Dicekik oleh Gendruwo di Kantor

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 19 March 2014

Kantor tempat Pak Ashury ada di sekitar Stadion Sepak Bola Mandala Krida Yogyakarta, dulunya adalah bekas kebun yang luas dan kalau mendengar penuturan Pak Ashury, dulu karena kebun kosong dan luas, pernah menjadi tempat membuang korban-korban pembunuhan, karena sepi, rimbun dan areanya cukup luas. Jadi adalah hal-hal yang wajar kalau ada penampakan atau kejadian-kejadian aneh yang terjadi di kantor Pak Ashury bekerja.

Pak Ashury juga sering mendapat giliran piket jaga kantor, kata beliau sudah biasa kalau ada suara orang seperti mengetik dari kamar kerja karyawan, walaupun tidak ada orang yang lembur. Juga pernah beliau tidur-tiduran di halaman depan kantor yang biasanya digunakan untuk Upacara. Pak Ashury iseng-iseng saja tidur-tiduran di sana, katanya sih enak karena lantainya hangat (mungkin karena langsung kena sinar matahari sebelumnya). Saat tidur-tiduran itu, beliau merasa ada yang ikut menemani dia tidur di halaman itu. Tapi beliau tidak merasa terganggu, karena memang menyadari kalau di halaman itu memang tempat kumpulnya MG di kantor beliau. Prinsipnya beliau, kalau tidak mengganggu, tidak masalah. (mungkin malah Pak Ashury yang mengganggu kali ya..ha..ha…)

Selain digunakan untuk aktivitas bekerja kantoran, kantor itu juga digunakan untuk tempat pelatihan (kalau nggak salah berkaitan dengan pertanian). Ada salah satu peserta pelatihan yang memiliki kemampuan melihat MG, mengatakan kepada Pak Ashury, kalau selain tempatnya adem, juga ternyata banyak “yang tinggal” di daerah kantor itu (maksudnya yang kasat mata). Lalu Pak Ashury pura-pura bertanya, dimana saja yang paling banyak dilihat oleh peserta itu. Ternyata peserta itu menunjukkan di halaman yang biasa digunakan untuk upacara, dan satu tempat di kebun samping (lupa pohonnya apa), yang melihat seperti banyak arwah-arwah yang belum sempurna yang minta didoakan (mungkin bekas korban-korban pembunuhan zaman dulu sebelum digunakan sebagai tempat kantor). Pak Ashury percaya apa yang dikatakan peserta itu, karena banyak juga dari tamu lain yang memiliki kemampuan, yang pernah berkunjung ke kantor itu, mengatakan hal yang hampir sama. Juga selain dari piket yang jaga, juga dari masyarakat sekitar atau orang yang lewat, terkadang pernah melihat penampakan kereta yang ditarik dengan 2 kuda (kereta model kerajaan) yang sedang berjalan di halaman sekitar kantor di waktu tengah malam.

Nah ini kejadian yang pernah terjadi dialami oleh keponakan dari teman Pak Ashury, katakanlah Pak Tanu (Samaran) . Pak Jirih bertugas dengan Pak Tanu malam itu. Tetapi karena Pak Jirih berhalangan, dan tidak ada yang bisa menggantikan, akhirnya Pak Tanu mengajak keponakannya untuk menemaninya, bukan karena takut, tapi kalau ada temannya kan bisa diajak ngobrol, dari pada ngomong sama tembok. Dan kebetulan keponakannya juga tidak ada acara untuk besok paginya.

Setelah memeriksa keadaan sekitar kantor dan memastikan semua pintu terkuci dan lampu-lampu dalam ruang kerja di matikan. Berdua lalu kembali ke Pos Jaga. Kira-kira pukul 00.30 WIB, karena dianggap sudah cukup untuk berjaga, maka diputuskanlah untuk beristirahat.

Karena di Pos Jaga hanya ada 1 tempat tidur, maka keponakannya memilih untuk tidur di ruang tamu di dalam kantor, yang ada tempat duduk panjang. Lampu-lampu di ruang tamu pun dinyalakan oleh keponakannya, kemudian karena belum mengantuk si keponakan menyalakan TV yang ada dan menyalakan rokoknya, sambil menunggu kantuk datang. Setelah kantuk datang dan rokok sudah habis, lalu TV dimatikan, dan merebahkan diri di kursi panjang.

Setelah tertidur, tiba-tiba si keponakan merasa sesak napasnya karena seolah-olah ada yang mencekik lehernya. Saat kesadaran muncul, dan akhirnya membuka matanya. Dan … astaga… di hadapannya ada Gendruwo yang sedang mendudukinya dan menatap kepadanya dengan mata indahnya yang merah menyala, senyuman bibir dan gigi taring yang besar dan kedua tangannya yang besar dan berbulu sedang mencekik lehernya. Wow… sudah dicekik, mau teriak juga susah napas terengah-engah sekarang diberi pemandangan yang menyeramkan seperti itu. Si keponakan sudah berusaha berontak dan mencoba melepaskan diri dari cekikkan itu.

Pak Tanu kebetulan saat itu belum tidur, dan ada panggilan alam (pipis), lalu segera dia masuk ke ruang tamu, karena kamar mandi ada di dalam. Dan saat masuk ke ruang tamu, terkejutlah dia, karena melihat badan si keponakan bergerak-gerak dengan liar, mata terbuka, lidah keluar dari mulutnya, napas terengah-engah, dan kedua tangan seperti hendak melepas sesuatu dari lehernya.

Segera Pak Tanu mendekati dan menguncang tubuh dan menampar muka keponakannya. Alhamdulillah si keponakannya segera sadar dan bangun dengan tubuh yang berkeringat dan napas yang terengah-engah. Setelah diberi minum air putih oleh Pak Tanu dan agak tenang, baru si keponakan menceritakan apa yang terjadi dan dia alami. Pak Tanu yang mendengar itu pun, memaklumi, karena keponakannya baru sekali ke sini, dan sebenarnya ini hanya perkenalan dari MG di kantor. Tapi karena mungkin keponakannya tidak sopan karena menyetel TV dengan keras, mungkin ada yang terganggu dan tidak suka.

Akhirnya Pak Tanu dan keponakannya kembali ke Pos Jaga, sang keponakan lebih merasa aman kalau ada Pak Tanu. Ya pastilah dia trauma dengan kejadian yang baru saja dialami dan selanjutnya mereka beristirahat di pos jaga sampai pagi harinya. Dan sejak saat itu keponakan Pak Tanu tidak mau lagi ikut kalau disuruh nemanin beliau untuk piket jaga.

Terima kasih semoga terhibur.

Cerpen Karangan: Ag. Tjandra J
Facebook: Antok A. Candra Yulianto

Cerpen Dicekik oleh Gendruwo di Kantor merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sahabat Dari Tuhan

Oleh:
“Huh..” aku merebahkan diri di tempat tidurku yang beralaskan seprai berwarna putih. “Reva!” teriak mama tiba-tiba. “sepertinya mama berada di ruang tamu” gumamku dalam hati. Aku pun langsung beranjak

Pembantaian 3

Oleh:
Aku merangkak dalam gelap! Ketakutan semakin mencekam di lantai 3 itu, Dimana ruang kosong penuh misteri terhampar disana. Tak ada yang tahu, Mengapa hanya lantai itu yang dikosongkan! “Serius

Uji Nyali

Oleh:
Kekey, nisa, bayu dan juga tomy sedang merencanakan acara liburan sekolah mereka setelah mereka menempuh ulangan semester.. “ehh guys.. liburan kali ini enaknya ngapain yaa? Gak enak kalo cuman

Wanna Play With Me?

Oleh:
Malam semakin larut, ini disetujui oleh jarum jam yang menunjukkan pukul 23.07. Aku masih bergeming menonton film action yang kuputar melalui laptopku. Walau sudah kutonton beberapa kali, aku tetap

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

3 responses to “Dicekik oleh Gendruwo di Kantor”

  1. Arini says:

    ini menceritakan kembali ya?
    berarti kisah nyata dong?
    Kurangi tanda kurungnya ya ( )

  2. Cerita ini dishare juga ke web mistis ya?

  3. Fitria Eka Setiowati says:

    Serem yaaa..,seru ceritanya..

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *