Hantu Pocong

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Pengalaman Pribadi
Lolos moderasi pada: 14 August 2015

Perkenalkan aku Caca, kali ini aku akan menceritakan secara singkat sedikit tentang pengalaman horor aku di rumah. Waktu itu aku masih SD, di rumah aku tinggal bersama Ibu dan Kakak perempuan aku karena Ayah aku bekerja di Ibu kota. Menjelang siang Tante aku suka ke rumah hanya untuk membantu pekerjaan sampingan Ibu sebagai penjual kue.

Pada malam hari, Tante aku bermaksud menginap di rumahku, dari magrib sampai jam sembilan tidak terjadi apa-apa tetapi sebelumnya Tante aku ingin buang air kecil berhubung belum ada wc di rumah jadi Tante diantar Kakak pergi ke kakus di luar rumah. Setelah itu mereka ke kamar lagi.

Pada saat itu aku dan Ibu tidur depan tv, nah jam sembilan lewat Kakak dan Tante aku pada lari menghampiri Ibu sambil bilang, “takuuuttt”.
Ibu aku bertanya “memangnya ada apa?”
“barusan kita belum tidur tapi malah bercerita, pas aku nengok ke jendela, gordennya terbuka sedikit”
“lalu?
“aku melihat wujud manusia tetapi dibalut kain putih dan sangat kumal dan kotor tanah!” kata Tante
“alah bohong kalian ini”

Padahal dari sebelum mereka menghampiri Ibu, Ibu dan aku sudah mendengar ada yang ketok-ketok pintu depan, tapi kita berusaha tidak memberitahu Tante dan Kakak yah takut malah rame ketakutan mereka.

“sudah sekarang kalian tenang,” kata Ibu aku.

Waktu itu aku posisinya dekat jendela di ruang tv yang ketok-ketok itu malah pindah dari pintu ke jendela dekat aku, otomatis itu Ibu aku langsung meluk aku dan mereka berdua malah meluk pantat Ibu (hahahaha). Berlangsung beberapa menit ketokan itu berlangsung dan pindah-pindah dari pintu ke jendela dan itu sangat cepat sekali. Coba pikir kalau itu ulah manusia gak mungkin pindah tempat secepat itu karena jaraknya yang tidak memungkinkan.

Ibu mulai ketakutan, apalagi mereka berdua sampai nangis segala. Ibu berinisiatif mengencangkan volume tv sekencang mungkin. Apa yang terjadi? yang ketok-ketok itu marah, pas ketok jendela langsung seperti yang nendang pintu kenceng banget! sampai kita semua terkejut.

Malam itu akhirnya kita tidur sama-sama depan tv, pas besoknya ada kabar dari keluarga di Cianjur katanya ada saudara yang meninggal akibat kecelakaan saat bekerja. Dia terjatuh dari tiang listrik dan kepalanya terbentur trotoar sampai kepala pecah dan organ dalamnya juga terlihat.

Setelah mendapat kabar itu, Ibu mengambil kesimpulan bahwa kejadian semalam adalah tanda yang memberitahu keluarga di rumah aku bahwa ada saudara meninggal dan kita belum tahu. Dan ternyata sebelumnya juga Ibu punya firasat akan ada yang meninggal soalnya sudah ada 3 hari Ibu masak nasi basi terus padahal baru beberapa jam.

Sekian pengalaman yang dapat kuceritakan, mohon maaf bila ada salah kata dan dapat menyinggung kalian dan maaf juga ini hanya bermaksud berbagi cerita bukan mengungkit orang yang sudah meninggal.
Terimakasih.

Cerpen Karangan: Wulandari
Facebook: aliwulandari.blogspot.com

Cerpen Hantu Pocong merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Salting Membawa Petaka

Oleh:
Sabtu di minggu ini, tidak seperti biasanya kami semua wajib untuk datang ke sekolah. Karena di sekolah kami sedang mengadakan acara sejak hari kamis yang lalu. Tepatnya sejak tanggal

Ghost Village

Oleh:
Ada 5 orang sabahat yang bernama, ikbal, riwan, aldi, salsa dan desy. Mereka baru saja selesai ujian. Mereka merencanakan berwisata ke gunung. Dan mereka akan berangkat besok pagi. Keesokan

Belajar Dengan Jurus ATM

Oleh:
Hai teman-teman, pertama-tama marilah kita panjatkan puji serta syukur atas kehadirat Allah SWT, eh… bukan itu maksud aslinya, oke “to the point” pertama-tama aku akan memperkenalkan diri, ada pepatah

Rumah Kosong di Tengah Danau

Oleh:
Andhika duduk termenung di cafe yang didepannya terdapat sebuah rumah sakit jiwa. Pikirannya kembali mengulang peristiwa yang membuat kelima teman dan pacarnya itu menjadi gila. Ia ingat sekali waktu

Bangku Sudut Kelas

Oleh:
Pagi ini, Renita sengaja berangkat awal supaya tidak terlambat seperti hari-hari yang lalu. Dia berjalan menyusuri koridor kelas 9I sampai 9A. Dan langkahnya terhenti ketika di depan 9B, dia

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Hantu Pocong”

  1. Malika Sekar R. says:

    Keren, aku suka bikin merunding nih.

  2. Juan says:

    Ini realita ka? Ko serem banget ya? Berasa nyata taugasi.. hiii seremmmmm

Leave a Reply to Juan Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *