Diantara Dua Makam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 11 September 2012

Dua tahun lalu, tepatnya pada tahun 2010 lalu, aku menempati kos baru yang kedua kalinya dikota pahlawan yang terkenal dengan patung Jenderal Sudirman ini. awalnya, aku happy banget dengan kos ini, bagaimana tidak, rumahnya luas, kamarnya juga luas, lemarinya besar, tempat tidur boleh milih, boleh dipan atau ranjang yang berukuran no 1. seprainya juga masih baru, semua serba baru. kulkas, kompor, perlengkapan mandi, hingga peralatan dapur. penghuninya pun asoy geboy, di ajakn asyik dapet, diajak religi masuk, di ajak diskusi nyambung….hebat kan kos ku ini

Awalnya, keberadaan dua makam didepan gang dan tepat dibelakang kos ku tidak terlalu mengganggu, bagiku biasa saja, kan banyak rumah, ada kontrakan dan bengkel pula. hanya saja, yang cukup merepotkan, jarang sekali ada pedagang kaki lima yang masuk ke dalam gang kos ku ini. belum lagi, ada kos cowok di ujung jalan yang penghuninya, ajeb abis, kinclong men, trus sopan, hehehehhe, alias cool…kas
hingga suatu hari,

Elok dan wingki, dua sahabatku membeli makanan tepatnya malam jumat, mereka hanya jalan kaki berdua menuju kedepan gang. dan aku hanya sendiri di kos yang luas ini, duo devi dan mira, 3 penghuni kos lainnya sedang hang out, maklum anak muda
ketika selesai membaca yasin, aku mendengar suara gaduh, disertai suara orang berlari, ribut sekali, tak lama kemudian pintu kos terbuka, aku yang baru keluar kamar melihat elok dan wingki terengah engah berlari -lari,
“ada apa hey?” tanyaku
“sudah, sudah… jangan ceritaaaaaa” jerit elok
wingki diam saja sambil senyum senyum
“ayo dah makan, aku lapar” ajak elok tanpa mau membahas penyebab mereka berlari, ku pikir joging kali ya, soalnya kalo pagi gag bisa, tengsin ama kos ujung, heheheheh
hingga berapa hari kemudian, elok mau bercerita
“aku gag mau cerita malam itu” katanya “aku takut, udah malam jumat, trus kita diceritain pas depan kuburan itu” tunjuknya ke depan gang
“emang crita apa”aku jadi penasaran deh
“tu bapak mienya tanya, kos dimana mba, ya aku tunjuk aj kedalam gang, trus dia diam. trus dia bilang, saya malas mba masuk kedalam sana”
“lha kenapa pak?kami susah cari makan lho pak gara gara itu” curlong elok
“bukan cuma saya mba, tapi banyak orang males lewat jalan ini mba, apalagi masuk dalam gang itu. pssttt,, jalan ini ada penunggunya lho mba
“tu diatas po’on, sering ada perempuan nangkring mb ‘e, duduk duduk gitu, trus ya kita takut mba, kurang kerjaan apa tu cewe duduk diatas poon di atas kuburan”
elok mengakhiri ceritany dengan bulu bulu yang merinding… hiiiii….
aku hanya menanggapi dengan tawa kecil
“ya iyalah, wong lewatnya malam2, hantu mah ada dimana2, dikamar mu juga” aku berlalu meninggalkan elok dengan mimik wajah melas dan “ami, takutttttttttttttttt”
hahahahahahaha… tawa ku yang didengar ni kayaknya,

Beberapa hari kemudian, mira, salah satu penghuni kos tepat disebelah kamarku, tiba2 bercerita
“mb, tadi malam serem deh”
“he?”jawabku dengan nada bingung
“iya, tadi malam ak bangun jam 2, tahajud mba, trus aku merasa ada yang ngeliatin dari jendela kamar mba, aku langsung tidur mba”
aku menenangkan mira “mira bobok…oooo…mira bobok”hehehehehehe
“gpplah, penunggu aja, mungkin mau kenalan”
“mbaaaaaaaaaaaa…..”
ya ampun, ni kos isinya penakut semua pikirku waktu itu

Selanjutnya wingki yang diganggu
suatu malam dia bermimpi sangat buruk dan menakutkan, dan dimalam lain, dia mendengar suara tangis bayi, padahal tidak ada tetangga yang memiliki bayi disekitar kami. suara wanita berteriak pada tengah malam juga pernah dia dengar.

Kemudian, dikos kami kedatangan penghuni baru, namanya reni. dari postur tubuhnya, sepertinya tomboy dan pemberani. tak sangka, dia juga kena gangguan penunggu kos ini
aku juga heran, awal kami disini tidak pernah ada apa2, kenapa belakangan terasa angker ya

Suatu hari, saat itu petang menjelang adzan magrib, dilantai 2 sudah ada 2 kamar yang ditempati, yakni reni dan devi.
tiba tiba, salah satu kran di wastafel mengeluarkan air tanpa ada orang didepannya, wastafel itu sangat dekat dengan kamar reni. reni pun keluar dan mematikannya, tak lama kran itu kembali berputar sendiri. dengan kesal, reni bertanya pada devi dan teman2 kuliahnya yang mungkin lupa mematikan kran air, dan apa jawab mereka, “kami gag ada keluar kamar dari tadi mba”

wah… jadilah reni korban selanjutnya…

setelah beberapa teman merasakan perubahan angker dikos, tibalah saatnya sang penunggu menyapa saya

suatu malam (suatu malam trus ya?lha, kan kalo suatu siang, bukan hantu, tapi bapak kos? wkwkwkwkwkwkwkwk)

Aku benar2 terganggu, ada suara kaki menaiki tangga yang ada tepat didepan kamarku. suasana kos sunyi sekali, biasanya ada saja 1 atau 2 orang anak yang begadang malam, tapi malam ini benar benar tidak ada nafas begadang ni
tidak sekali, namun berkali-kali, aku sampai menutup kedua telingaku dan memasang wajah cemeberut
“ya ampun, ni hantu, aku mau tidur besok kuliah pagi, aku capekkk,,,besok harus fit”
bukannya berdoa aku malah menggerutu pada keusilan sang hantu, lagian ngapaian juga naik turun tangga, encok baru tau rasa

Sore hari menjelang senja, aku menikmati suasana pinggiran kota sambil memandang raksasa pendidikan negeri di kota ini, tidak ada siapapun dikos, aku duduk tepat disamping jendela kamar devi, tiba2 jendela itu terbuka seperti ada yang mendorong dari dalam kamar, aku cuek saja, aku pikir pasti anak2 mau ngejutin aku. sejak ada isu hantu dikos, semua saling mengganggu satu sama lain.

Tak lama seti datang, teman satu kamar devi yang baru, dari atas aku berteriak
“set, tadi masuk ya”?
dengan wajah bingung seti menjawab “aku baru datang mba, kenapa?”
“kamu tadi kekamar atas kah”? seti menggeleng sambil kembali melanjutkan obrolan dengan temannya dibawah, tuing tuing, wah ni hantu semakin merajalele

Kami semua berkumpul diruang tengah, makan malam, merumpi, ketawa ketiwi, ketika tiba2 dari lantai 2 terdengar suara berisik namun pelan, seperti suara pintu dibanting, meja digeser, dan piring jatuh, awalnya pelan, sampai kami kira suara itu berasal dari rumah kontrakan
namun, tak lama kemudian, suara itu semakin keras dan menuju tangga, tanpa menunggu komando kami semua menuju pintu keluar, dengan panik masing masing mencari kunci pintu, kami menghambur keluar dari kos dan berteriak
“besok pindahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh”

my heroes cities
memories with elok, wingki, mira, duo devi dan reni
masa yang indah takkan terulang lagi
2010

Cerpen Karangan: rahmi
Blog / Facebook: bunda-zalfa.blogspot.com

Cerpen Diantara Dua Makam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kereta Tengah Malam

Oleh:
Aku berlari sekuat tenaga. “maaf mbak, keretanya sudah berangkat 10 menit yang lalu” ucap seorang pemuda tinggi berseragam abu-abu. “huh, aku terlambat” gusarku. “tenang saja mbak, ada satu kereta

Kepergian Mu

Oleh:
Hujan deras membasahi bumi berikut dengan petir yang menyambar kemana-mana. Tak ketinggalan pula angin kencang yang menerpa pepohonan depan rumahnya. Rita masih membiarkan tubuhnya diterpa angin malam. Satu detik,

One Night Full Mistery (Gentayangan)

Oleh:
Suara rintik hujan masih Terdengar hingga pukul 23.45 malam, entah kenapa hujan kali ini tak kunjung reda, padahal sudah hampir delapan jam hujan mengguyur daerahku, memang hujan saat ini

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

14 responses to “Diantara Dua Makam”

  1. Putri.kania.p says:

    maaf ya kak, kata-katanya kurang nyambung. sekali lagi maaf ya kak 😀 tapi ceritanya bagus kok 😀

  2. Eva Rista says:

    Maaf ya kak,kok critanya gk jelas ,,,tapi seru kok,o iya kak bikin yg lebih bagus lagi ya

  3. dewi says:

    ceritanya seru ..

  4. Resi linda putri says:

    Maaf ya k3 cerita ny ko ber5abung juga nyabung tapi kalau ada sabungan nya pasti semakin enak dibaca 🙂

  5. Andhini Sekar Putri says:

    Bagus bgt ….. cerpen buatan kak Rahmi membawa suasana horor juga!

  6. rahmi says:

    Trimakasih ya eva. Dewi dn resi. Maaf bru smpt bls skrg. Mhn saran ny y smua

  7. Nisa Hasnita says:

    Cerpn’a bgs kak. Seru bgt

  8. Horornya mah kurang dapet, tapi suasana ngekosnya bikin seru. Jadi inget pas saya ngekos juga hehe…

  9. Citra Riana says:

    Wah,bagus banget ceritanya.Terus berkarya ya kak…

  10. Balkis says:

    cerpennya seru banget kak 😀

  11. Vanessa says:

    Kata2nya agak kurang. Tapi suasana horornya dapet.. trus berkarya ya kak..

  12. Malika Sekar R. 9 thn says:

    Bagus sekali ceritanya makasih ya kak!Selain ada pendekatan horor,Kos, ada lagi satu yaitu lucu yang pas , encok baru tau rasa. Lumayan untuk aku kak makasih ya kak!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *