Gadis Bus malam

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 16 February 2016

Jam menunjukkan pukul 11.30 dan pada malam itu hujan turun gerimis membuat suasana menjadi agak mencekam. Edo yang saat itu sedang menunggu bus jemputan mulai agak kedinginan. “Huh nih hujan gak berhenti-berhenti mana udah malem lagi.” sambil terus menggosokkan kedua telapak tangannya yang kedinginan. Tiba-tiba dari belakang ada yang menyentuh pundak Edo tangan yang begitu dingin dan karena suasana yang mencekam Edo pun mulai keringat dingin dan seluruh tubuhnya.

“Mas, Mas kenapa kok jadi gelisah gitu kenapa Mas?” entah kenapa mendengar suara itu membauat Edo lega.
“Gak apa-apa Mbak, oya ada apa Mba kok panggil saya.” sambil tersenyum ramah.
“Enggak cuma mau bilang busnya udah dateng soalnya dari tadi Masnya bengong.” sambil membalas senyum ramah Edo. Saat bus datang Edo dan wanita yang baru ia kenal itu masuk ke dalam bus itu dan mereka duduk bersebelahan.

“Mbak kalau boleh tahu namanya siapa ya?”
“Nita, Mas anak kuliah ya?”
“Iya, kalau Mbak sendiri?”
“Em saya juga cuma saya baru semester 2 jadi masih mahasiswa baru.”
“Oh, gitu.” cukup lama Edo dan Nita berbincang-bincang lalu tanpa sadar Edo ketiduran.

Dia bermimpi Edo melihat sebuah bus melaju kencang dan menabrak sebuah mobil BMW hitam lalu bus itu oleng dan terjadi kecelakaan bus itu jatuh ke jurang dan terbakar habis. Karena kaget terhadap mimpinya Edo terbangun dengan tersentak. “Edo apa kamu sudah bangun, kamu sudah melihatnya bukan, kisah kami.” dengan pandangan ngeri Edo melihat Nita yang kini wajahnya berubah menyeramkan dan bus yang Edo naiki kini menjadi hangus. Bus itu pun kini melaju sangat kencang mengalami itu semua Edo hanya bisa diam mematung dengan keringatnya yang mengucur deras, jantungnya berdegup kencang dan bulu kuduknya berdiri Edo serasa ingin teriak tapi tidak bisa.

“Dan kamu Edo akan mati bersama kami.” bersamaan dengan suara itu hantu lainnya mengepung Edo siap untuk menerkamnya dan BOM. “Tolong.. tolong…” teriak Edo.
“Mas, Mas kenapa?” terlihat Anita membangunkan Edo, Edo yang terbangun dari tidurnya segera mendorong Nita.
“Pergi kamu jangan deket-deket jangan ganggu aku!!!”
“Mas, Mas kenapa sih saya cuma mau bilang udah sampe tujuan Mas mau turun gak?” melihat ini Edo menjadi kebingungan dan agak linglung.
“Maaf Nita, ya udah saya turun dulu ya.” kata Edo sambil melangkah ke luar.

Saat ada di luar Edo melihat ke arah bus yang dinaikinya tadi dan melirik ke arah Nita. Melihat itu Edo terperanjak kaget dia tidak melihat ada bus di sana yang ia lihat hanya kabut asap yang tebal dan saat ia melihat jamnya 11.32 jadi perjalanan yang seharusnya di tempuh 2 jam hanya ditempuh 2 menit melihat ini Edo jatuh pingsan. Tapi sebelum pingsan ia melihat Nita dengan wajah mengerikan tersenyum padanya. Saat terbangun Edo sudah di depan rumahnya dengan linglung Edo berkata, “Mulai sekarang aku tak akan naik bus malam lagi aku tak mau bertemu dengan bus setan itu lagi.”

Cerpen Karangan: Okta. M. Azka
Okta. M. Azka, SMP Simpon Ska

Cerpen Gadis Bus malam merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Antara Kita

Oleh:
“kringg…kringg” jam wekerku berbunyi, aku mulai mengangkat tubuhku yang terbaring menjadi duduk. “mimpi apa ya aku semalem?” gumam ku. Seketika suasana mnjadi sepi ktika ku ingat mimpiku malam tadi.

Umbrella

Oleh:
Aku harus cepat membereskan pekerjaanku dan harus segera pulang. Ini sudah terlalu larut, jam di dinding kafe menunjukkan pukul 10.03 pm, dan biasanya aku pulang pada pukul 09.00 pm.

Perkemahan Yang Menakutkan

Oleh:
Hari ini adalah hari terakhir bagi anggota Pramuka SMP Negeri 29 untuk berlatih sebelum besok berangkat kemah di Candika. Semua perlengkapan yang diperlukan sudah siap dalam tas kami masing-masing.

Hologramkah Aku

Oleh:
Kala itu, sungguh aku tidak mengerti apa yang terjadi, dan aku juga berpikir mengapa harus aku yang seperti ini. Detik itu ku mulai merasakan guncangan dalam jiwaku, tangan dan

Ghost of School

Oleh:
Bel tanda istirahat telah usai berbunyi, Citra, Syfa dan Desi segera berlari ke kelas untuk tidak telat mengikuti pelajaran. “huffthh… Kalian ini, selalu deh pergi ke kantin lamaaaa bangeeett..”

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *