Hantu Kamar Kecil

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 24 February 2018

Setiap orang bisa jadi merasa tidak nyaman berada di ruangan dengan ukuran hanya 2 x 1 m nan hening, tetapi tidak banyak juga yang merasa ruangan ini justru menjadi tempat mendapatkan mandat/ilham atas suatu karya besar maupun kecil. Di berbagai negara pastilah memiliki bayak sebutan untuk ruangan yang satu ini tetapi tidak banyak orang betah berada di tempat sekecil ini berlama-lama.

Mahluk yang satu ini justru merasa nyaman berada di ruangan kecil itu, sering kali beberapa anggota keluarganya merasa kesal karena kelakuan dirinya tetapi tidak ia ambil pusing. Baginya waktu itu sengat berharga untuk menyerap berbagai ilmu apapun yang dia inginkan, berada di ruangan yang luas justru tidak membuat dirinya merasa lega tetapi justru merasa kebingungan dengan apa yang seharusnya dikerjakan terlebih dahulu. Hanya di tempat sempit ia menjadi merasa lebih tenang dan memahami pelajaranya lebih dalam.

Kejadian seperti ini sudah hal biasa di rumahnya dimana kamar kecil terkunci dari dalam dengan kurun waktu yang cukup lama. Suasana seperti teriakan orang kesal sudah biasa ada di seluruh penjuru rumah terutama ketika masa ujian tengah semester maupun akhir semester, karena selalu ada makhluk yang menguasai kamar kecil di rumah berukuran 5 x 5 m itu.

Kali ini tepat hari rabu dan gadis kecil itu sedang berusaha berkonsentrasi dengan pelajarannya di tempat yang tidak lazim menjadi favorit seseorang. Ya, dia sedang berkonsentrasi ke pelajarannya karena ia sedang menghadapi ujian matematika yang merupakan musuh terbesarnya di kamar kecil. Dia masuk ke kamar kecil tepat ketika jam sembilan malam karena ia merasa tidak akan diganggu jika mendekam di sana ketika sudah memasuki jam tidur.

Setelah tiga puluh menit berlangsung ternyata tetap ada gangguan karena pintu kamar kecil diketuk seseorang dengan pelan. Pada mulanya ia mengabaikan tetapi lama kelamaan tidak ada suara orang berteriak kepada dirinya “hei! Anna! cepat keluar! aku mau masuk!” yang seperti itu, mereka pasti berteriak hingga seisi rumah mengetahuinya. Anna kecil tidak pikir pusing ia melanjutkan buku pelajaran yang sedari tadi ia baca. Tetapi tetap ada rasa janggal karena ada suara orang mengetuk pintu kamar kecil setelah dua puluh menit berlalu.

Beberapa saat kemudian ia mendengar suara seseorang berbisik lirih memanggil namanya “Anna… Anna…” seakan suara itu merintih. Bulu kuduk gadis kecil itu berdiri, perlahan seperti ada hawa dingin merayapi kaki dan membuat jantungnya berdegup lebih cepat dari biasanya. Gadis berpotongan rambut boob ini mulai merasa tidak nyaman berada di tempat favoritnya untuk belajar.

“Anna…” sekali lagi ia mendengar seseorang merintih memanggil namanya, seketika itu juga ia mengulup ludah, menguatkan tekat, kemudian membuka pintu kecil itu dengan keras dan bersiap-siap untuk memarahi siapa orang yang berbuat jahil kepada dirinya.

BRAK! sekuat tenaga pintu itu terbuka dengan lebar, bunyi yang menghantam dinding menjadi sedikit menggema dengan keadaan sepi malam hari. “siapa sih yang ganggu! beraninya main belakang! sini maju kalau berani!” teriaknya dengan sekuat tenaga hingga gemanya bersahutan dengan gema berdebam pintu tadi. Mata bulat itu mencari sosok kakak lelakinya yang biasa menjahili dirinya dengan berpura-pura akan menggunakan kamar kacil sewaktu Anna sedang berusaha berkonsentrasi dengan pelajarannya dan ketika Anna keluar dengan muka masam jutru ditertawakan oleh kakaknya yang satu itu. Kali ini ia ingin sekali memarahi sosok tengil satu itu tetapi ia tidak menemukannya di seluruh penjuru matanya memandang.

Bulu kuduknya kembali berdiri, kali ini karena ada suara rintihan itu lagi dari arah belakang kembali memanggil namanya dengan nada bergetar seperti orang kesakitan. Seluruh tubuh gadis SMP itu gemetar dan kaki kecil itu mulai berlari ketakutan menuju kamar miliknya.

Cerpen Karangan: Milda
Blog: Mirrudachan.blogspot.com
salam kenal, saya milda. saya harap kalian menyukai cerita yang saya buat.

Cerpen Hantu Kamar Kecil merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Glasses of Earth Death

Oleh:
Rumah di depan sekolah itu selalu tampak gelap meskipun di siang hari. Dua pohon di depan rumah itu mengahalangi masuknya sinar matahari. Pemandangan yang menyeramkan, sebuah rumah kosong yang

Biola Pembawa Kematian

Oleh:
Gadis itu pintar memainkan biola. Namanya Evellyn. Rambutnya panjang, wajahnya cantik dan kulitnya putih. “Mama, beli biola baru ya. Punya Evellyn rusak nih!” Evellyn menunjukan biolanya yang rusak pada

Rebecca

Oleh:
Malam hari yang menyeramkan. Semua temanku sudah tidur, dan.. Aku di sini masih mengerjakan tugas ini. Rasanya badanku sangat pegal. Tapi, apalah daya ini perintah. Hufftt, terima sajalah. Tok..

Piano Tua

Oleh:
“Yah, inilah dia. Hasil yang bisa kutuliskan. Aku tak tau bagaimana lagi caranya untuk memberitahukannya padamu. Kurasa hanya inilah satu-satunya cara bagimana aku bisa menceritakan semuanya dengan benar. Semoga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *