Ibu!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 13 November 2021

Tok tok tok
“Hani? Apa kamu sudah tidur?”
Suara lembut Ibunya mengalihkan atensi Hani dari buku-buku di depannya. Ibu masuk ke dalam kamar Hani dan menghampirinya.

“Sayang, ini sudah malam, kenapa kamu masih belum tidur hm?” Tanya Ibu menggapai kedua bahu Hani lalu mengusap lembut.
“Tidak apa Bu, aku masih belajar,” jawab Hani yang dibalas gelengan dari Ibu.
“Jangan begitu, kalau kamu tidur larut malam, maka Ibu tidak akan mengampunimu kalau besok kamu terlambat berangkat sekolah,” sulut Ibunya lalu menuntun Anaknya berjalan sampai kasurnya.
Hani tersenyum lalu memeluk erat Sang Ibu. “Ibu adalah Ibu yang paling baik sedunia!” Serunya kemudian merasakan elusan lembut dari tangan Ibunya dikepala.
“Iya sayang, ya sudah sekarang tidur ya?”
Gadis itu mengangguk lalu merebahkan tubuhnya di kasur dan disusul selimut tebal yang dinaikkan Sang Ibu.

“Nina Bobo … Oh nina bobo…. Kalau tidak bobo digigit nyamuk…” Nyanyian lembut dan tepukan halus di puncak kepala dari tangan halus Ibunya, sukses membuatnya seketika masuk ke alam bawah sadarnya.

“Ibu … Ibu! Ibu!!” Teriak Hani tak ada henti-hentinya.
“Hani! Hani bangun! Hani!” Panggil Susi Kakaknya, sambil menepuk-nepuk pipi Hani. Sampai akhirnya Sang Adik pun terbangun dan langsung memeluk Susi erat.
“Hani… Kamu kenapa? Mimpi buruk?” Tanya sang kakak lalu mengusap lembut punggung Hani, berusaha menenangkan.

Hani menangis, ia melepas pelukannya. “Kak, panggil Ibu Kak, a-aku mimpi buruk tentang Ibu … cepat suruh Ibu kesini, aku takut akan terjadi sesuatu yang buruk tentang Ibu, kak…” lirihnya sesegukan.
“Hani, apa yang kamu bicarakan!”
“Kak cepat, atau kita ke kamar Ibu saja, menemaninya disana, Kak!” desak Hani mencengkram kuat lengan Susi.
“Hani!” Susi mengguncah tubuh Adiknya yang terus-menerus memanggil Ibunya. “Hani sadarlah! Ibu sudah meninggal!”
Teriakkan Kakaknya itu sukses membuat Hani terdiam dan membeku. Tatapannya kosong dan, bagaimana bisa Kakaknya berkata seperti itu sedangkan beberapa jam lalu, Ibunya sendiri yang mengantarkannya tidur!

“Kak, apa ini cuman mimpi? Atau..”
“Hani kamu yang mimpi! Ibu benar-benar sudah tidak ada dan kita hanya tinggal berdua!”

Krieet…
“Hani… Kenapa kamu belum tidur..”

Cerpen Karangan: Khoirul Latipah
Instagram : Khrl.ltph

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 13 November 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Ibu! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Akun Terlarang

Oleh:
Malam jum’at ini bagi gue seram tingkat langit ke tujuh. Mau tau apa yang horor? Mati lampu, Itu yang horor! Sial! Hanya kontrakan rumah gue yang mati lampu. Itu

Nyata di Hatiku

Oleh:
“Stella…” Suara itu membangunkanku dari mimpiku yang begitu indah. Aku meregangkan tubuhku sejenak dan kulihat orang yang sedang memanggilku. Astaga betapa kagetnya aku setelah melihat orang yang ada di

Misteri Dompet Merah

Oleh:
Dompet merah ini kutemukan di jalanan di depan kios sayurku. Aku memperhatikan dompet merah ini lekat-lekat. Dompet ini warnanya benar-benar merah seperti… Darah! Hii… aku bergidik. Apakah warna merah

Eksperimen

Oleh:
Namaku Diki dan rumahku terletak di pinggiran kota yang sangat jarang terliput oleh media. Aku baru berumur 20 tahun dan sudah menjadi dokter bedah di salah satu rumah sakit

Temanku Tak Terlihat

Oleh:
Ayu, Si Anak Lucu “Aduh, lucu banget anaknya”, “Sini yuk gendong Tante” Jika aku bisa berteriak tidak, tentu aku sudah melakukannya saat itu. Tetapi aku tidak sampai hati mengucapkannya.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *