Gaun Kematian

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 11 December 2019

“Tidak!! hentikaan!!!”. aku berteriak berharap teriakanku dapat mengubah sesuatu, tapi sudah terlambat. Jleb!! Wening menusuk jantung haidar menggunakan pisau yang sudah berlumuran darah di tangannya. Air matanya menetes tak berhenti ia sadar akan hal yang dilakukannya tapi tubuhnya tak bisa dikendalikannya. ‘Merri’ sudah menguasai seluruh anggota tubuhnya, hanya saja tidak dengan perasaannya.

Haidar terjatuh, jantungnya terlepas dari bilah pisau yang digenggam wening. Darahnya mengalir membanjiri lantai. Air mata Wening semakin deras menunjukkan penderitaan yang dialaminya saat ini. Semua hal tragis itu membuat Merri semakin girang. Dia tertawa terbahak bahak menikmati suasana yang diciptakannya.

Wening mengambil kesempatan dari peristiwa itu. Dia melepas kendali Merri dan menikam dirinya sendiri dengan pisau yang telah dilumuri darah kekasihnya, kemudian tewas.

Roh merri tertarik masuk ke dalam gaun pengantin yang dikenakan wening, disini, aku bagaikan seorang penonton dari sebuah film yang amat menyayat hati.

Suara hujan memenuhi seluruh ruangan. Langit seolah ikut menangis menyaksikan peristiwa tragis yang dialami wening. Aku bersalah. Andaikan aku menghentikannya memakai gaun pengantin misterius itu, Merri takkan mengambil alih tubuhnya dan membunuh semua orang yang disayanginya.

Aku mengambil pisau berlumuran darah itu dari tangan wening. Dan menusuk diriku sendiri untuk mengakhiri penyesalan dari kesalahan yang telah kuperbuat.

Suara hujan yang deras mulai tak terdengar seiring dengan kesadaranku. Kurasa aku akan mati.

Cerpen Karangan: Amelia Carolina Rodriguez
Blog / Facebook: Amelia Carolina
otaku, gamer
hobi: menghayal, menggambar, tidur
lahir: 12 06 2004
motto: tidur itu penting, makan itu penting, hidup itu penting (^_^)

Cerpen Gaun Kematian merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Terungkapnya Sebuah Misteri

Oleh:
“Kriiiiiiing!!!” alarm di kamar anton berbunyi. Menandakan waktu subuh, anto yang masih mengantuk bangun untuk melaksanakan kewajiban umat muslim untuk shalat subuh. Ia pun bergegas menuju kamar mandi untuk

Earphone 00.00

Oleh:
“Fai!!” aku menengok ke arah suara. ‘Drap! Drap!’ “Ada apa nay!” tanyaku. “Nih, baca” nayla memberiku kertas berwarna biru gelap. “Apa ini? Kosong!” kataku. “Ish! Memanglah, kau harus baca

Ketakutan Alicia

Oleh:
Adalah suatu hal yang sering ku rasakan semenjak beberapa minggu lalu, tepat saat keluargaku -terutama Ayah menjual satu set piano dengan harapan dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari lagi. Meski berkali-kali

Ternyata Tidak Ada Hantunya

Oleh:
“Haha, bilang saja kau tidak berani.” ledek Ardi pada Dimas. “Ti-tidak kok! Aku hanya tidak ingin membuang waktuku sia-sia!” sanggah Dimas. “Oh begitu.. Lalu, Deni? Kau mau tidak?” ujar

Misteri Piano Temanku

Oleh:
Ting, ting, ting, terdengar suara temanku hingga ke rumahku. namaku Bella dan nama temanku Desi. Desi memiliki piano classic yang selalu ia mainkan disiang dan sore hari. Desi sangat

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Gaun Kematian”

  1. Safira Fitri Akbar says:

    Bagus ceritanya ini bisa jadi imajinasi semua orang GOOD

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *