Horror Side

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 30 December 2014

Malam ini, ya saat sepi. Aku tidak bisa tidur karena terus membayangkan film horor yang aku tonton tadi.
Aku memaksa mataku untuk terlelap dan istirahat. Tapi, mataku selalu membantah dan melihat suatu sosok yang tidak lazim. Saat itu aku berteriak. Tapi, mulutku terasa disekap. Ruang kamarku tiba-tiba gelap. Aku tidak bisa melihat satu benda pun. Ak.. aku melihat..
“Hey, siapa kau? Jawab a.. ak..”
Aku merasa kakiku ditarik oleh tangan dengan permukaan yang sangat kasar, berkuku tajam. “Argghh.. siapa kau? Ibu.. ayah.. kakak, kumohon jangan main-main!”.
Aku menenggelamkan seluruh tubuhku ke selimut tebalku, namun lagi-lagi ditariknya. Aku mengumpulkan kekuatanku untuk lari, menerjang ke arah pintu.
“Sial, ini terkunci”. Keringat dingin mulai membasahi tubuh dan rambutku, tiba-tiba sosok itu muncul tepat di hadapanku, aku bisa melihat matanya yang berkilat tajam sangat mengerikan, perlahan tubuhku merosot terduduk bersandar di pintu dengan napas menggebu-gebu.
Saat sosok itu menangkapku, aku berlari menjauh menuju sudut kamarku. “Bu.. ayah..”
Srek srek srek srek
Sosok itu muncul lagi, langkah kaki yang terdengar sangat dipaksakan. Dalam gelap aku tidak bisa memastikan bagaimana sosok itu, namun aku bisa merasakan keberadaan sosok mengerikan itu yang ada di dekatku. Aku mencoba berdiri dan berlari lagi, namun aku tersandung dan tubuhku masuk ke bawah ranjang tempat tidurku. Uhh situasi yang sangat menguntungkan.
“Argghh”. Untuk kesekian kalinya kakiku ditarik oleh tangan kasar itu, aku diseret menuju tembok, sosok itu menghimpitku, aku berpikir mencari cara untuk terlepaskan, pura-pura terjatuh dan langsung berlari. Aku melempar beberapa buku yang tersusun rapi di meja belajar di samping tubuhku. Sosok itu menghilang! Fuihh lega. Tiba-tiba
Tsss
Aku mendongakkan kepalaku, dan sosok itu tepat berada di atas kepalaku, darah dari tubuhnya menetes tepat di wajahku. Aku ingin berteriak, tapi mulut ini kembali disekap, tidak ada suara yang dapat keluar dari mulutku, lututku lemas, aku sangat ketakutan.
Pukk
Sebuah telapak tangan menepuk bahuku keras, aku hanya dapat berlari ke setiap sudut kamar yang aku yakin sangat berantakan saat ini, aku bermandikan keringat dingin, sosok itu kembali muncul, kali ini tepat di hadapan wajahku, sangat dekat!
“Argghh..”
“Bangun Libby, bangun, hey bangun”.
Aku merasa ada yang memanggil namaku. Kenapa kali ini mataku terasa melihat cahaya. Aku menggesek mataku dengan tangan dan. Ah sosok itu!
“Ahh.. itu.. i.. itu, eee.e.. ibu?”
“Apa yang terjadi denganmu hey? Berteriak dengan lantang di malam hari”.
Aku menatap sekelilingku, kamarku yang tadinya hitam gelap, kini sangat terang. Tidak ada hal yang aneh disini.
“A.. a.. apakah aku bermimpi?”
Ibuku hanya mendecak kesal, pergi menjauh dari kamarku. Ia membawa sebuah gayung berisi air.
“Jika kau masih berharap bisa sarapan, segera bangun dan mandi. Ibu akan pergi limabelas menit lagi. Jangan sampai kau terlambat ke sekolah”. Omel ibuku, aku masih saja terdiam.
“Heah, kau sangat susah dibangunkan”. Ucapnya sebelum benar-benar pergi.
Aku lemah, memaksakan tubuhku untuk bangun. Aku merapikan tempat tidurku dan pergi bergegas untuk mandi. Saat shower itu kugunakan untuk membasahi tubuhku, aku teringat tetesan darah tadi. “Kumohon, aku ingin pikiranku segar kembali”.
Aku segera mengganti bajuku dan pergi ke meja makan untuk sarapan. Aku menghela napas, saat roti menuju mulutku aku selalu teringat akan mimpiku tadi. “Ah.. tak usah kupikirkan”. Nyamm..
“Libby, ibu akan berangkat sekarang”. Teriak ibuku.
“Libby, ayo cepat!” Teriak ayah yang akan menuju kantornya yang bersebelahan dengan sekolahku.
“Ya sebentar”. Aku sigap melangkahkan kaki ini untuk pergi.
Aku membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang.
“Yah, ayo cepat. Ini sudah terlambat”.
Ayah, menolehkan perlahan kepalanya ke arahku.
“Argghh! Tidak, sosok itu”.

End

Cerpen Karangan: Andini Fitriani
Facebook: Andini Fitriani
Andini fitriani
Kp. Cikondang, Kec. Pangalengan
SMAN 1 Soreang

Cerpen Horror Side merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Selamat Jalan Anakku

Oleh:
Aku sejak SMP di kenal sebagai anak yang tomboy, tak jarang sering bertengkar dengan laki laki. Saat SMP aku tak pernah sekalipun membuka hati pada siapapun hingga saat ku

Hiburlah Aku

Oleh:
Tidak, tidak. Apa mereka bercanda? Sesungguhnya aku bukan seorang yang terlalu lihai merayu. Tapi mau bagaimana lagi, toh aku juga nanti dapet ketenaran. “Hei, selamat!” ayunda tersenyum, ia seorang

Sosok Di Depan Perpustakaan

Oleh:
Hay guys, kenalkan namaku Indriani Pujasari biasa dipanggil Indry. Aku berusia 16 tahun. Aku mau berbagi cerita yang pernah aku alami bersama temanku Kiki (nama disamarkan) saat persami di

Gadis di Balik Jendela

Oleh:
“Eh, apa itu.. di balik jendela rumah sana?” “Apakah itu seorang gadis?” Tuk… Tuk… Tuk… “Gadis itu ngetuk-ngetuk jendela, ya? Dia manggil kita?” “Kita datangi, yuk.” GEDOR DORR DORRR

Di Balik 13

Oleh:
Semilir angin malam menyapu debu-debu kusam halaman apartemen wiraswara No.13 jalan Ahmad Yani jakarta timur itu. Pohon-pohon bergetar dan dan menjatuhkan daun daun kering. Beberapa kali terdengar suara lolongan

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *