Hantu Penunggu Rumahku di Bandung

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Anak, Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 8 March 2015

Pada suatu hari, saya tinggal dengan ibu ku. Ayah ku pergi merantau ke jakarta. Di tempatku katanya banyak orang yang mengatakan tempat ini angker. Karena aku masih kecil jadi aku tidak merasa takut. Aku masih kelas 1 SD, dan setiap pagi aku mandi di belakang rumah, di belakang rumahku ada sumur.

Pada suatu pagi aku menimba air di sumur, dan pagi itu aku sedang mandi dan menggoskkan sabun ke tubuhku, lalu seperti ada benda jatuh ke dalam sumur, suaranya sangat besar hingga warga desa datang ke rumahku, kata warga desa bilang ke ibuku. “Suara apa itu?”
ibuku berkata “mungkin itu genting jatuh ke sumur”.
“Owhh..”

Saat malam tiba terasa sangat dingin, aku terbangun malam hari skitar jam 1 malam. Aku ke kamar ibu ku dan berkata bu aku kedinginan. Lalu aku tidur di kamar ibuku.

Saat mau tertidur seperti jendela terbuka dan tertutup, bulukuduku mulai tegak, ternyata jendela itu terbuka dengan lebar dan terlihat sosok wanita yang sangat menakutkan. Aku dan ibuku melihat sosok yang menakutkan itu tak tahu aku dari mana asal wanita yang menakutkan itu.

Aku dan ibuku tidak memberitahukan kisah ini semua warga karena takut warga pindah semua.

Kisah nyata

Cerpen Karangan: Fauzan Sibhotullah

Cerpen Hantu Penunggu Rumahku di Bandung merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Liburan Seru Ke Desa

Oleh:
Namanya Alivura Puteri Pratama Furryo Jackson. Akrabnya dipanggil Ivura. Seperti namanya, ia putri pertama dari pasangan Furry dan Ryo. Anaknya cantik, putih, pintar lagi, kaya, rambutnya saangaat hitam sepunggung,

Di Balik Keheningan (Part 1)

Oleh:
Detik jarum jam bagaikan alunan simponi bagiku. Sepi dan menyedihkan. Diam, aku hanya bisa diam ketika semua orang mencelaku. Dari sekian banyak orang di sekolah, mungkin tidak ada yang

Meraih Impian

Oleh:
Di suatu sore yang indah, angin bersemilir, gunung terlihat tinggi menjulang, dan awan yang bertumpuk-tumpuk seperti kapas. Vita anak pertama dan satu-satunya di keluarga itu memiliki penyakit yang parah

Tinggal Kenangan

Oleh:
“Kring kring kring!” Jam dering sudah berbunyi. Saatnya aku mandi bersiap siap untuk Sekolah. Di ruang makan… “Zikha kamu jangan nakal ya sayang!” Nasehat Ibu “Baik bu,” jawab Zhika.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *