Deadly Challenge

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 7 April 2018

Namaku Ardeon Rolley. Aku mempunyai saudara kembar bernama Aradine. Dari kecil kami hidup bahagia. Tapi semua berubah semenjak ayah dan ibu kami meninggal. Adikku menjadi cengeng dan aku juga mulai menjadi orang yang gampang depresi.

Suatu hari, aku merasa hidupku sudah tidak ada apa-apanya. Aku pun membuka handphoneku. Aku melihat ada notifikasi dari VK.Com (Bisa dicari di Google). Aku membuka notif itu. Aku melihat tulisan ‘The Blue Whale challenge. Challenge for all depression people’. “Hm? Apa ini?” Batinku. Aku membacanya lebih lanjut.

Setelah membacanya, aku merasa tertarik mengikuti challenge itu. Aku menulis ‘I want to join #curatorfindme’ di akun VK ku. “Challengenya seperti apa ya?” Tanyaku penasaran. ‘YOU’RE JOINED’

Hari pertama sampai hari ke sepuluh, tidak ada apa-apanya. Masih normal saja bagiku. Challengenya cuma sekedar bangun di jam 4:20 pagi lalu menonton film horor yang diberikan curator.

Hari ke sebelas sampai ke dua puluh, sepertinya semakin keterlaluan. Aku disuruh untuk menusuk tanganku dengan jarum sampai benar-benar masuk. Aku meminta curator untuk berhenti. Tetapi curator malah menjawab “Jika kau tak ingin melanjutkannya, biar aku saja yang melanjutkannya!”

Ini sudah hari ke 49. Luka di tangan dan kakiku sudah semakin banyak. Aku sudah tak tahan. Aku pun menghentikan challenge itu secara diam-diam. Tidak terjadi apa-apa rupanya.

Esok harinya, aku menunggu adikku, Aradine, di kantin sekolah. “Lama sekali!” Batinku kesal. Tiba-tiba hpku berbunyi. “Oh, Aradine menelepon…” Langsung saja aku mengangkatnya. Belum sempat aku berbicara, terdengar suara laki-laki.
“Halo? Kau bukan Aradine! Siapa kau?” Aku mulai panik. Dia menjawab “Hahaha… Kau sudah menghentikan challengenya bukan? Ok, kau boleh berhenti. Tapi…” Telepon itu mati.

Tiba-tiba, Ada pesan masuk di hpku.
Ternyata, dia mengirimkan video. Kubuka video itu. Mataku membulat karena kaget. Kulihat Aradine yang diikat di sebuah tiang dan dua orang pria yang membawa kapak di belakangnya. Aradine menangis meminta pertolongan. Tiba-tiba, salah satu pria itu mengayunkan kapaknya ke arah Aradine dan seketika layar berubah menjadi hitam. Cuma suara teriakan yang kudengar.

Kakiku melemas melihat video mengenaskan tentang kembaranku itu. Air mataku keluar dari mataku. Aku terdiam untuk beberapa saat. Sampai saat itu ada orang yang memukulku dengan sesuatu yang sangat kencang.
Disaat-saat seperti itu, aku hanya bisa mendengar suara tawa. Setelah itu, aku tak mendengar apapun lagi. Aku memejamkan mata dan tiba-tiba saja mucul bayangan Aradine yang memakai gaun putih.

“Ardeon, Selesai sudah cerita kita di dunia ini…” Aradine mengulurkan tangannya padaku.
“Mau pergi bersama?”
“… Ya…” Aku membalas uluran tangannya dengan tanganku. “Mari kita sudahi kisah hidup kita…”

Cerpen Karangan: Shabrina Assyifa
Facebook: JHope Snakeu

Cerpen Deadly Challenge merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Time Ghost (Part 1)

Oleh:
Beberapa hari yang lalu aku dan teman-teman seangkatan berhasil berperang di atas selembar kertas putih dengan bersenjatakan sebatang pensil runcing. Ujian Nasional telah kami lewati. Semua berjalan lancar. Rencana

Bandung Nightmare

Oleh:
Namaku Ketrin, aku bersekolah di SMPN 2 Bandung. Dua hari aku tidak masuk sekolah. Entah mengapa saat aku tadi pulang sekolah tiba tiba Sherly temanku membicarakan sesuatu di depan

Rumah Kosong

Oleh:
Waktu itu pukul menunjukan jam 22.00. Entah mengapa ibu dan ayah memutuskan membeli rumah dan pindah di samping rumah yang menurutku seram dengan lingkungan yang gelap. Aku terdiam melihat

Ruangan itu

Oleh:
Hari ini tidak seperti hari-hari biasanya, semua siswa ketakutan setelah mengalami insiden itu. Temanku yang memasuki ruangan itu meninggal, temanku yang bernama Chanzeol biasa kupanggil chan-chan, dia suka sekali

Sarinah (Part 1)

Oleh:
Dengan nafas yang terengah-engah Audy menutup pintu kamarnya lalu ia duduk di lantai sambil bersandar di balik pintu itu. Audy mulai mengatur nafasnya yang mulai menyesakkan dada, wajahnya pucat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *