Girl in The Mask

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 29 May 2017

Diceritakan seorang anak kecil bernama hilya, yang berumur 6 tahun. Pada saat malam Hallowen, orangtua Hilya akan menghadiri sebuah rapat di kantor mereka, karena anak kecil tidak boleh diajak dalam rapat maka orangtua Hilya mencari baby sister. Akhirnya mereka menemukan seorang baby sister bernama claudia. Saat claudia sampai, orangtua Hilya memberi nomor telepon mereka untuk jaga jaga. Ketika orang tua Hilya pergi, Claudia membuatkan Hilya makan dan pergi menonton TV. Setelah Hilya makan dia lalu meminta makanan penutup

“bolehkah aku meminta makanan penutup Claudia?”
“kau mau apa?, akan kubuatkan” Jawab Claudia
“tolong buatkan aku ice cream, yang ada di freezer di ruang bawah tanah, kau mau mengambilnya kan?”
“baiklah kau tunggu di sini ya”, jawab Claudia

Claudia lalu turun ke ruang bawah tanah dan mencoba menyalakan lampu tetapi tidak bisa, ia pun terpaksa mengambil ice cream di keadaan gelap. Saat Claudia mengambil ice cream dia melirik jendela. Dalam kegelapan, ia melihat seorang gadis kecil berbaju merah sedang membelakangi jendela. Claudia mengabaikan anak itu, dan ia kembali ke atas lalu menyajikan ice creamnya kepada Hilya. Tetapi saat ice cream dihidangkan Hilya meminta sesuatu lagi, “bisa kau tambahkan sirup coklat?”, Claudia pun menjawab, “baiklah di mana sirup coklatnya?”, “di ruang bawah tanah”, jawab hilya.

Saat mencari sirup coklat Claudia melirik ke arah jendela, kali ini Claudia melihat gadis berbaju merah tadi bahwa ia mengenakan sebuah topeng yang tidak biasa, topeng yang ia kenakan mirip dengan topeng jason voorhest. Hal ini membuat Claudia setangah ketakutan karena ia terus memperhatikan Claudia. Claudia lalu naik ke atas setelah ia mendapat sirup coklat, setelah itu ia menuang sirup coklat di atas ice cream Hilya. “terimakasih tapi bolehkah saya meminta 1 hal lagi?”, pinta Hilya, “Claudia memandang Hilya dengan perasaan jengkel, “baiklah 1 hal saja ya”, “aku minta tambahan permen, permennya berada di ruang bawah tanah”.

Claudia pun segera menuju ruang bawah tanah dan mencari permen, kali ini Claudia berusaha agar ia tak melirik jendela, tetapi ia tidak bisa karena saat ia mencari permen gadis di luar jendela terus menggedor gedor jendela. Claudia lalu mendekati jendela dan menatap gadis itu kali ini dia membawa sebuah golok. Claudia menjadi takut, kenapa gadis kecil ini membawa golok di malam hari seperti ini, saat Claudia termenung tiba tiba terdengar suara teriakan keras dari atas dan gadis di luar jendela tiba tiba menghilang.

Claudia menuju ke atas dan sesampainya ia kaget melihat gadis di luar jendela tadi tiba tiba berada di dalam dan membelah kepala Hilya dengan goloknya sambil tertawa seperti joker, Claudia pun berlari ke luar rumah dan memanggil polisi.

1 jam kemudian polisi dan orangtua Hilya datang. Orangtua Hilya menangis melihat putrinya telah terbunuh sedangkan para polisi merasa sedikit ngeri melihat bekas darah yang mengalir dari kepala Hilya yang berceceran di dapur.

“apa yang terjadi” tanya ibu Hilya, “tadi saya pergi ke ruang bawah tanah mengambilkan Hilya permen dan saya melihat gadis membawa golok di luar jendela, tiba tiba ada teriakan dan ternyata gadis itu berada di dalam dan membunuh Hilya” Claudia menjelaskan, ibu Hilya terdiam dan berkata, “tapi Claudia itu tidak mungkin, tidak ada jendela di sana, yang ada hanya sebuah cermin.

Cerpen Karangan: Maulana Arun A
Facebook: Dokter Arun
Saya berasal dari kota pati jawa tengah. Dan saya suka menulis cerpen sejak keas 8 smp.

Cerpen Girl in The Mask merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Pisau Berkarat

Oleh:
Darah bercerceran di mana-mana, barang-barang, buku, baju, celana, meja, kursi, semuanya berantakan, berhamburan. Di luar hujan deras, angin menerbangkan segala benda, sesekali semburat petir meludahi wajah langit, bias cahayanya

Hantu Bawah Tangga

Oleh:
Waktu itu saya masih berumur 9 tahun, waktu itu ada sebuah tulisan di mading sekolah SD saya yang mengatakan bahwa dulu ada alumni sekolah saya ini, mempunyai dendam kepada

Penantian

Oleh:
Aku memperhatikan pohon natal itu beberapa kali. hiasan dan ornamen pada setiap helainya menambah keindahannya. Dari balik kaca ini. aku bisa melihat pohon natal indah ini. pohon yang wajib

Misteri Kampung Horor

Oleh:
Malam itu Roni, Andy, Rahmat, dan Amat terpaksa harus pergi ke sebuah kampung, yang terletak di daerah perbukitan untuk mengambil sebuah handphone yang tertinggal. Kampung itu bernama kampung Apit,

Kak

Oleh:
Jalanan sepi membuat suasana tambah lebih horor dari biasanya, lampu jalan yang remang-remang setia menemani perjalanan pulang ini, ditambah lagi udata dingin dan juga hujan yang rintik-rintik membuat suasana

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Girl in The Mask”

  1. hily says:

    Hehe, namanya mirip sama aku. Tinggal tambahin H dibelakangnya. Namaku Hilyah

  2. hayoo siapa? says:

    Njir.. dia yg bunuh? Ayo bagimana 0_0 atutt

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *