Darah Keabadian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Sedih, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 29 May 2018

Aku sungguh tidak mengerti apa yang terjadi padaku, terkadang aku menangis dan terkadang aku tertawa. Hahahahahhaa.. Konyol memang.. Banyak orang mengatakan aku gila. Ya.. Tentu.. Aku memang gila. Gila karena cinta yang bodoh.. Tolol.. Hahahaha
Aku benci semua ini. Aku benci dirinya!!! Dia yang membuat aku seperti ini, seperti orang bodoh.

Kulangkahkan kakiku menuju suatu rumah yang menyimpan sejuta kenangan. Dimana di sana berada separuh hatiku, separuh hati yang dahulu membuat aku bahagia dan saat separuh hati itu telah pergi meninggalkan luka.
Kubuka pintu rumah itu.

“Angga.. Sayang.. ” teriaku dengan nada lembut tapi menakutkan.
“Angga.. Aku menantikanmu di sini.. Ayolah sayang.. Temui aku.. Aku menginginkanmu”

“Ha?! Aska!! Kamu ngapain di sini?!” teriaknya kaget dan ketakutan.
“Ooohh.. Sayangku… Aku merindukanmu..” kataku berjalan mendekatinya dan memeluknya. Namun apa yang terjadi?! Angga malah menepis pelukan rinduku.
“Pergi kamu!!! Dasar perempuan gila!!” teriaknya mengataiku.
“Tapi kau yang membuatku gila!” bentakku sambil memelototkan mataku yang sedari tadi sudah memerah dan sembab.
“Sana!! Pergi!!” usirnya dengan nada ketakutan.

“Ohhh.. Rupanya kau benar benar menyebalkan!!!” aku menyeringai dan mengeluarkan pisau dari tasku yang semalam kuasah.
“Aska!!! Ka.. Ka.. kau mau apa” tanyanya ketakutan dan menjauh dariku.
“Hahahahahaha.. Dasar bodoh!! Tentu saja aku akan membunuhmu!!” teriaku sambil tertawa dan membelai pisau itu.
“Kau benar benar sudah tidak waras!!” teriaknya ketakutan.
“Benarkah sayang? Aku memang sudah tidak waras, jadi… TERIMALAH INI!!!” teriakku sembari menusukkan pisau itu di perutnya.

“Hahahahaha.. Lihatlah sayang. Sekarang kau sudah tidak berdaya!! Sama seperti keadaanku sewaktu kau meninggalkanku, kau menghancurkan cinta yang sempat bersemi. Kau benar benar tidak punya hati!!!” bentakku padanya yang sudah terkulai lemah bersimpah darah.
“Ka.. Kau.. Be.. Be.. benar.. Be.. benar busuk!!!” katanya dengan terbata bata.
“Aku seperti ini karena kamu ngga.. Aku cinta sama kamu.. Dan kamu yang telah membuat cinta ini menjadi benci!!! Sekarang, rasakanlah sakot itu! Dan tenggelamlah kau di keabadian sana!! Hahahahaha” ocehku lagi.

Seketika, tak ada suara angga lagi.. Tak ada tanda tanda kehidupan pada Angga.
“Angga, maafin aku!!!” teriakku lemah tak berdaya melihat Angga yang bersimpah darah karena ulahku.
“Baiklah ngga.. Kalau aku tidak ditakdirkan bersama denganmu di dunia ini, maka kau harus menjadi takdirku di sana” kataku sembari menancapkan pisau yang sudah berlumuran darah Angga keperutku.
“Aa.. Aaa.. Aaaku.. Mencintaimu.. ngga” kataku terbata bata menahan sakit. Hingga aku terlelap dalam keabadian bersama Angga.

Cerpen Karangan: Astri Kaniasari
Facebook: Astri Kaniasari

Cerpen Darah Keabadian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


The End (Part 5)

Oleh:
Esok pagi ketika aku tiba di lantai tiga, aku bertemu dengan Leon yang sedang berdiri di pinggir pembatas. “Pagi Jeslyn!?” Leon menyapaku. “Leon?!” Aku melangkah cepat menuju Leon, dan

I Love You But Goodbye

Oleh:
Malam itu udara terasa dingin, hembusan angin mulai terasa menusuk tulangku. Aku hanya bisa menatap bintang-bintang yang indah di langit sana, dengan perasaan hampa. Ternyata hatiku tak seindah bintang-bintang

Awal yang Indah Akhir yang Indah

Oleh:
Sudah dua jam Shasi memandang langit di musim dingin yang berselimutkan kabut tanpa bergerak sedikit pun. Tanpa disadari air matanya jatuh perlahan mengalir di pipi chubbynya. Seakan-akan kabut itu

Gitar Cinta Penuh Darah

Oleh:
Di sebuah sekolah ternama di jakarta. Pagi itu para murid kelihatan mulai dengan aktivitas sehari-harinya, ada yang berangkat secara sendiri-sendiri atau rombongan. Tiba-tiba Frank beserta gengnya, datang dengan mobil

Terluka Akan Cinta

Oleh:
“meskipun aku tak seterang kejora, tetapi aku masih bintangmu yang akan jatuh tepat pada hatimu” Tepat saat matahari mulai mengusap lembut wajahku, aku pun mulai membuka mataku perlahan. Kulihat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *