah.”
Anak laki-laki itu menggeleng tegas. Memegangi kepalanya dengan kedua tangan. Benar-benar anak yang malang.

Pria dengan pakaian serba hitam itu tampak berpikir sejenak. Kemudian berkata lagi, “Baiklah.”
Kulihat, dia kembali menekan tombol dari remotnya. Aku tertawa, dan tersenyum pada anak itu. “Hihihi. Bukan salahku ya, anak baik.”

Cerpen Karangan: Earlyka Putri Annazwa
halo! aku nggak mau ngomong apa apa sih, cuman mau bilang halo sajaaa!

Cerpen Bukan Salahku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Aku dan Suara

Oleh:
Hai, namaku Riska, usiaku 15 tahun, aku suka warna merah walaupun aku buta warna sejak lahir, dan hobiku adalah melukis pemandangan. Walaupun buta warna, tapi dari visual yang bisa

Toilet Pohon Gugur

Oleh:
Aku, yang kini duduk di bangku kelas 6 begitu gemetar, ketakutan, apa yang mungkin terjadi? Oh, ya. Namaku Merywither, saat aku kelas satu sampai kelas lima, aku selalu ditindas.

Your Eyes

Oleh:
Pagi ini adalah pagi yang sangat cerah. Tapi aku masih dalam balutan selimut tebalku yang berwarna ungu ini. “Noya.. cepetan bangun, bukannya hari ini hari kelulusan kamu” teriak mama

OPEK Pertiwi

Oleh:
Angin semilir siang ini membelai wajahku dengan lembut, rambutku bergoyang-goyang bagaikan penari hawai. Kenikmatan ini membuat mataku terpejam sejenak, menikmati hembusan angin sejuk yang menenangkan jiwa. Ya, aku ada

Love Story Anak Indigo

Oleh:
Sewaktu aku duduk di kelas 2 suatu SMPN di kota bandung. Aku mengenal seorang cewek bernama Alin, dia itu cantik dan tau apa yang sedang aku rasakan beda dengan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *