Cermin Berdarah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 30 June 2016

Perkenalkan namaku Diana… Sudah seminggu aku tinggal di rumah yang baru dengan keluargaku… pagi itu mamaku selalu mengingatkanku agar aku jangan pernah masuk ke dalam kamar kosong itu… konon katanya di situ ada penunggunya… tetapi aku tidak mudah percaya dengan semua omong kosong itu…

“mah emang bener ya kalo di kamar kosong itu ada penunggunya? Ah masa iya mah?” Tanyaku.
“Ssssttt udah ah kamu jangan tanya lagi ke mamah soal kamar kosong itu… kan mamah udah kasih tau kamu kalo di kamar itu ada penunggunya” sahut mamaku.
“iya si mah” cakapku.
“ya udah kamu sarapan dulu gih, mamah udah nyiapin kamu sarapan” cakap mamaku.

Setelah aku selesai sarapan ayah dan mamaku pamit… “andin ayah sama mamah mau pergi ke luar kota dulu, kalo ada apa-apa kamu telpon mamah sama ayah saja” cakap ayahku. lalu aku menjawab “iya yah”

Singkat cerita
Siang sudah berlalu dan malam pun semakin larut aku mulai bosan tidur-tiduran di kamar terus, jadi aku memutuskan untuk mencoba menghampiri kamar kosong itu, dengan rasa penasaranku, aku semakin berani, perlahan aku membuka kamar itu dan setelah kulihat ternyata ada sebuah Cermin yang tergeletak di lantai “ah Cermin siapa ini? Hmmm coba ah aku bawa dulu ke kamar” cakapku.

Aku langsung keluar dan menutup kembali kamar kosong itu sambil membawa Cermin yang aku temukan di kamar kosong itu… “Widihhh bagus banget nih cermin tapi aneh, kenapa cermin sebagus ini ada di kamar kosong itu? Ah yau sudahlah jangan dipikirin hehehe” gurauku.

Aku mencoba berkaca diri di depan cermin itu, dan kadang-kadang sambil menata rambutku, tiba-tiba sekelebat bayangan lewat tepat di kamarku dan menuju ke kamar kosong itu. “ehhh! Apaan tuh yang lewat? Hiihhhh serem amat… Coba deh aku lihat dulu” cakapku.

Setelah itu aku menghampiri kamar kosong itu lagi dan mencari bayangan yang lewat tadi, dan secara tiba-tiba pintu kamar itu tertutup sendiri dan aku kaget, aku mencoba membuka pintu itu dengan sekuat tenaga tapi tetap saja tidak terbuka. “ya tuhan gi-gimana ini a-a-ku tidak bisa membuka pintu ini” aku semakin ketakutan dan tiba-tiba datanglah makhluk yang menyeramkan sambil menyeringai jahat kepadaku dengan muka yang hancur, mahkluk itu membawa sebilah pisau yang ada dengan tetesan darah dan matanya? matanya penuh dengan kebencian dan kedendaman. “s-si-siapa kamu? To-long jangan sakiti aku” Makhluk itu semakin mendekati aku dan seakan-akan dia mau membunuhku… makhluk itu berkata dengan seram “kamu, kamu! Yang telah mengambil cerminku dari kamarku! Kamu harus membayarnya dengan nyawa kamu! Tidak ada kata ampun bagimu!!!” Aku semakin ketakutan dan aku semakin tak berdaya… makhluk itu semakin dekat dan dia langsung mengayunkan pisau itu tepat di perutku “ahhh!” Aku kesakitan dan lemas aku tidak bisa bangkit. banyak darah yang keluar dari perutku. makhluk itu tertawa dengan puas. Setelah aku tebujur kaku… makhluk itu menghilang entah kemana, dan paginya orangtuaku menemukanku dengan cara yang tragis, aku ditemukan di bawah tempat tidur yang berada di kamar kosong itu dan tepat di dadaku ada sebuah cermin itu.

TAMAT

Cerpen Karangan: Laras Sapty
Facebook: Laras Sapty
Hai namaku Laras Sapty ini cerpen pertama ku… aku duduk di bangku sekolah menengah pertama (SMP) BORCESS… jgn lupa coment yah… THANK YOU

Cerpen Cermin Berdarah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tsuji Ura

Oleh:
Ditengah hari yang panas. Ada dua orang sahabat bernama Rika dan Yukki. Mereka sangat menyukai hal hal yang berbau horror. “Rik! Kamu mau main satu permainan ini tidak?”. Tanya

Tersiksa Dalam Kematian

Oleh:
Hari yang cerah untuk jiwa yang sepi. ku biarkan lagu peterpan mengalun di senjaku. hari ini memang nikmat dengan segelas kopi hangat, di beranda tua ini ku biarkan burung

Pussy

Oleh:
“Meong… meong…” “Suara kucing? Dari mana? Aduh geli, apa ini? Ha? Kucing? Kucingnya siapa ini? Ayah Bunda kucingnya siapa ini?” “Itu kucing kamu Haura.” Kata Bunda “Kucing Haura?” “Iya

Mengapa? (Part 3)

Oleh:
Seperti biasa, awan putih mulai menyapa di pagi hari yang ditemani dengan mekarnya dedaunan. Aku merasa hariku yang sebenarnya akan dimulai. Rasa pegal yang aku rasakan kemarin mulai luntur.

You Must Dead

Oleh:
Aku sendirian di rumah, kedua orangtuaku pergi ke luar kota karena ada urusan pekerjaan. Aku tidak ikut karena malas. Aku mengambil sebungkus cemilan lalu membawanya ke ruang tengah untuk

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cermin Berdarah”

  1. christian says:

    serem jg kalo bacanya malem’ di tunggu yg lainnya yah ☺

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *