Cheerleaders Disastrous

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 19 March 2016

Gerimis halus mewarnai pagi ini. Aku pun menyusuri koridor sekolah, tiba-tiba di hadapanku ada Putri yaitu kakak kelasku sekaligus kapten cheersleaders. “Mari ikut denganku.” dia pun terus menarik tanganku dengan sangat erat dan ternyata dia mengajakku ke kamar mandi, dia pun mendorong badanku masuk ke kamar mandi dan dia mengguyurku dengan air yang ada di dalam bak kamar mandi tersebut lalu dia menjambak rambutku, “Ini akibatnya karena lo menjadi kekasihnya Kurniawan, mantan gue. Asal lo tahu gue itu masih cinta sama dia.” bentaknya, dia melepaskan jambakannya dari rambutku dan aku pun tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menangis dan menahan dingin menusuk tulangku. Aku pun memutuskan untuk membolos, karena bajuku basah kuyup seperti ini.

“Tok.. Tok.. Tok..” aku mengetuk pintu rumah temanku, Sylva.
“Clara, kenapa kamu basah kuyup seperti ini? Mari silahkan masuk.”
Setelah aku mengganti pakaianku dengan pakaian Sylva dan menghangatkan badan dengan secangkir teh hangat, aku pun menceritakan semuanya kepada Sylva.
“Lo nggak boleh diam aja Clara. Lo harus bertindak lebih lanjut.” sambil memeluk boneka minions yang berada di kasur kamar tidurnya.
“Bertindak lebih lanjut bagaimana?”
“Ya lo harus balas dendam.”
“Ha? Balas dendam? Nggak aku nggak bisa ngelakuin itu.”
“Lo mau ditindas, diperlakukan sewenang-wenang sama dia? Jika lo ingin balas dendam lo akan gue bantu. Gimana?”

Bagaimana Sylva bisa berpikir seperti itu? Memang masa lalu Sylva begitu kelam, dia dulu dicap sebagai psikopat pada saat SMP dulu. Tetapi sepengetahuanku dia sudah sembuh dari psikopatnya itu. Apakah gejolak psikopatnya mulai muncul kembali? Apakah nanti jika aku mengikuti pendapatnya tadi aku menjadi psikopat? Tidak! Tapi jika aku tidak melakukannya aku akan mengalami tekanan batin yang terus-menerus dan dia juga baik hati akan membantuku, tapi bagaimana bisa aku melakukannya. Entahlah hal ini membuat aku dilema.

“Clara?” Sylva membuyarkan lamunanku.
“Eh hem, iya ada apa?” tanyaku gugup.
“Bagaimana?”
“Hem, tidak perlu biarkan gue sendiri yang menyelesaikan masalah gue sendiri. Ya sudah kalau begitu, sepertinya gerimis sudah berhenti. Gue pamit pulang dulu ya? Nanti baju lo besok gue kembalikan.” aku pun tersenyum kecil.
“Baiklah. Oke.” membalas senyumku.

Langit telah berubah menjadi gelap, bintang pun dengan sinarnya turut hadir di malam ini. Malam ini aku memutuskan untuk mengakhiri hubunganku dengan Kak Kurniawan yang baru 3 hari. Sejujurnya berat untuk melakukan ini, tapi mau bagaimana lagi daripada aku harus tersiksa dengan semua perlakuan yang dilakukan oleh Kak Putri kepadaku dan bisa saja nanti dia menerorku atau apa pun lebih baik ku akhiri saja semuanya ya walaupun menyakitkan. Pagi pun telah datang. Hari ini membuatku buruk, bagaimana tidak aku harus latihan cheers hari ini. Sebenarnya aku ingin keluar dari cheersleaders tetapi sayang, karena menjadi tim cheers merupakan impianku dari SMP. Terik matahari begitu menyengat di tengah lapangan basket aku beserta tim lainnya latihan cheersleaders.

“Oke baiklah hari ini kita akan latihan thight stand. Hem, Clara kamu yang jadi flyernya.” kata Kak Putri menjelaskan kepada kami semua.
“Baik Kak.”
“Visca nanti lo sama gue jadi basenya.”
“Baik Kak.”

Visca dan Kak Putri pun berbisik, entah apa yang mereka bisikan. Kak Putri pun memberikanku komando gerakan apa yang harus aku lakukan, setelah aku bisa berdiri di pangkal paha mereka, tiba-tiba mereka berdua pun tidak memegang kakiku lagi aku pun kehilangan keseimbangan dan plak! Aku terjatuh mereka semua menertawakanku aku pun bangkit dan hanya bisa menangis pada saat itu, lalu aku pergi meninggalkan mereka dan pulang dengan masih bercucuran air mata. Dari sore, petang hingga larut malam air mata ini pun masih mengalir di pipi tembamku, mataku pun menjadi sembab. Rasa dendamku pun kini bergejolak, inilah waktunya pembalasan akan semuanya.

Sekolah seperti kuburan pada sore ini. Semua penghuninya sudah pulang, hari ini aku pulang terlambat karena aku harus piket membersihkan perpustakaan. Aku pun menyusuri ruang laboratium IPA, lalu aku melintasi ruang cheers dan pintunya terbuka lebar. Ku lihat ada Kak Putri sedang menyisir rambutnya tetapi dia tidak melihat ke arahku, tepatnya aku sedang berada di belakangya. Niat untuk membalas dendam kini ku lakukan. Lalu ku ambil cutter di dalam tasku, dengan langkah yang pelan aku pun mendekatinya dan kini ku jambak rambutnya dan ku tempelken cutter di leher depannya.

Lalu ku ***** kulit lehernya dengan cuttter seketika bercucuran darah dari lehernya, “Ah…” dia meringis kesakitan. Lalu masih ku jambak rambutnya, ku seret dia ke halaman belakang sekolah. Ku benturkan kepalanya di pinggiran sumur, dan darah bermuncratan di pinggir sumur tersebut dan dalam sekejap matanya pun terpejam ya dia telah tewas. Dan dengan sekuat tenaga aku memasukkannya ke dalam sumur yang dalam. Ya sampai saat ini tak ada yang tahu tentang hal ini. Mungkin sekarang aku adalah seorang psikopat. Dan misi pembalasan dendamku pun berhasil.

Cerpen Karangan: Yuni Lestari
Facebook: Yuni LY

Cerpen Cheerleaders Disastrous merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Keluar Dari Tubuhku!

Oleh:
Perlahan-lahan, aku bisa merasakan di mana diriku. Bau obat-obatan, bunyi peralatan medis, dan percakapan beberapa orang di dekat tempatku terbaring. Tak ada lagi anesthetize, dan aku akan segera bangun

Tangis Mu Merayu

Oleh:
Suara burung hantu dan lolongan anjing di atas bukit mengusik sepi yang hampir abadi malam ini. Sesaat suara mereka bersahutan. Entah anjing atau serigala, tapi lolongannya kian melengking memenuhi

Rintihan Di WC Sekolah

Oleh:
Kala itu hari dimana libur akan tiba, aku selaku anggota OSIS di Suatu sekolah Menengah Pertama Negeri di Bandung, sedang melakukan persiapan Ospek untuk Siswa/siswi baru yang akan datang.

Gadis Pemimpi

Oleh:
Di jalan suaka indah terdapat beberapa rumah yang sudah tak berpenghuni. Alhasil tempat ini dimanfatkan satu kelurahan warga asing alias HANTU! Salah satu rumah mewah nan megah, ada satu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *