Cinta Pertama

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 29 December 2018

Hai namaku saaih, aku punya indra ke enam yaitu bisa melihat apa yang tidak bisa kalian lihat, di sekitarku banyak sekali yang mendatangiku, mulai dari yang sekedar berkenalan sampai ada yang mengganggu. Aku biasa saja dengan semua itu, tapi ada satu makhluk yang membuatku tersenyum sendiri melihatnya, yaitu perempuan cantik yang selalu mengikuti abangku, yaitu bang thoriq.

Perempuan itu sepertinya seumuran denganku, setiap aku melihatnya dia seperti menyuruhku diam, dan aku punya firasat buruk tentangnya. Aku takut akan terjadi apa apa.

Suatu hari aku ingin mengatakan semuanya kepada bang thor, semuanya bermula ketika keluarga kami (13 orang) sedang makan siang di rumah, aku pun menceritakannya, aku tau dia ada di dekat sini, tapi setidaknya jika terjadi apa apa semuanya bisa membantu.

Aku pun mulai bercerita “Bang thor sepertinya ada perempuan yang mengikutimu, dia terlihat seperti hantu yang jahat…” ketika aku lagi bercerita tiba tiba bang thor berteriak “Cukup saaih yang kau ceritakan itu bohong semua itu kebohongan!!!” dengan nada tinggi
Aku menjawab “Tidak bang aku tidak bohong, aku melihatnya sendiri!!.” seketika seluruh anggota keluargaku seperti tertidur tiba-tiba, tapi tidak itu bukan tidur… Pingsan?. Sepertinya juga bukan, hanya aku dan bang thoriq yang sadarkan diri, kita duduk berhadapan.

Ketika aku melihat sekeliling… Tapi aku tidak menemukan perempuan itu.. Tanpa kusadari tiba-tiba bang thoriq sudah duduk di sebelahku, aku terkejut sampai hampir terjatuh dari kursiku, tetapi seperti ada yang menahan kursiku agar tidak terjatuh, ketika kulihat ternyata itu perempuan tadi… Aku hanya bisa melamun melihatnya dari dekat, dia tampak cantik sekali, tiba tiba bang thoriq menatap mataku dan berkata “Sudah tau kan sekarang dia bukan makhluk yang jahat, kau bisa mulai menyapanya.”

Aku pun memberanikan diri untuk menyapanya “Ehm… Hai boleh kita kenalan” sambil memberanikan diri untuk bersalaman. Dia menjawab “Ehm… Boleh namaku zahra…” dia tersenyum tersipu malu kemudian tiba-tiba dia menghilang… Aku terus membayangkan perempuan itu… Tiba tiba bang thoriq menepuk pundakku dan berkata “Dia suka kamu…” seketika pipiku memerah.. Aku pun berusaha memangilnya… Dia pun keluar dengan wajah tersipu malu, sekarang dia tepat di sebelahku… Aku pun berusaha memegang tangannya… Dan aku memberanikan diri untuk memegang tangannya… Tangannya halus dan lembut sekali… Tapi tangannya terasa dingin…

Tiba tiba seluruh keluargaku kembali sadarkan kan diri, ketika sadar… Yang mereka rasakan seperti habis disuruh thoriq untuk menutup mata selama 5 detik. Aku berusaha mencari perempuan itu tapi dia tak terlihat… Ternyata perempuan tadi memasuki tubuh manusia untuk bisa disentuh dan itu badan bang thoriq….

Tapi saat seluruh keluargaku membuka mata yang mereka lihat adalah, aku dan bang thoriq sedang pegangan tangan dan dengan pipiku yang memerah..

Cerpen Karangan: Rania Kayana
Blog / Facebook: Rania Kayana
Hai aku Rania.. ini cerpen pertamaku, buat cerpen ini iseng aja kok, aku gak tau bakalan gimana respon kalian tentang cerpenku.. semoga suka ya
IG: @rania_kayana1134

Cerpen Cinta Pertama merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mimpi Buruk Di Penghujung Senja

Oleh:
Kudorong tubuh Dave dari rangkulan tangannya di pinggangku. Aku beranjak menuju toilet kampus. Melewati lorong yang panjang dan sepi. Tersinari cahaya jingga tanpa sedikitpun angin berhembus. Aku menghindar dari

Angelia

Oleh:
Global warming memanaskan bumi ini, panas menusuk sampai ke jiwa, musim bergilir tidak menentu, dan orang-orang mengeluh karena sawah-sawah mereka gersang dan kekeringan. “Aaahhh..” Kuik melepaskan baju sekolah yang

Pamali

Oleh:
Di zaman sekarang ini mungkin kata pamali sudah gak dipercaya lagi, apalagi di kota-kota besar seperti Jakarta. Dan menurutku juga, kata pamali itu cuma ada di zaman nenekku. Maklum

Petualangan 24 Jam

Oleh:
Gue selalu dituntut sama orangtua gue agar bisa berdagang, alasannya sih simpel. Agar bisa meneruskan usaha keluarga yang sedang berjalan. Gue selalu diajari caranya berdagang dari A sampai Z.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *