Catatan Viola

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 27 January 2018

Hadiah terakhir untukku dari ayah hanya sebuah rumah tua yang hampir mirip sebuah gubuk, tapi itu sudah sebuah keajaiban ayah masih bisa meninggalkan sedikit hartanya untukku, hartanya sudah terkuras habis oleh istri barunya dan penyakitnya.

2 minggu sudah aku tinggal di rumah peninggalan ayah di Sumedang, sesuai keinginan ayah, dia ingin aku tinggal di rumah ini sampai akau mati. O, iya, kenalkan, aku Viola, Sebuah nama pemberian ayah sejak aku lahir.

Tak ada yang menarik dari rumah ini selain kejanggalan kejanggalan yang membuatku merinding, suara aneh di malam hari, lampu gudang belakang yang selalu mati jika dibelikan lampu baru, dan lain sebagainya.

Malam itu terasa sangat dingin, “grok duk buk” terdengar suara benda terjatuh di gudang, kuberanikan diri untuk melihatnya, bulu kudukku merinding, “tenang bagas, hanya melihat gudang lalu kembali ke kamar” kataku bicara sendiri, suara suara menyeramkan itu masih ada, kudekatkan telingaku ke pintu gudang, terdengar suara seperti seseorang berbicara dengan seseorang yang lain, “kita harus pergi dari sini, Viola tak seperti Dean” kata seseorang itu, “tapi kita harus tetap di sini itu pesan Dean “kata seseorang lainnya” ‘hah, nama ayah disebut, sebenarnya siapa mereka?’ pikirku.

Ketika aku akan kembali ke kamar, tiba tiba pintu gudang terbuka, krek..
“Viola?”, kata orang itu, aku membalikkan badan, terlihat sosok orang belanda sekitar umur 40 tahunan, “si.. si.. siapa kau?” tanyaku ketakutan, “Aku teman ayahmu” jawabnya, “Hah?” kataku, “kenalkan namaku Dirck, dan ini temanku, Espen”, “bagaimana kau bisa di sini?” tanyaku lagi, “Kami sudah tinggal di sini selama lebih dari 70 tahun, dan kami akan menceritakan sebuah rahasia mengapa ayahmu mati dan kami bisa tinggal di sini” katanya, “coba ceritakan, aku akan mendengarkan”.

“baiklah, sebenrnya ayahmu adalah orang yang baik, dia senang membersihkan rumah, tapi kau tahu, hantu tak bisa tinggal di rumah yang bersih, jadi ayahmu tak pernah membersihkan rumah ini, dia juga mengizinkan kami tinggal di sini, dia yang memberi kebebasan kami untuk tinggal di rumah ini, tapi untuk tinggal lebih lama hantu harus minum darah manusia, dan kami baru minum sedikit dari ayahmu, jadi kami butuh lebih banyak darah”.
“Tidaaaaakkk”. terdengar sebuah teriakan panjang dari rumahku, dan aku mulai membagi ceritaku ini lewat sebuah cerita tentang hidupku.

Cerpen Karangan: Akbar Kurniawan
Blog: kurniawantellstory.blogspot.com
seorang penyayang kucing dan penyuka drama korea

Cerpen Catatan Viola merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selasa 20.13

Oleh:
Sekitar pukul sembilan malam dengan suasana begitu sepi di jalan raya disertai gerimis kecil. Aku sedang duduk di kafe yang lumayan sepi karena hanya ada beberapa pelanggan dan pelayan

Misteri Dua Lukisan Wanita

Oleh:
Lukisan itu ada di belakang rumah. Seperti gambar-gambar manga Jepang. Ada 2 lukisan, dan dua-duanya lukisan seorang perempuan dengan mata besar, rambut ikal bagus. Lukisan yang bagus, dan itu

My Melody (Part 2)

Oleh:
“Hei, apa yang kau lakukan di depan kelas kami?” kata salah satu dari mereka. “Oh.” kata Hyoku yang secara refleks menoleh ke arah belakangnya. Hyoku langsung melepaskan tangan kirinya

Ketakutan Alicia

Oleh:
Adalah suatu hal yang sering ku rasakan semenjak beberapa minggu lalu, tepat saat keluargaku -terutama Ayah menjual satu set piano dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari lagi. Meski berkali-kali

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *