Haunted Doll

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 28 April 2016

Hari itu, Kumiko dan ayahnya pergi ke Mikomall untuk membeli boneka baru. Ayah Kumiko akan memberikan boneka itu sebagai hadiah ulang tahun.

“Wah.. Cantik sekali boneka ini!” Kumiko tertegun mengamati sebuah etalase boneka perempuan yang memakai gaun hitam kuno. Wajahnya yang cantik membuat Kumiko berdecak kagum melihatnya. “Pa, Kumiko mau boneka ini!”
“Loh, katanya mau boneka beruang? Aneh-aneh saja kamu ini,” Papa menggeleng-gelengkan kepalanya. “Lagi pula, boneka beruang ini murah sekali harganya. Tidak seperti boneka itu, Kumiko..”
“Pokoknya Kumiko ingin yang ini!” Kumiko bersikeras mendapatkan boneka itu.
“Iya, iya..”

Papa Kumiko pun membelinya dengan harga 300 ribu rupiah.
“Mahal sekali boneka ini! Tapii.. Papa senang juga melihatnya. Boneka ini bagus dan cantik sekali! Lihat, detail catnya pun sungguh sempurna!” Papa berkomentar.
Setelah itu, Kumiko dan papanya pulang menggunakan taksi.

Di rumah Kumiko.
“Hai, Hideko!” Seru Kumiko kepada adiknya.
“Hai Kakak! Kakak bawa apa?” Tanya Hideko.
“Bawa boneka. Bonekanya cantiiikk.. sekali! Ayah yang membelikanya untuk Kakak, loh..” Jawab Kumiko.
“Aku pinjam, dong!” Pinta Hideko.
“Enggak boleh! Beli saja sendiri sana!” Ucap Kumiko angkuh.
“Kakaaakk!” Jerit Hideko.

Malamnya.. Hideko dan Kumiko tertidur pulas. Tiba-tiba saja, Hideko bangun dari tidurnya. Ia melihat ke sekeliling, dan tidak sengaja saja melihat boneka milik kakaknya. Ia tergiur untuk bermain dengan boneka itu. Akhirnya, Hideko pun meraih boneka itu, lalu bermain-main dengannya. Selang beberapa lama kemudian, Hideko kembali mengantuk. Ia pun berbaring. Belum juga menutup mata, perutnya seperti ditusuk-tusuk oleh sesuatu. Hideko pun mual dan batuk-batuk. Meskipun begitu, kakaknya tidak mendengar rintihan Hideko. Hideko terus merintih dan akhirnya muntah darah. Ia melihat, boneka kakaknya itu membawa pisau dan menusuk-nusuk perutnya dengan pisau. Hideko menjerit keras, dan akhirnya pun meninggal dunia karena kehabisan darah. Hideko bingung, mengapa kakak atau ayah-ibunya tidak mendengar rintihan dan jeritan kerasnya. Esok paginya..

“Hoahm,” Kumiko menguap.
“Selamat pagi, Kak..” Sapa Hideko.
“Pagi. Hmm.. ngomong-ngomong, mana bonekaku, ya?” Tanya Kumiko.
“Hihihi..” Tiba-tiba, Hideko tertawa.
“Hmm.. Ya sudahlah. Nanti aku cari lagi!” Kumiko meninggalkan Hideko sendirian di kamar.
Hmm.. Menurutmu, yang bicara dan berbincang dengan Kumiko pagi ini itu siapa?

Cerpen Karangan: Aurell
Hai semua. Namaku Aurellia Khadeliu Susanto, bisa dipanggil Aurell. Aku lahir 15 Februari 2005 dan baru saja menginjak umur 11 tahun. Sekarang, aku duduk di kelas 5 SDN TUNAS HARAPAN Bandung. Kalau mau ke kontak-kontak aku, bisa follow ke IG: www.instagram.com/aurlz_ , Ask.fm: https://ask.fm/QueenAuka. Kritikan dan Saran bisa dikirim ke E-mail: aurell.pinkie[-at-]gmail.com

Cerpen Haunted Doll merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Sosok yang Sedang Balas Dendam

Oleh:
Berita tentang pembunuhan di jalan yang menghubungkan antara desa Jetis dan desa Wringin semakin menyebar luas ke seluruh penghuni desa sekitar. Jalan itu memang sepi dan tidak pernah dilalui

Penunggu Rumah Nenek

Oleh:
Sudah beberapa hari ini Lucy menempati kamar barunya di rumah neneknya. Ia pindah karena tempat kerjaannya lebih dekat dengan rumah neneknya di tengah pusat Jakarta. Kamarnya berada di lantai

Is It The Ghost Class

Oleh:
A True Story… Aku nyaris terjengkang dari tempat dudukku kala mendengar suara yang awalnya hanya samar-samar itu lagi. Iya lagi. Lagi dan Lagi. Suara yang tak asing lagi, namun

Dering Ponsel

Oleh:
Drt … Drt … Drt … Suara itu. Entah bagaimana caranya namun mampu membuat diriku terjaga. Sembari menahan kantuk, aku beranjak dari kasur empukku menuju toilet yang berada di

Birthday Haunted

Oleh:
Tik tok tik tok, suara jam dinding silver menggema di seluruh ruang kamar membuat suasana semakin mencekam. Aku berusaha tetap terjaga meski angin malam membuat tubuhku menggigil. Kutarik selimut

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

2 responses to “Haunted Doll”

  1. matin says:

    Hha… Kira” siapa ya? Nice…

  2. Rana Dakka says:

    Latar belakangnya di Jepang tapi kok beli bonekanya pake mata uang rupiah?hehehe

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *