Dendam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 27 March 2018

Aku tak sabar menunggu pukul 8 pagi. Aku terus memandangi jam tanganku. Pukul 8 nanti Valdi mau mengajakku pergi ke taman penangkaran kupu-kupu. Dia teman terbaikku. Aku menunggunya di teras depan rumahku. Dia pun datang. Datang dengan sepeda ontelnya yang cukup tua. Namun cukup bagus untuk dipakai. Valdi nampak tampan dengan penampilannya.

“Ayo”
Aku tak menjawabnya, aku hanya melempar senyum padanya lalu naik ke sepeda. Aku sangat senang ketika dibonceng oleh Valdi. Aku lebih suka naik sepeda daripada naik motor. Sebenarnya aku juga punya sepeda, tapi sayangnya ban sepedaku bocor.

“Kita sampai, bagaimana, apa kau suka, wa?”
“Tentu saja” jawabku dengan bahagia.
Aku sangat suka dengan kupu-kupu.
“Salwa, apa kau membawa kamera?”
“Tentu saja aku membawanya, aku kan suka dengan kupu-kupu”
Valdi hanya senyum-senyum melihatku sangat senang. Aku mengambil kamera dari dalam tasku. Dan aku lupa menutupnya kembali. Tanpa kusadari seekor kupu-kupu hitam masuk ke dalam tasku, dan ikut terbawa pulang olehku

“Val, pulang yuk, udah capek banget nih” ajakku.
“Oke, ayo”

Entah mengapa sepanjang perjalanan pulang perasaanku menjadi tidak enak. Ah, sudahlah. Mungkin hanya perasaanku saja. Akhirnya kami pun sampai di rumahku.
“Makasih ya, Val. Udah mau ngajakin aku jalan.”
“Iya, sama-sama. Aku balik dulu ya.”
“Ya, sampai jumpa. Hati-hati ya, Val.” Aku menatap jalanan hingga tak nampak lagi sosok Valdi.

Perasaanku semakin tidak enak saja. Entah mengapa. Aku berjalan lemas menuju kamar mandi. Dan betapa terkejutnya aku saat aku melihat puluhan bangkai kupu-kupu terapung di atas air bak mandi. Namun, saat mengedipkan mata, semua bangkai kupu-kupu itu hilang. Aku berpikir itu hanyalah halusinasiku saja. Tapi aku benar-benar takut. Tak ada satu orang pun di rumah. Ayah dan ibu menjenguk nenek yang sedang sakit. Aku tidak diajak dengan alasan aku harus sekolah.

Selesai mandi aku pun berkaca di depan cermin. Lagi-lagi aku terkejut dengan hadirnya makhluk yang sangat menyeramkan. Aku melihatnya di cermin. Makhluk itu memiliki sayap hitam menyerupai kupu-kupu. Wajahnya pucat penuh darah, seolah-olah dia baru disiksa. Aku sangat ketakutan melihatnya. Anehnya lagi saat aku menengok ke belakang, makhluk itu telah hilang.

Malam pun tiba, angin bertiup kencang membuatku semakin takut saja. Pukul 9 malam setelah aku selesai belajar aku pun tidur. Angin masih bertiup kencang, lama-kelamaan diiringi gerimis yang turun. Aku merebahkan tubuhku di atas kasur. Mengingat kejadian siang tadi. Sayup-sayup kudengar suara rintihan tangis di bawah kasurku. Suaranya diiringi cakaran-cakaran kuku ke lantai. Aku sangat takut. Entah makhluk apa itu. Suara tangisnya semakin menjadi-jadi. Aku memberanikan diriku untuk tirun dari kasur dan menengok makhluk apa itu. Aku pun turun dari kasur. Makhluk itu pun keluar dari kolong kasur. Makhluknya sama persis seperti yang kulihat di cermin siang tadi. Dia tepat berada di depanku.

Pelan-pelan aku bertanya padanya.
“Siapa kau? Mengapa kau menggangguku?”
“Aku, aku ini kupu-kupu yang telah kau siska sewaktu kau kecil dulu. Kau juga menangkap teman-temanku. Kau mengurungku di dalam toples hingga aku dan teman-temanku mati. Kini aku akan membalaskan dendamku padamu. Hahaha…!!” makhluk itu tertawa mengerikan. Dia semakin mendekatiku. Aku tak bisa mengelak. Dia mencekikku hingga aku… mati.

Cerpen Karangan: Lulu Rohmatul Ulya
Facebook: Lu’lu Al-farizy

Cerpen Dendam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Perjalanan Yang Mendebarkan

Oleh:
Aku punya kembaran bernama Dhika. Dhika punya kemampuan melihat hal mistis atau gaib. Menurut kepercayaan mamaku, jikalau ada anak kembar pasti salah satunya pandai dengan hal mistis. Ketika itu,

Bloody Angel

Oleh:
Aku adalah sebuah pisau dapur. Aku dibuat untuk para ibu-ibu yang ku pastikan memakai jasaku melayani suami dan anak mereka. Sebesit pikiran melintas, terbayang seorang ibu-ibu bertubuh gempal bercelemek

Kuil Tua Pembawa Jiwa

Oleh:
“Andai pada waktu itu, aku berhasil menghalang mereka… Aku tak akan dikejar rasa bersalah seperti ini”. Ucap seorang remaja wanita bernama alejandra. Yang termenung di bawah rembulan malam. 2

Bad Dream

Oleh:
Malam sudah mulai larut. Namun, klub malam itu kian meramai. Beberapa wanita hottest sedang melakukan tugasnya dan juga wanita str*ptease yang asik meliuk-liuk pada sebuah tiang yang berada di

Home Alone

Oleh:
Huft.. Kubenamkan wajahku di atas kasur empuk bermotif kartun doraemon kesukaanku. Pokoknya aku tidak akan keluar kamar sebelum mama mengizinkanku pergi bersama teman temanku ke bioskop. Tok.. Tok.. Tok

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *