Cermin Berhantu

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 17 April 2015

Hari ini tante Lisa datang. Seperti biasa, tante lisa membawakan hadiah untukku. Kali ini hadiahnya adalah sebuah cermin berdesain mewah. Aku sangat menyukai cermin itu. Kebetulan di kamarku ada paku kecil hingga aku bisa langsung memasang cermin itu. Setelah menemani tante Lisa mengobrol, tante Lisa pulang.

Sore itu, aku berkaca di depan cermin tadi. Tampak sebuah titik di pipiku. Kukira hanya semacam luka biasa. Aku tidak memedulikannya dan langsung pergi. Malamnya ketika aku mau tidur, aku merasa pipi kananku agak perih. Aku segera melihat ke arah kaca. Ternyata luka yang tadinya hanya sebesar titik, sekarng sudah sebesar kelereng. Aku memberinya salep, lalu tidur.

Esoknya aku bangun, aku menyisir rambutku dengan posisi menghadap ke cermin. Aku terbelalak. Luka itu membesar, menjadi sebesar uang logam. Aku sangat ketakutan. Segera kuambil jarum untuk memecahkannya. Tapi begitu ujung jarum menyentuh luka itu, ada rasa sakit tidak tertahankan. Aku segera melempar jarum itu. Aku segera turun, untuk mencari mamaku. Tapi aku lupa kalau mama dan papaku lagi pergi ke Singapura.

Sorenya kupandang cermin itu. Tampak, kini luka itu sudah sebesar telur. Aku hanya bisa pasrah, dan meratap. Tiba-tiba terdengar suara dari belakangku, “buanglah cermin itu!!” Kata suara itu. Aku segera menengok ke belakang. Tak ada siapapun ternyata di belakangku. Aku tak memedulikan suara itu dan asik membaca komik. “Buanglah cermin itu!!” Kata suara itu lebih keras. Aku diam saja, dan memutuskan untuk tidur.

Aku terbangun di pagi itu, dengan pipi kanan yang amat teramat perih. Aku melihat kini luka itu sudah sebesar buah jeruk. Aku takut sekali. Aku ingin memecahkannya tetapi aku tidak punya cukup banyak keberanian. Akhirnya setelah diam sejenak, lalu cepat-cepat menusukan jarum ke luka itu. Tiba-tiba muncul beribu ribu kelabang dan kajengking yang menyerang mukaku. Lalu aku pingsan.

Hari ini banyak orang berdatangan ke rumahku. Ibu dan ayahku juga langsung pulang dari singapura. Tampak bendera tanda berduka, dipasang di depan rumahku. Semua tampak menangisi kepergian seseorang. Aku tahu orang itu, dan bahkan kenal dekat. Karena orang itu adalah aku…

Tamat

Cerpen Karangan: Jessica Pramesti P

Cerpen Cermin Berhantu merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Liburan Yang Mengerikan

Oleh:
Pada hari selasa aku dan temanku merencanakan sesuatu untuk liburan di semester ini. Yap. Kita menghabiskan satu minggu untuk pergi ke hutan dan mencari tempat untuk kemah. Aku, Safa,

Hantu Si Hitam Besar

Oleh:
“Pohon itu angker. Kau tidak boleh pergi ke sekitar pohon itu. Nanti kau bisa sakit, atau hilang dibawa makhluk hitam besar!” Kata-kata itu yang selalu diucapkan oleh ayahku. Bosan

Rumah Megah Tak Bertuan

Oleh:
“Klik..” ada notice sms masuk ke hpku. Kuambil hpku yang tengah tergeletak di atas meja, dan benar dugaanku gajiku bulan ini telah ditransfer oleh pak Burhan. Pak Burhan adalah

Lemari Kosong (Part 1)

Oleh:
Cerita macam apa ini? Pikiranku menjerit. Mataku melebar tak percaya dan jantungku berdegup kuat, seperti ingin melompat dari rongga dada. Di sela-sela jari dan telapak tangan keringat dingin merembes.

Grey In Bregagh Road

Oleh:
Grey terus berlari sekuat tenaga menyusuri deretan pohoh-pohon tua yang mengepung di sisi kiri dan kanan bagai hendak menerkam. Grey tak tahu tengah berada di mana, yang ia tahu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Cermin Berhantu”

  1. dinbel says:

    seru cerita nya. good job
    di tunggu cerpen selanjutnya & tetap semangat yaaaaaa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *