Hantu Sepanjang Jalan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 23 May 2019

Temanku bercerita padaku tentang kisah nyata yang dialaminya tahun 2014. Cerita ini dimulai ketika keluarga temanku yang bernama Farhan, sedang ke rumah saudaranya yang ada di Depok. Kecuali si Farhan. dia ditinggal di Tangerang karena masih ada kegiatan ekskul di sekolahnya. Setelah dia pulang ke rumahnya, dia ganti baju, beres-beres dan berangkat menyusul keluarganya ke Depok.

Dari Tangerang, dia pun memutuskan untuk naik bus.
“Ke mana dek?”
“Depok bang. Bisa ga?”
“ya udah, hayuk naik”
Farhan pun masuk ke dalam bus.

“Sepi amat…” gumamnya dalam hati.

Memang saat itu, bus sedang sepi. Hanya berisikan supir, kenek, Farhan sendiri, pasutri yang sedang tidur, dan orang berjaket hitam tidur selonjoran di bangku barisan paling belakang dengan kepalanya ditutupi koran yang penuh dengan cairan merah. Farhan memilih untuk duduk di bagian tengah bus. Bus pun mulai melaju.

Kira-kira 10 sudah 10 menit berjalan, saat bus sedang berhenti sesaat, Farhan melihat seorang nenek menunjuk ke arah sebuah mobil ambulan. Sontak Farhan juga melihat ke arah ambulan tersebut. Dia mendapati hanya kepala yang ada di atas keranda mayat. Farhan pun kaget dan entah kenapa Farhan mulai penasaran dengan pria yang tertidur di bangku paling belakang. Farhan pun melangkah pelan-pelan dan secara perlahan namun pasti menyingkap koran tersebut dari wajahnya, dan alangkah kagetnya dia, diapatinya jasad pria tanpa kepala. Farhan berusaha untuk tidak berteriak dan membaca istighfar berulang kali. Farhan kembai ke tempatnya.

Akhirnya, Farhan sampai di tujuannya. Saat Farhan akan turun, semua keadaan menjadi aneh. Suasana menjadi dingin. Farhan melihat ke supir dan kenek. Alangkah takutnya dia karena melihat supir dan keneknya berubah menjadi sosok hantu yang menyeramkan. Sang supir hilang kulit kepalanya dan lehernya dan hampir seluruh tubuhnya membusuk, dan sang kenek berubah menjadi sosok yang mirip seperti Genderuwo. Farhan pun segera turun.

Sepi, sunyi. Di jalan raya yang harusnya banyak kendaraan yang lewat, agak aneh karena saat itu tidak ada satupun kendaraan yang lewat. Padahal masih bisa terhitung siang. Bus tersebut berjalan kembali. Dan anehnya pasutri yang sedang tidur itu pun menggedor-gedor jendela bus layaknya orang minta tolong. Bus langsung melaju cepat. dan kira-kira setelah 100 m bus itu berjalan, setiap jendela penuh dengan cipratan darah. Setelah itu busnya menghilang entah kemana. Berjalan dalam ketakutan, kendaraan-kendaraan mulai berlalu-lalang, dan keadaan pun mulai ramai.

Tiba-tiba ada mobil angkot menghampirinya, dan supir angkot pun bertanya padanya.
“Dari mana, dek?”
“Dari Tangerang, bang”
“Ooh, Tangerang. Naik apa ke sini?”
“Naik bus, bang”
“Bus? dari tadi 1 jam lebih abang di sini, belum ada abang liat bus yang lewat”
“Jangan nakutin ah, bang”
“Seriusan, dek. Ya udah, sekarang mau ke mana adeknya?”
“ke *nama daerah* bang”
“Ya udah, naik sini”

Farhan pun masuk ke dalam angkot dan mulai berangkat. Saat sampai di daerah dekat rumah saudaranya, dia turun. Farhan pun berjalan. Setelah beberapa menit dia berjalan, dia lewat di depan sebuah rumah kosong yang kelihatannya sudah bertahun-tahun tidak ditempati. Anehnnya, dia seperti mendengar suara orang berteriak kesakitan dan minta tolong. Dan tiba-tiba punggungnya ditepuk oleh tetangga dari saudaranya.

“Kenapa, dek?”
“Ini rumah kenapa, om? kok tadi saya denger suara?”
“Oh, rumah ini dulunya memang sudah menjadi rumah kosong. Di sini juga terjadi kasus pembunuhan.”
“Ceritanya gimana, om?”
“Jadi gini. Dengar-dengar, saat terjadi kasus itu, si perempuan di “begituin”. Abis itu si perempuan mengambil pisau dan menebas “anu” nya si laki-laki. Tidak terima, si laki-laki menusuk perut si perempuan, dan akhirnya mereka berdua maninggal di tempat. Saat mayat mereka berdua dievakuasi, polisi tidak menemukan potongan “anu” nya si laki-laki, sampai sekarang. Dan jika ada orang yang berani masuk ke rumah itu, dia akan mencium bau yang sangat amis dan busuk. Kurang lebih seperti itu dek”
“oh, jadi begitu. Makasih om”
“sama-sama”

Dan akhirnya, Farhan sampai ke rumah saudaranya. Dia langsung masuk ke kamar dan istirahat sambi merenungi apa yang telah terjadi hari ini. Setelah melepas penat, dia pun bergabung untuk makan dan berbincang-bincang dengan keluarganya. Setelah itu mereka semua tidur.

Mendekati jam 12 tengah malam, pintu rumah diketuk oeh seseorang. Makin lama, makin keras. Semua orang di rumah itu pun terbangun. Tak terkecuai Farhan. Si nenek pun membuka pintu dan mendapati tidak ada siapapun di luar. Jadi si nenek hanya membuang sampah saja ke tempat sampah yang ada di seberang jalan. Namun saat si nenek akan kembai ke rumah, dia mendapati seorang perempuan yang bisa dibilang berpenampilan seberti “cabe-cabean”.

“Heh, pulang lu. Jam segini kelayapan aja kerjanya”

Si perempuan tidak merespon. Namun saat si perempuan menoleh ke arah nenek, Si nenek bergidik ngeri karena kepala si perempuan telah buntung. Setengah belari, si nenek kembali ke rumah. Keadaan kembali tenang.

“Udah, tidur tidur”

Mereka semua kembali ke kamar masing-masing dan kembali tidur. Namun, disaat mereka semua hampir terlelap, terdengar suara seperti benda yang terbentur ke pintu. Karena hanya Farhan yang ada di luar kamar, dia pun membuka pintu. Dan dia bertemu…

POCONG!!!

THE END

Cerpen Karangan: Hosea Alexander
Facebook: Hosea Alexander Pieter
Nama: Hosea Alexander
Nama panggilan: Hosea atau Alex
TTL: Jakarta, 6 November 2001
Kelas: 11
IG: @sasa_charger ; @hoseaa56
Line: hoseaa56
Blog: hoseaalexander.blogspot.com

Cerpen Hantu Sepanjang Jalan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Cermin Berhantu

Oleh:
Hari ini tante Lisa datang. Seperti biasa, tante lisa membawakan hadiah untukku. Kali ini hadiahnya adalah sebuah cermin berdesain mewah. Aku sangat menyukai cermin itu. Kebetulan di kamarku ada

Ada Sesuatu Yang Lain

Oleh:
“Jangan mendekat!” ucap Verol dengan nada tegas. “Tapi, aku ingin mengucapkan terima kasih padamu. Jika kau tak ada tentu aku akan mati diterkam serigala itu.” Gita tersenyum, betapa beruntungnya

Jangan Sendirian

Oleh:
Malam itu aku baru pulang dari tempat kerja, udaranya sangat dingin hingga menembus kulit, bajuku yang tipis membuatku menggigil dingin Aku lupa membawa jaket hangatku, aku melewati jalanan yang

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *