Hana Si Arwah Cantik

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Cinta Segitiga, Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 3 October 2014

Yuka Abadi merupakan seorang mahasiswa seni rupa di salah satu universitas negeri di Jogja. Dari segi penampilan aja emang udah keliatan banget kok, kalo dia tuh anak jurusan seni rupa. Gimana nggak, lihat aja rambutnya yang bergelombang udah hampir sebahu, dan sekarang hanya sering dikucir. Tapi untungnya Yuka, rajin keramas sehingga tidak banyak kutu yang bersarang di rambutnya. Penampilan dia juga sedikit acak-acakkan kayak mukanya. Jangan heran kalo sampe detik ini dia pun masih menyandang status jomblo.

Ternyata memiliki tampang yang acak-acakkan juga dapat bermanfaat oleh temen-temen Yuka, buat ngusir hantu di kost-kost temennya. Bayarannya sekedar makan gratis di burjo atau dapat nomer handphone cewek-cewek cantik buat tambah koleksi gebetannya.
Yuka itu bisa lihat hantu, jadi dia itu kaya ghostbuster buat temen-temennya. Menurut Yuka, bisa lihat hantu ini merupakan anugrah yang dikasih sama Tuhan buat dia. Pasalnya, ia sering dapat rejeki buat mengusir hantu.

Subuh-subuh buta saat Yuka hendak mengambil wudhu buat solat shubuh. Dia terperanjat melihat sesosok yang dia yakin banget itu bukan manusia melainkan hantu. Ya iya lah kalo manusia, mana mungkin bisa duduk sambil melayang. Hantu itu sedang duduk-duduk sambil melamun dengan muka sedih di balkon kamar kostnya. Baru kali ini, Yuka berdecak kagum, melihat hantu. Karena baru kali ini dia ngeliat hantu dengan paras cantik ala cewek-cewek girlband Korea. Bukannya merinding, tapi Yuka malah berniat kenalan. Dasar Yuka, manusia nggak ada yang naksir, dia pun mulai beralih buat pedekate sama hantu.

“Hei.” Sapa Yuka dengan nada lembut, tapi sang hantu justru terperanjat melihat Yuka. Pasti karena ngeliat muka Yuka yang mirip sama parutan kelapa. Karena banyak bersarang komedo dan jerawat di mukanya.
“Kok, elo bisa leat gue?” hantu itu heran, karena ada manusia yang bisa ngeliat dia.
“Hmm… situ belum tahu ya siapa gue?” Yuka mulai sombong sambil berdecak pinggang. Sambil tersenyum sombong. “Elo, hantu baru di wilayah sini ya? Soalnya hantu-hantu disini, gue kenal semua. Kenalin gue Yuka.”
Namun, mendengar ucapan Yuka justru cewek yang diduga hantu itu malah menangis. Ia terisak-isak dan sedikit tersenyum. Namun, isakannya nggak seperti mbak kunti kok.
“Gue hampir putus asa. Gue berusaha interaksi sama manusia tapi nggak ada satu pun yang bisa ngeliat gue. Akhirnya, gue nemu manusia yang bisa liat gue. Thanks God.” Arwah cantik itu girang bak habis dapet undian.
“Terus kenapa lo jadi hantu?” Yuka mulai kepoin tuh hantu, berharap ia dapat membantu hantu cantik tersebut, kali aja masih penasaran dan belum bisa mati secara damai.
“Gue belum jadi hantu, gue ini arwah. Kayaknya di kehidupan nyata, gue lagi koma dan amnesia. Gue nggak tau, gue ini siapa. Gue bener-bener nggak inget jati diri gue, makanya gue butuh bantuan, dan gue rasa Cuma lo satu-satunya manusia yang bisa bantu gue buat nemuin raga gue.”
“Hah, gimana caranya coba?” Yuka hanya kukur-kukur kepala. Karena baru kali ini dia menemui kasus langka seperti ini. Masak sih ada arwah amnesia. Lalu ia meminta ijin buat sholat subuh terlebih dahulu. Berharap menemukan jalan buat bantuin arwah cantik itu.

Alhasil, ia kemana-mana diikuti oleh arwah cantik tersebut. Termasuk kuliah, makan, maen, waktu dia ngebantu temennya buat ngusir hantu, tapi kecuali kalo Yuka pas di toilet. Hari-hari Yuka kini tak kesepian lagi, namun dia lebih mirip kayak orang gila. Dia sering banget dikira orang gila karena dia ngomong sendirian. Namun, teman-teman yang sudah kenal dekat dengan Yuka sudah mengetahui pribadi Yuka. Itu karena ia memang bisa berinteraksi dengan hantu, bukan karena ia tak waras.

“Hei, arwah cantik. Gimana kalo gue panggil elo Hana? Masak gue harus panggil lu wah… arwah sih. Ya, selama elo masih belum inget siapa lo sebenernya.” Kata Yuka dengan wajah berbinar-binar.
“Hana? Nama yang cantik. Gue suka.” Arwah cantik itu tersenyum bahagia, ia sekarang memiliki nama yaitu Hana.

Tentunya Yuka tak selalu memecahkan masalah sendiri. Ia selalu rundingan dengan sahabatnya bernama Reni. Reni itu sebenarnya sahabat Yuka dari SD, SMP, SMA bahkan sampe kuliah. Walaupun mereka kini tidak satu kampus. Namun, mereka tetap akrab dan dekat.
“Hah, jadi lo sekarang diikutin sama arwah cewek cantik?” mendadak Reni kaget seakan nggak terima, atau mungkin Reni takut kalo-kalo Yuka diajak jadi arwah gentayangan juga.
“nggak, usah kaget berlebihan deh Ren. Gue Cuma pengen bantuin ni arwah nemuin raganya doang, biar dia bisa hidup lagi itu aja.” Yuka mulai menegaskan kepada sahabatnya yang lebih mirip kayak jelasin sesuatu ke pacar biar nggak terjadi kesalahpahaman antara mereka.
Mendengar penjelasan dari Yuka, bukan kelegaan yang Reni dapat, melainkan pikiran-pikiran jelek yang Reni dapat. Yuka justru tak mengerti dengan sahabatnya itu. Karena tanpa persetujuan dari Reni pun, ia tetap akan membantu Hana. Namun, ia menghargai Reni sebagai sahabatnya.

Yuka ternyata serius ingin membantu Hana. Ia melukis sosok Hana, kebetulan sekali Yuka memang jagonya melukis, sehingga apapun yang ia lukis akan menyerupai aslinya. Rencananya hasil lukisannya akan ia sebar di fesbuk, twitter, bahkan di kampus. Seandainya ada yang mengenal dengan sosok Hana yang ia lukis. Hana pun ikut senang karena Yuka tulus membantunya.

Hari demi hari, dan berganti menjadi bulan. Sudah tiga bulan mereka selalu bersama. Seandainya aja Hana itu manusia bukan arwah. Pikiran itu selalu saja bergelayut di pikiran Yuka. Orang yang melihat kebersamaan mereka pasti akan menghancurkan dan mematahkan hati siapapun yang melihat. Karena paras cantik Hana yang memang cantik ini bukanlah isapan jempol belaka saja.

Penyebaran lukisan Hana pun belum membuahkan hasil. Hana yang sering menangis itu pun sering putus asa untuk kembali menjadi manusia. Namun, Yuka selalu menghibur dengan berbagai macam cara agar Hana tak sedih. Reni sang sahabat yang merasa akhir-akhir ini Yuka menjadi jauh, justru sedih. Namun, saat sedih pun Yuka tak berada di sampingnya. Saking dongkol dan emosinya, Reni datang ke kost Yuka. Yuka sedang tiduran sambil ngomong sendiri, bukan melainkan Yuka sedang bercengkerama dengan Hana, si arwah cantik yang udah mengalihkan dunianya.

“Elo tuh sekarang hampir mirip kaya orang gila tau gak?” Reni mendadak masuk ke kamar kost Yuka tanpa mengetuk pintu, dengan wajah berapi-api.
“Elo, kenapa sih Ren?” Yuka sang sahabat berusaha mengalah, karena baru kali ini Reni jadi sensitif banget.
“Elo, jadi jauh sama gue semenjak kedatangan arwah sialan itu. Hei, arwah kalo lo denger omongan gue ini, sebaiknya lo jauhin deh Yuka. Kedatangan lo tuh Cuma bikin Yuka jadi kaya orang gila.” Reni semakin nggak bisa mawas diri, ia pun melontarkan kata-kata yang membuat hati Hana sakit. Yuka hanya melongo.
“Ren, jangan kayak anak kecil dong. Gue Cuma mau membantu Hana.” Yuka berusaha menenangkan hati sahabatnya itu, karena ia merasa akhir-akhir ini ia memang cuek dengan Reni. Bahkan saat Reni punya masalah sekalipun.
“Oh, jadi elo lebih belain arwah itu daripada sahabat lo sendiri gitu. Terus salah siapa kalo gue sayang sama lo Yuk, salah siapa kalo gue ngerasa cemburu gini. Oke, gue pergi dari hidup lo.” Reni membanting pintu kost Yuka, sedangkan Yuka malah terperangah dengan ucapan Reni. Dia tak menyangka bila ternyata Reni sayang sama dia. Dan amarahnya diakibatkan karena ia merasa cemberu sama Hana.
“Gue, sebaiknya pergi dari hidup lo Yuk. Gue nggak enak elo jadi marahan sama Reni.” Hana mulai berkecil hati lagi, ia hanya tak ingin membebani orang.
“Jangan Han, lo belum nemuin raga lo. Gue bakal ngelanjutin ini semua, sampe lo bener-bener kembali jadi manusia.” Mendadak Yuka jadi pria paling romantis sepanjang hidupnya. Lalu ia ingin memeluk Hana, namun nggak bisa. Yuka hanya terkekeh-kekeh menyadari kembali kalo Hana itu arwah bukan manusia.

Kehidupan Yuka agak berubah semenjak bertemu Hana. Dia jadi lebih sering mandi, pake parfum. Rambutnya pun juga udah di potong. Itu pun karena permintaan Hana, karena ingin Yuka tampil lebih rapi dan Yuka pun menikmatinya. Teman-temannya juga melihat sisi perubahan yang berbeda dari Yuka. Muka Yuka udah nggak acak-acakan lagi. Ternyata Yuka memiliki sisi ganteng walaupun hanya sedikit tapi lumayanlah agak bersinar sedikit auranya.

Kabar datang setelah 5 bulan kemudian. Lukisan cewek cantik Yuka yang tak lain adalah Hana telah bersambut. Seorang pria yang mengaku sebagai tunangannya mencari Yuka. Hana pun senang sebentar lagi ia akan kembali menjadi manusia ketika ia memasuki raganya nanti. Namun, sedikit kegelisahan di hati Yuka. Yuka ternyata diam-diam menyukai Hana. Tapi ternyata Hana sudah bertunangan dengan orang. Dan Yuka tak ingin merusak itu.

“Besok, kita akan ketemu Romi. Orang yang mengaku sebagai tunangan lo Han.” Yuka memasang wajah muram. Ia seperti tidak rela melepaskan Hana.
“Hmm… semoga gue cepat inget kembali. Gue sama sekali nggak ingat Romi.”
“Mungkin disaat lo, kembali ke kehidupan manusia, lo akan mengingat kembali kehidupan nyata lo. Tapi?” Yuka menghela nafas kemudian. Hana melihatnya dengan tatapan sendu, dalam lubuk hatinya ia juga tak ingin berpisah dari Yuka. Pria yang baik dan tulus selama ia menjadi arwah.
“Tapi apa Yuk?”
“Mungkinkah, lo tetep bakal inget sama gue ketika lo kembali jadi manusia. Setidaknya, inget gue sebagai sahabat lo.”
Hana hanya terdiam dan tertunduk karena ia tak tahu apa yang akan terjadi setelah ia kembali menjadi manusia. Mungkinkah ia masih mengingat Yuka?

Yuka mendatangi rumah sakit di daerah dekat kampusnya. Ternyata selama ini, Hana koma di rumah sakit dekat kampusnya saja. Ia melihat tunangan Hana bernama Romi sedang duduk di lobi dengan santai. Ia menunggu Yuka. Hana juga ikut bersama Yuka ke rumah sakit. Yuka menceritakan perihal tentang arwah Hana yang lupa akan raganya dimana. Ternyata nama arwah cantik itu Cheri. Dan Romi juga menjelaskan kalau memang kemungkinan besar akibat kecelakaan mobil, membuat Hana amnesia, ia koma sudah cukup lama hampir setahun sudah dan mungkin masalalu akan tentang tunangannya pun terhapus. Yuka berusaha menghibur Romi.

“Apa lo siap?” tanya Yuka kepada Hana.
“Gu.. gue takut Yuk.” Mendadak Hana meragu.
“Takut apalagi? bukannya ini kan yang lo mau. Lo bakal kembali jadi manusia. Lo bakal hidup kembali.”
“Gue takut nggak bisa inget lo Yuk.”
“Udah, nggak papa. Yang penting lo jadi manusia dan hidup bahagia bersama Romi.”

Hana alias Cheri itu pun secara perlahan berjalan mendekati raganya yang terbaring koma di ranjang rumah sakit. Hana pun segera memasuki raganya. Yuka segera pamitan pulang, namun Romi menahan Yuka agar ia menunggu Hana siuman. Beberapa detik setelah Hana masuk ke raganya, ia pun siuman. Hana nampak terlihat bingung. Yang membuat hati Yuka sedih adalah Hana ternyata tak ingat dengan dirinya. Ia pun beranjak pulang dengan langkah gontai meninggalkan Hana bersama tunangannya.

Dua hari semenjak Hana kembali menjadi manusia dan kembali ke kehidupannya. Yuka pun kembali melanjutkan hidupnya. Ia juga segera minta maaf dengan Reni yang sempat marah dengannya. Baginya Hana hanyalah sepenggal kisah unik yang pernah ia alami. Yang tak akan pernah ia lupakan. Hana ataupun Cheri, si cewek cantik bak Girlband Korea yang telah mengalihkan dunia Yuka.

“Oke, deh. Gue maapin. Gue juga minta maaf Yuk. Sikap gue nggak seharusnya gitu.” Reni kembali ceria dengan kembalinya Yuka seperti sediakala, namun Yuka merasa ada yang hilang ketika Hana tak ada lagi.
“Nah, gitu dong baru Reni sahabat gue.” Yuka mengacak-acak rambut Reni. Mereka kembali bercengkrama seperti biasanya. Mereka berdua telah melupakan masalah mereka, termasuk Reni yang kembali memendam perasaannya kepada Yuka. Kerena Reni pun tak membahas perihal perasaan kepada Yuka.

– SELESAI –

Cerpen Karangan: Lilih Putri Pratiwi
Facebook: Lilih Princezz Pratiwie

Cerpen Hana Si Arwah Cantik merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tangis Mu Merayu

Oleh:
Suara burung hantu dan lolongan anjing di atas bukit mengusik sepi yang hampir abadi malam ini. Sesaat suara mereka bersahutan. Entah anjing atau serigala, tapi lolongannya kian melengking memenuhi

Masa Lalu dan Malaikat Itu

Oleh:
Mega harus merelakan kepergian Gilang. Kecelakaan itu terjadi di depan matanya sendiri. Mobil jazz yang dikendarai Gilang tiba-tiba hilang kendali dan menabrak pembatas jalan. 7 hari setelah kepergian Gilang,

Makan Malam

Oleh:
Dean dan Edward hanya diam menopang dagu di perahu karet berwarna kuning kusam. Tak ditemukan satu orang pun. Dilihatnya kiri kanan, hanya ada air biru membentang luas, itu lautan.

Makhluk Mati dan Benda Hidup

Oleh:
Langit abu berangsur-angur menjadi gelap. Gemuruh guntur sayup-sayup terdengar berbarengan dengan gema adzan isya. Rintik hujan mulai jatuh membasahi atap amben bambu. Nampak kekecewaan timbul pada wajah pengunjung warung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

21 responses to “Hana Si Arwah Cantik”

  1. Kristian Gunawan says:

    Cerpennya bagus, tapi menurutku ini cerpen romantis , serem dikit sih , tapi tidak standar horor. Maaf bila tidak berkenan di hati

  2. Cerpen nya bagus,, cuuma ending nya kurang sreek

  3. Madeline Priscilla says:

    Kata tante aku, kalau orang bisa liat hantu itu berarti hantunya yang mau nampakin diri. Katanya orang yang indigo itu berarti orang yang mempunyai izin untuk bisa dipercaya hantu untuk menampakkan dirinya. Tergantung seberapa besar izin yang diberikan Tuhan.Jadinya hantu itu tau kalau orang itu pasti lagi ngeliat dia. Kalau saya hanya diberi 25% doang. Tapi ceritanya bagus koq.

  4. Rashif Staven says:

    Ini ada lanjutan cerita (Part 2) nya nggak?
    Aku pengen baca lagi

  5. Danzel Artamadja says:

    bagus bgt 🙂 kerasa banget yuka nya wkwkw sukses terus ya :))

  6. VERA ANANDA says:

    bagus dan menarik ceritanya,sukses terus ya……

  7. Nuri Amelia Amran says:

    Cerpen nya bagus bngt tapi ending nya yg bahagia donk

  8. Elisabeth says:

    cerpen nya bagus tapi ini lebih romantis

  9. adamn says:

    nunggu banget nih lanjutannya, sumpah keren banget ceritanya,cepet posting lanjutannya ya kak

  10. marta poetra says:

    . bagus banget ceritanya mbk
    aku tunggu cerita selanjutnya mbk

  11. homey says:

    bagus bgt ceritanya n menarik..keep postin!!

  12. RAFly says:

    CERPEN NYA Boleh LUmayan tapi ini masuk kedalam daftar cerpen romantis kalo masalah Horor nya masih kurang TERUS BERJUANG DAN LANJUTKAN CERPEN BERIKUT NYA KEEP CALM AND BIKIN LANJUTAN NYA TERIMA KASIH :)) 😀 😛

  13. honggo says:

    Saya pernah dilihati gederuwo dan beberapa lagi wewe dengan anaknya. Seperti bayangan di Jawa, sedangkan saya ada di Eropa. Saya sendirian, ya saya tidak takut. Sebab mereka tidak berbuat jahat kepada saya.

  14. fathiya putri says:

    Iya bagus aku jadi ikut degh romantis dan horor nya pas

  15. Shafa Maura Raihanah says:

    Bagus, kak Yuka itu cowok ya? baru kali ini aku denger nama Yuka cowok.

  16. KIRITO says:

    Hahaha baru pas pertengahan cerita gue sadar klo yuka tuh cowo. Perasaan yuka tuh nama cewe lah? , tp gpp bagus juga ceritany

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *