Dihantui Oleh Sahabatku

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 13 February 2017

Aku membuka BBM (Blackberry Messenger) dan langsung membuka kontak Sally, teman perempuanku yang kusukai diam-diam. Aku ingin menyatakan cintaku kepadanya dan aku meminta dia menjadi pacarku. Soalnya, sudah lama aku pendam bahwa aku suka kepadanya karena tidak berani menyatakannya, tapi sekarang aku sudah berani.

Aku langsung tulis pesan, “Halo!” lalu aku ketik kirim.
Tak berapa lama kemudian, dia langsung balas pesanku. Isi pesannya seperti ini: “Hai, ada apa?”
Aku langsung tulis “Sal, aku mau ngomong sesuatu, nih.” lalu, kuketik kirim.
Sally membalas pesanku lagi:
“Iya, silahkan saja.”
Aku langsung menulis, “Sal, sebenarnya aku suka kepadamu dari dulu. Maukah kamu menjadi pacarku?” langsung kuketik kirim. Semoga saja aku diterima. kataku dalam hati.
Tak lama kemudian, Sally kembali membalas pesanku “Iya, aku terima, kok. Sebenarnya, dari dulu, aku juga suka kepadamu.”
Aku terbelalak senang dan langsung menulis pesan. “Baik, mulai sekarang, kita pacaran, ya!” aku ketik kirim.
Sally membalas pesanku:
“Okay, i like this!”
Aku langsung tulis pesan “Hore! Thank you. Sudah dulu, ya. Goodbye tomorrow.” langsung kuketik kirim.
Aku langsung berjoget-joget kesenangan.
“Hore!!!” teriakku.

Aku dan Sally sudah pacaran hampir lima bulan. Sekelasku sudah tahu bahwa kami pacaran. Ya, sekarang kami kelas dua Smp. Saat sepulang sekolah, Sally sudah duluan karena ingin membantu ibu di rumah. Saat aku jalan, tiba-tiba aku dihadang oleh Jessy, sahabatku dari kecil.
“Jessy, kenapa di sini? Kamu belum pulang?” tanyaku.
“Charlie, kamu dan Sally beneran pacaran?” tanya Jessy.
“Iya, kok, kamu tidak tahu, sih? Kita, kan, pacaran sudah lima bulan.” jawabku.
“Char, kamu hanya suka kepada dia?” tanyanya lagi.
Aku pun kebingungan. Kenapa tiba-tiba dia menanyakan seperti itu? Apakah dia kecewa kepadaku? Hah, tidak mungkin. Kita kan, hanya sahabat. Batinku.
“Iya, aku hanya suka kepadanya. Aku akan selalu setia kepadanya. Selamanya!” jawabku.
Jessy yang dari tadi bersedih, tiba-tiba bicara. “Aku pulang dulu, yak!”
“Lho, kok, tiba-tiba mau pulang? Biasanya, suka lama-lama di sini?” tanyaku. Aku mulai curiga kepadanya.
“Tidak apa-apa. Aku pulang dulu, ya. Bye! Bye!” Jessy langsung berlari pulang.
Aku hanya menatap bingung.

Di rumah Jessy, dia menangis. “Kenapa Charlie tidak menyukaiku? Aku menyukai dia dari dulu. Aku berusaha agar dia juga menyukaiku dari berbuat baik kepadanya hingga selalu memberi hadiah kepadanya saat berulang tahun agar berhasil. Tapi, ternyata gagal. “Hu … Hu … Hu …” Jessy makin lama, makin menangis. Ooohhh, jadi karena cinta bertepuk sebelah tangan. Dia menangis, toh. Pantas saja, kenapa tadi sedih saat di sekolah.
Jessy mengambil tali dan kursi dari gudang, lalu mengikat tali di atas lampu dan dia langsung mencekik diri dengan talinya. Akhirnya … Tewas!

Keesokan harinya, aku terkejut karena mendengar kabar bahwa Jessy mati bunuh diri. Aku langsung bersedih, begitu pula dengan Sally.
Sekarang kami, semua murid, dan guru-guru berada di tempat pemakaman. Jessy dikubur di sini. Aku langsung mendekati batu nisannya Jessy.
“Terima kasih kamu telah menemaniku dan bersahabat denganku dari kecil. Semoga kamu diterima di sisi tuhan. Amin…” Aku langsung menangis. Sally juga ikut menangis.
Sementara di belakang sebuah pohon, ada roh Jessy yang sedang mengintip Charlie, Sally, murid-murid lainnya, dan guru-guru.
Tidak usah menangis, kau! Kau sudah puas menyakitiku. Begitu dengan Sally, yang berhasil merebut orang yang kusukai selama ini. Aku akan selalu menghantui kalian. Kata Jessy dalam hati. Jessy ingin balas dendam kepada Charlie dan Sally. Jessy ingin selalu menghantui dan meneror mereka berdua setiap hari.

Sepulang dari pemakaman, aku ingin masuk ke dalam rumah. Tiba-tiba, aku merasa ada yang memegang bahuku.
“Hey, siapa yang memegang bahuku?” aku langsung menengok kanan. Tidak ada siapa-siapa. “Aneh! Siapa, ya, yang memegang bahuku. Padahal tidak ada siapa-siapa.” aku langsung masuk ke dalam rumahku.

Malamnya, aku menghadap cermin. Namun, tiba-tiba ada sosok mengerikan yang ada di dalam cermin besarku. Sosok itu mirip Jessy, tapi kali ini menyeramkan.
“Sepertinya ada sesuatu.” aku langsung menengok ke belakang. Tapi, aneh. Tidak ada sosok yang mirip seperti sosok dalam cerminku.
“Lho, kok, tidak ada.” aku mulai bingung sekaligus ketakutan, tapi aku berusaha tidak memikirkan aneh-aneh.
“Sudahlah. Aku tidur saja, deh.” aku langsung beranjak ke tempat tidur.

Seminggu kemudian, aku dan Sally berada di rumahku. Kami habis kencan di restoran.
“Sally, sudah seminggu, aku selalu dihantui dan diteror oleh hantunya Jessy. Apa salahku kepada dia sehingga aku selalu diteror dari munculnya hantu Jessy di dalam cerminku saat aku bercermin sampai kadang-kadang aku dicekik olehnya dan dia marah-marah.” aku ketakutan.
“Aku juga sepertimu. Sudah seminggu, aku diteror olehnya. Dia selalu menghantuiku kemana aku pergi.” Sally juga ketakutan.

Tiba-tiba, hantu Jessy muncul di hadapan kami.
“Jessy!” aku dan Sally kaget.
“Kalian tahu, tidak? Kenapa aku selau meneror kalian!?” hantu Jessy mulai marah.
Kami menggeleng.
“Karena kau, Charlie, kamu tidak membalas cintaku. Padahal, aku menyukaimu. Waktu itu, saat aku sampai di rumah, aku menangis sehingga aku bunuh diri. Kamu memang tidak membalas cintaku!” hantu Jessy langsung menangis lagi.
“Oohh … Jadi, kamu dari dulu sudah menyukaiku, ya? Maaf, aku tidak menyukaimu. Aku lebih suka kepada Sally.” kataku. Aku tidak menyangka bahwa ternyata Jessy menyukaiku.
“Dan, kau, Sally. Gara-gara kau, Charlie jadi tidak tertarik kepadaku. Padahal, aku sudah berusaha penampilanku lebih cantik daripada kamu. Tapi, Charlie tetap menyukaimu. Apakah kamu berani menggoda dia setiap hari!?” hantu Jessy langsung mencekik leher Sally. Sally menjadi kesakitan.
“Aaa … Akuuu … Ti … Tidak … Meng … Menggoda … Di … A.” nafas Sally terengah-engah.
“Jessy, lepaskan dia. Kalau tidak melepaskan. Aku akan memanggil ahli agama untuk mengusir kamu dari sini. Kamu tidak mau kan, seperti itu? Sekarang, pergilah untuk selamnya! Kalau, tidak, kau akan merasakan akibatnya!” aku bertindak tegas.
Hantu Jessy menjadi ketakutan dan langsung pergi. Sally pun kecapekan.
“Kamu tidak apa-apa?” tanya ku kepada Sally.
“Tidak apa-apa.” dia tersenyum. Mata birunya yang indah tertuju kepadaku.
Aku membalasnya dengan senyum. Sejak saat itu, aku dan Sally tidak diteror lagi oleh hantu Jessy. Kami berdoa kepada Jessy agar diterima di sisi tuhan. Amin.

Tamat

Cerpen Karangan: Edventa Calistania Radius
Hai, pecinta cerpenmu. Maaf kalau aku lama tak update karena aku lagi malas menulis cerita. Hehehe …

Cerpen Dihantui Oleh Sahabatku merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Kejora (Part 1)

Oleh:
Rumah putih bergaya Eropa itu selalu menjadi tempat berkumpul bagi satu keluarga ini. Rara, sosok gadis tomboy berambut pop berponi mangkuk itu selalu memeriahkan suasana keluarganya. “Ma, Pa. Rara

LDR Pertemuan Yang Tak Disangka

Oleh:
Aku kenal dia dulu waktu aku SD, kami seumuran tapi dia seniorku karate dulu. Dulu waktu karate dia adalah senior yang lumayan ditakuti karena mukanya yang juga agak menyeramkan,

Bahagiaku Bertaruh Nyawa

Oleh:
Nizdhan, mahasiswa hukum di salah satu universitas negeri terbesar di Makassar, selain itu saya juga hobi bermain game online di ponsel ataupun di komputer. Juli 2016, Saat itu sedang

Kejujuran Yang Tertunda

Oleh:
Di sebuah daerah ada seorang gadis yang begitu cantik, dia bernama Alisa. Warga sekitar biasa memanggilnya dengan sebutan Alis. Alisa adalah seorang gadis yang ramah, baik hati dan rendah

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *