Dibalik Tawa

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 9 February 2018

“Rantih kamu anakya udah cantik, manis, pintar, kaya, siapa sih yang gak mau sama kamu” kata-kata itu yang sering kudengar dari orang-orang yang dekat denganku, namun sebenarnya semua dugaan itu salah

“mah aku pulang.. mah?” seperti biasa mama gak ada di rumah, aku berjalan menuju kamarku, sepanjang hari aku tertawa, tersenyum di depan teman-temanku, aku tidak ingin teman-temanku tau penderitaanku selama ini

“RANTIH!! DASAR ANAK BERENGSEK TURUN KAMU” suara itu, suara yang amat aku kenal
‘brukk’ pintu terbanting dengan samat kencang, sesosok wanita cantik yang keluar dari balik pintu menatapku dengan penuh amarah, Rambutku dijambak dengan sangat kencang tidak tau apa salahku hanya meminta maaf yang bisa keluar dari bibirku, aku dibawa ke wc wajahku disiram dengan air
“dasar anak kurang ajar! Hanya menghabiskan uang yang kamu bisa! kamu itu brengsek sama seperti papahmu, seharusnya dari dulu aku gugurkan saja kamu!” air mataku menetes tampa henti memikirkan apa salahku, selama ini kemauan mama selalu aku turuti, sampai perginya papa dengan wanita lain meninggalkan aku dengan mama.

Tak terasa hari mulai gelap aku pun meranjak ke kamarku, memutuskan untuk pergi tidur

‘ting tong’ sura bel berbunyi yang menandakan masuknya jam pelajaran

“Rantih, sejujurnya aku penasaran deh sama kamu’
“penasaran apa sih sayang?”
“dihh LGBT deh”

“hahaha iya, iya kamu penasar kenapa sih wen?”
“aku udah berteman cukup lama sama kamu, tapi selama ini aku belum pernah melihatmu menangis, kamu selalu tersenyum, tertawa, gembira, tapi gak tau kenapa ada hal mengganjal di sikap kamu!, kalau kamu ada masalah mending cerita deh sama aku”
“ihh apa sih wenda, aku gak ada masalah apa-apa kok, lagian aku selalu tertawa emang karena hidupku menyenangkan aja kok”

“kamu yakin?”
“iya sayang, baby, cinta”
“dihh jijik tau”

Selesainya sekolah aku langsung pulang ke rumah ‘plak’ tamparan yang mendarat sempurna di pipiku memberikan bekas merah yang sangat menyakitkan, aku hanya terdiam tanpa kata, air mataku berjatuhan hari ini tidak tau kenapa mamaku membawaku ke gudang, tanganku diikat dengan kencang, bekas kikisan pisau memenuhi tubuhku, darah bercucuran di mana-mana membuat lantai berubah menjadi merah darah, mamaku bertindak seperti akan membunuhku, dalam benakku berkata ‘mungkin ini akhir yang indah buat mamaku yang selama ini telah mengurusku’ aku rindu senyumnya, tawanya, candaannya, aku sangat merindukan semua itu dari mamaku.

Jariku satu persatu menghilang dari tanganku, aku menjerit kesakitan meminta sedikit kebaikannya tapi ia tak menghiraukannya, hidupku bagaikan binatang hina yang telah mengganggunya ‘brusss’ suara tusukan yang mendarat tepat di jantungku mengakhiri semua kisah ini, untuk pertama kalinya aku melihat tawa bahagia mamaku lagi setelah ia menyiksaku dengan amat keji

Cerpen Karangan: Krissheila
Facebook: Sheila

Cerpen Dibalik Tawa merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Gaun Gamis

Oleh:
Jam menunjukkan pukul 19.00 wib, saatnya embun pulang dari kantornya. Setiap pulang ia harus menaiki taksi, tetapi hari ini tidak. Karena ia pulang lebih cepat, jadi ia memutuskan untuk

Taman Magis

Oleh:
Gadis itu masih di sana. Duduk di sudut kamar sambil memeluk lututnya, air mata masih setia membasahi wajah cantiknya, meski berkali-kali diseka dengan kasar, cairan bening itu tetap tak

Hantu Rumahku

Oleh:
Malam ini tak seperti biasanya.. Nisa sulit sekali untuk tidur meskipun jam di dinding kamarnya menunjukan pukul 12 malam. Nisa teringat cerita fani sahabat karibnya yang mengatakan rumah yang

Manusia Manusia Gunung (Part 2)

Oleh:
Dyllan benar-benar pahlawan penyelamat. Dia tiba di halamanku tepat ketika aku melangkah pergi. “Ayo, jalan-jalan lagi.” Ajakku. Aku berjalan dengan langkah cepat mendahului Dyllan dan sepedanya. Aku yakin Dyllan

Aku dan Suara

Oleh:
Hai, namaku Riska, usiaku 15 tahun, aku suka warna merah walaupun aku buta warna sejak lahir, dan hobiku adalah melukis pemandangan. Walaupun buta warna, tapi dari visual yang bisa

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *