Hutan Setan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Fantasi (Fiksi), Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Jepang
Lolos moderasi pada: 16 January 2014

Ayu, Irma, Nisa, Aldo, Rama dan Yuda sedang liburan di perancis, mereka tinggal di rumah kakak Ayu yang bekerja disana. Mereka pun berjalan-jalan di kota yang penuh cahaya dan romantis itu. Akan tetapi, mereka harus pergi ke jepang dikarenakan saudara Ayu ada yang meninggal disana. Singkat cerita, mereka pun tiba di jepang dan pergi ke pemakaman.

2 hari pun telah berlalu tetapi mereka disana merasa bosan dan akhirnya mereka berencana untuk camping di hutan.
Aldo: “kita enaknya camping dimana ya”.
Iim: “ke gunung aokigahara aja disitu hutanya bagus”.
Rowi: “iya hutan itu bagus banget kita kan udah 5 tahun tinggal disini jadi kita tau tempat yang bagus”.
Yuda: “ya udah deh tapi disitu nggak ada hantunya kan”.
Rowi: “Emm, anu anu ya nggak ada lah” sambil sedikit gugup

Keesokan harinya akhirnya pun mereka berangkat menuju hutan aokigahara, setelah sampai, mereka sedikit bingung dikarenakan hutan itu kelihatan angker, ketika mereka berjalan di tengah hutan mereka terpisah menjadi 2 kelompok, kelompok 1 ayu, nisa, rama, yuda kelompok 2 irma, iim, rowi, aldo.

Di kelompok 1.
Ayu: “loh yang lainya kemana?”.
Nisa: “aku juga nggak tau”.
Yuda: “kok mereka bisa nggak ada wah hebat berarti mereka bisa main sulap”.
Rama: “sulap apaan mereka hilang beneran tau”.
Ayu: “aku yakin ini ada sangkut pautnya tentang hutan ini, dari awal aku sudah curiga sama tempat ini”.
Nisa: “kurang ajar berarti iim dan rowi membohongi kita semua dong”.
Ayu: “aku rasa begitu”.
Yuda: “kurang ajar pokoknya kalau ketemu gue, bakal gue jadiin rendang mereka berdua”.
Aldo: “emang bisa”.
Yuda: “mungkin”.

Di tengah perjalanan tiba-tiba kaki nisa masuk di dalam lumpur mereka pun berusaha menolong nisa akan tetapi nisa sudah tenggelam di dalam lumpur tersebut, mereka pun sedih dan menyesal.

Di sisi lain kelompok 2 menemukan sebuah perkampungan seperti gubuk tapi anehnya tidak berpenghuni dan banyak sekali tengkorak yang digantung di atas pohon. Tiba-tiba aldo merasa gatal-gatal dan menggaruk tubuhnya hingga terlihat tulang dan dagingnya hingga ia meninggal dengan mengenaskan.

Irma: “al, kenapa loe harus mati mengenaskan seperti ini”.
Rowi: “udah-udah jangan sedih lagi lagian udah terlanjur mati aja nggak bakalan bisa hidup lagi”.
Irma: “enak banget loe ngomong mati loe pikir ini masalah yang enteng aldo tuh sahabat gue tau, iya loe baru kenal sama dia jadi loe nggak merasa kehilangan”.
Iim: “udah-udah nggak usah debat”.
Irma: “tempatnya kok serem banget ya? Banyak tengkorak lagi, tempat apaan sih ini”.
Iim: “aku juga nggak tau sebaiknya kita istirahat di salah satu rumah yuk”.
Irma: “iya ayo iiihhh tempat yang tragis”. sambil berjalan

Dikelompok 1 mereka bertiga terus berjalan dan akhirnya sampai di perkampungan gubug yang penuh dengan tengkorak.
Ayu: “tempat apaan nih kok banyak tengkoraknya”.
Yuda: “iya kayak tempat pembunuhan aja, eh gue punya ide gimana tengkorak ini kita bawa pulang lalu kita jual aja”.
Rama: “yuda mana ada orang yang mau beli tengkorak, emang loe mau mungutin tengkorak-tengkorak itu semua”.
Yuda: “nggak sih tapi kan ada elo yang mau mungutin”.
Rama: “yee siapa juga yang mau mungutin”.
Ayu: “udah-udah nggak usah debat lagi, eh itu kayaknya irma deh”.
Rama: “iya kita kesana yuk”.

Akhirnya mereka bertemu kembali mereka pun senang.
Irma: “akhirnya kita dapat bertemu lagi”.
Ayu: “iya gue senang banget, eh row, im rahasia apa yang loe sembunyiin dari kita semua”.
Rowi: “nggak ada kok”.
Yeheskiel: “nggak usah bohong deh loe, gue jadiin rendang baru tau rasa loe”.
Rama: “iya nggak usah bohong deh jujur aja kali”.
Iim: “oke sebenarnya hutan aokigahara Dikenal dengan sebutan “Lautan Pohon”, hutan lebat seluas 32 kilometer di barat laut kaki Gunung Fuji, Namanya, Aokigahara. Rumor menyebut, ia memiliki cadangan besi di bawah tanahnya, yang mengganggu kerja kompas, menyesatkan para pejalan kaki yang menembus belantara. Yang paling menyedihkan, hutan ini menjadi lokasi bunuh diri, lebih dari 500 kasus yang dilaporkan sejak tahun 1950an. Penduduk setempat mengklaim kerap mendengar jeritan arwah di tengah malam. Tingginya angka bunuh diri memicu pemerintah memasang papan himbauan larangan bunuh diri. Sejak tahun 1970, dibentuk tim yang terdiri dari polisi, relawan, dan jurnalis yang bertugas menyusur hutan mencari mayat-mayat. Namun, kerja tim tersebut kalah berat ketimbang pekerja hutan. Merekalah yang bertugas membawa mayat dari hutan ke pos penjagaan hutan. Tubuh mayat, yang kadang sudah membusuk, diletakkan di kamar khusus untuk para korban bunuh diri. Para pekerja itu lalu hom-pim-pah, siapa yang kalah akan diberi tugas khusus – tidur di ruangan bersama jenazah. Sebab, diyakini akan berakibat buruk jika jenazah ditinggalkan sendirian. Arwah penasaran jenazah itu, ‘yurei’ akan menjerit-jerit sepanjang malam. Tak hanya itu, jenazah itu konon akan berpindah dengan sendirinya.

Ayu: “apa jadi ini hutan setan lantas kenapa kalian membawa kami ke tempat ini”.
Rowi: “karena kita yakin kalian lah yang bisa menghilangkan hantu-hantu di hutan ini karena penduduk sudah resah akan jeritan setan dan hilangnya orang yang pergi kesini”.
Irma: “caranya?”.
Iim: “dengan mencari kristal merah dan menghancurkannya maka setan yang ada disini semuanya akan hilang”.
Yuda: “oh gitu, tapi dari tadi gue kayaknya nggak lihat aldo deh”.
Irma: “aldo udah meninggal”.
Rama: “apa, pasti loe bohong kan”.
Irma: “gue nggak bohong terus nisa juga kemana?”.
Ayu: “nisa juga udah meninggal”.
Irma: “apa” mulai menangis
Ayu: “nggak usah drama deh disini kita harus membasmi hantu”.

Tiba-tiba angin berhembus sangat kencang sampai mereka hampir terbawa oleh angin itu, iim dan rowi menghimbau untuk jangan sampai terbawa oleh angin itu, mereka pun bertahan dengan sekuat tenaga namun angin semakin bertambah kencang hingga akhirnya vina terbawa oleh angin itu, angin pun berhenti akan tetapi mereka kehilangan satu teman lagi, di sisi lain rowi yang terbawa oleh angin ia berada di goa yang sangat gelap dan tiba-tiba semua hantu yang bunuh diri di hutan tersebut mendekati rowi dan mencakar rowi sampai ia tewas.

Akhirnya pun mereka melanjutkan perjalanan mencari kristal merah yang konon berada di bawah pohon persik yang tak lain pohon itu hanya ada satu dari ribuan pohon di hutan aokigahara. Ketika mereka sedang berjalan di jalan yang diapit oleh dua jurang tiba-tiba iim terpereset dan masuk ke dalam jurang, telah hilang satu teman lagi kini tinggal mereka berempat mereka yang harus mencari pohon persik, ketika mereka sedang beristirahat untuk minum tiba-tiba ada sesosok kuntilanak yang mendekati mereka, mereka semua pun lari akan tetapi kaki yuda terjebak di akar pohon dan ia pun dicekik hingga tewas.

Tinggal 3 orang yang masih hidup, kini mereka lebih bersungguh-sungguh untuk mencari batu kristal tersebut, ketika mereka berjalan ternyata mereka kembali lagi ke perkampungan rumah gubug dan mereka melihat jasad teman-teman mereka digantung di atas pohon mereka pun menjadi histeris dan menangis.

Rama: “seharusnya gue nggak pernah ikut acara camping ini kalau ternyata gue harus berhadapan dengan hantu-hantu dan melihat sahabat gue mati secara tragis mending gue pulang aja sekarang”.
Ayu: “loe jangan pulang ka, kita harus mencari batu kristal itu bersama-sama”.
Raka: “kita nggak bakalan tau kapan kita mati mungkin kita juga akan mati di tempat ini”.
Ayu: “loe jangan gitu deh kita harus bisa melawan hantu-hantu itu optimis dong”.
Rama: “gak gue mau pulang”.
Ayu: “kalau loe mau pulang silahkan, loe bilang mungkin kita akan mati di tempat ini seenggaknya kalau kita mati disini kita udah barbuat kebaikan untuk orang banyak”.
Rama: “loe bener kemungkinan besar kita akan mati tapi kalau kita mati untuk kebaikan kita akan bisa mati dengan tenang”.
Ayu: “gitu dong”.
Irma: “kalian ngomongin apa sih?”.
Ayu: “ngomongin hantu”.
Irma: “owh”.

Mereka terus menelusuri hutan dan mencari batu kristal hingga akhirnya mereka menemukan pohon persik tepat di tepi sungai yang dalamnya hingga 500 meter dan ternyata batu itu berada di dalam sebuah peti irma mencoba mengambil peti itu namun sayang ia terpereset dan masuk ke sungai.
Ayu: “irma, bertahan ma gue pasti bakal nyelametin elo”.
Irma: “nggak usah mungkin takdir gue harus mati disini loe cepat ambil kristal itu dan cepat hancurkan dan setelah menghancurkanya loe cepat pergi dari sini karena tepat setelah loe menghancurkan kristal itu maka orang yang berada di tempat ini akan mati juga”.
Ayu: “loh loe kok tahu”.
Irma: “gue pernah baca tentang artikel hutan aokigahara sebelumnya gue anggap mitos ternyata itu nyata, gue udah nggak kuat selamat tinggal teman-teman”.
Ayu: “irmaaa”.
Irma pun masuk ke sungai ayu pun sangat sedih dan kecewa karena tak bisa menyelamatkan irma.

Ayu: “irma ram ia sudah nggak ada”.
Rama: “udah-udah loe yang tabah ya irma udah tenang di atas sana loe jangan nangis lagi dong semangat”.
Ayu: “iya gue semangat kok cepat ambil tuh peti”.
Rama: “iya-iya”.

Akhirnya mereka berhasil mendapatkan kotak peti itu dan benar batu kristal merah itu memang ada di dalam peti itu mereka pun membawa kristal itu menuju ke perbatasan hutan dan perkampungan penduduk (singkat cerita) mereka sudah hampir sampai ke perbatasan dengan mengendarai mobil akan tetapi hantu itu malah menabrakan mobil ayu dan rama di pohon mereka pun langsung keluar dari dalam mobil, dan lari dengan secepat mungkin akan tetapi rama mengecoh perhatian hantu-hantu itu.

Ayu: “rama loe mau ngapain”.
Rama: “gue mau mengecoh perhatian musuh loe lari aja lalu cepat hancurkan kristal itu”.
Ayu: “tapi ram, loe bagaimana?”.
Rama: “nggak usah peduliin gue loe cepat lari aja”.
Ayu: “baiklah”.

Sampai di perbatasan ayu menghancurkan batu kristal itu, setelah hancur hantu-hantu yang ada disitu menjerit-jerit sangat kencang hingga tidak terdengar suara lagi, ayu pun segera menghampiri rama dan untunglah rama tak tewas karena ia sudah keluar dari hutan aokigahara dan ia hanya terluka parah dan sekarang hutan itu sudah tidak angker lagi dan tidak akan ada orang-orang yang mendengar suara hantu di tempat itu.

Ayu dan rama telah mendapat penghargaan dari pemerintah jepang karena telah membasmi hantu-hantu di hutan aokigahara dan kembali mensejahterakan penduduk jepang akan tetapi tak hanya ayu dan rama ke-6 temanya juga mendapat penghargaan.

Polisi, relawan dan pekerja hutan mencari mayat-mayat di hutan aokigahara dan ayu beserta rama melihat jasad-jasad teman mereka yang dibawa oleh pekerja hutan (singkat cerita) jasad-jasad kelima temanya diterbangkan ke jakarta untuk dimakamkan tetapi jasad nisa tidak ditemukan karena disebabkan jasadnya tenggelam di dalam lumpur yang sangat dalam. Ayu dan rama pun juga menghadiri resepsi pemakaman teman-temannya.

Cerpen Karangan: Dian Ayu Widya Ningrum
Facebook: Princess Ghina Salsabila

Nama: Dian Ayu Widya Ningrum
TTL: Jember, 22 Mei 1999
Sekolah: Smp Negri 1 wuluhan

Cerpen Hutan Setan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Jam Pemutar Waktu

Oleh:
Halo, selamat pagi! Dhanis, Nisa dan Elya ada petualangan yang seru nih. Yuk ikutan ngerasain petualangan Dhanis, Nisa dan Elya ya! Gimana ya, petualangan yang membuat ketiga anak itu

Bayangan Di Balik Kegelapan

Oleh:
Malam itu terasa sangat sunyi ditambah cuaca begitu dingin sehingga terasa begitu mencekam. Kebetulan malam ini aku sendirian di rumah, karena Ayah sedang ada pekerjaan ke luar kota. “Kreeeetttt,”

Birthday Haunted

Oleh:
Tik tok tik tok, suara jam dinding silver menggema di seluruh ruang kamar membuat suasana semakin mencekam. Aku berusaha tetap terjaga meski angin malam membuat tubuhku menggigil. Kutarik selimut

Sore

Oleh:
Hari yang melelahkan. Seharian ini penuh dengan agenda kantor. Pagi tadi rapat dengan Bapak Kepala Institusi Statistik, siangnya melatih instruktur petugas pencacahan sensus penduduk yang tinggal beberapa bulan, sorenya

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

10 responses to “Hutan Setan”

  1. rian says:

    sebelumnya saya minta maaf kalau penempatan karacternya seperti ini ceritanya jadi berantakan berantakan

  2. Afriza Ramadhona Patience says:

    Bagus cerpennya… “I LIKE IT”

  3. anha says:

    cerpen ngaco.. 😀
    dari awal sampe akhir cerita, bikin ngakak mulu =D

  4. dita zhafira says:

    cerpennya baguss

  5. yuda says:

    ada sedikit kemiripan cerita dengan film kuntilanak 3

  6. Dian Ayu says:

    Makasih bUat mAsukanx ……:D

  7. Dina says:

    Ceritanya bagus bikin merinding kalo saya

  8. Elisabeth says:

    bagus bgt ceritanya bikin mau nangis

  9. Dian Ayu says:

    Thanks. Kenapa mau nangis ??

  10. Athiyyah Hasna Qothrunnada says:

    Ceritanya bagus walaupun agak ngaco, tapi saya suka sekali dengan cerita cerita horror

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *