Indigo

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 6 September 2021

Aku masih teringat kejadian semalam. Sangat jelas di depan mataku kulihat seorang perempuan dengan wajah sangat menyeramkan menembus tubuhku hingga aku jatuh pingsan.

Namaku adalah kenzio kalian panggil saja aku zio, aku tinggal di sebuah kota kecil nan kumuh di jerman, sekarang aku berusia 17 tahun. Aku memiliki kemampuan yang unik yang semua orang belum tentu memilikinya yaitu aku bisa melihat mereka yang kalian tidak bisa lihat atau kalian sering menyebutnya hantu. Aku tidak tahu pasti kapan aku memiliki kemampuan ini karena setelah aku berumur 16 tahun entah kenapa aku bisa melihat mereka dengan sendirinya.

Malam itu aku tengah berjalan melewati gang kecil menuju rumahku, aku dari awal sudah merasa ada yang aneh dengan diriku. Aku merasa ada yang mengikutiku dari tadi tapi anehnya aku tidak melihat siapapun selain bayanganku, kulihat arlojiku sudah menunjukan pukul 23:00, aku tidak biasanya pulang selarut ini, gara-gara tugas kelompok dari sekolah aku harus menempuh perjalanan yang cukup jauh yang pastinya cukup memakan waktu dan tenaga ditambah lagi aku harus mendorong sepeda motorku yang tiba-tiba mogok begitu saja.

Malam ini semakin larut, aku makin terbuai rasa lelah hingga aku jadi tidak terlalu mempedulikan rasa aneh yang dari tadi menyertai perjalanan pulangku ini.

Setelah beberapa saat aku menemukan sebuah pondokan kecil di pinggir taman yang luas, menurutku itu mungkin saja pos ronda di daerah sini.

Aku akhirnya melanjutkan perjalanan yang melelahkan ini. Setelah bersabar dan menempuh perjalanan yang sangat panjang akhirnya aku sampai di depan rumahku, langsung saja aku memasuki rumahku dan beristirahat sebentar guna menghilangkan rasa penatku setelah berjam-jam mendorong motorku.

Setelah aku merasa kembali segar bugar kulihat jam sudah menunjukan pukul 01:00. Karena merasa gerah aku memutuskan untuk mandi dan membersihkan diri, saat mandi entah kenapa air yang kuguyurkan ke tubuhku berbau amis dan sangat tidak mengenakan, karena penasaran lalu aku memeriksa bak penampungan airnya dan mendapati sebuah bongkahan, aku mengangkat bongkahan itu dan ternyata bongkahan itu adalah kepala seorang perempuan.

Kepala perempuan itu tersenyum kemudian tertawa terkekeh-kekeh hingga aku kaget dan ketakutan setengah mati, langsung saja aku lempar kepala di tanganku tadi ke sembarang arah. Aku langsung menyudahi mandiku dan berlari secepat mungkin meninggalkan kamar mandi itu.

Keesokan harinya aku mengecek kamar mandi dan memeriksa kembali secara menyeluruh tapi anehnya aku tidak menemukan sesuatu apapun. Aku keluar dari sana dengan kebingungan entah apa yang tadi malam aku dapati di sana.

Beberapa hari setelah kejadian itu aku merasa hidupku kembali normal tidak ada hantu atau apapun. Aku mulai melanjutkan lagi kegiatan sekolahku dengan nyaman. Aku termasuk anak yang penyendiri, tempat favoritku di sekolah ini adalah perpustakaan. Aku seringkali meghabiskan waktuku di perpustakaan, hingga suatu hari di ruang perpustakaan sekolah aku melihat seorang perempuan yang sedang murung, lalu aku bertanya kepadanya kenapa dia murung begitu tapi dia hanya diam membisu.

Setelah menanyainya beberapa kali aku terperanjat karena ditegur oleh petugas perpustakaan. Dia bertanya kenapa aku bicara sendiri, aku kaget bukan kepalang saat aku ingin memberitaku petugas kepala bahwa aku sedang berbicara dengan seorang siswi yang sedang melamun, tapi anehnya saat aku melihat ke arah tadi siswi itu menghilang tanpa jejak, hingga aku langsung pucat karena baru sadar kalau dia adalah seorang hantu. Aku langsung berlari ke kelasku meninggalkan petugas perpustakaan yang kebinggungan melihat tingkah laku anehku yang baru saja dilihatnya.

Setelah sampai di kelas aku melihat bahwa kelas sudah kosong karena aku sehrusnya sudah pulang dari tadi tapi karena aku ketua kelas aku terpaksa bertangung jawab atas kelas. Baru saja aku hendak meraih tasku tanganku tertahan oleh seseorang yang tak lain adalah siswi yang aku temui tadi, lebih tepatnya arwah seorang siswi yang gentayangan, aku berpura-pura tidak melihat saja tapi dia sudah mengetahui jika aku bisa melihatnya, akhirnya dia menangis memohon bantuan kepadaku. Aku tidak sampai hati dan bertanya kenapa dia bisa seperti ini dan seharusnya dia sudah tenang di alamnya sendiri.

Kemudian dia menceritakan kenapa dia bisa gentayangan, ternyata dia adalah korban bullying, ia sering sekali dibully oleh teman-temannya sampai gambar-gambar yang tidak senonoh tentang dirinya disebarkan di sekolahnya, hingga membuat dia sangat merasa malu dan tertekan, dia merasa telah kehilangan kehidupannya dan ia berfikir untuk mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri.

Saat berjalan pulang ke rumah ia tak sengaja tertabrak truk hingga tubuhnya hancur, ibunya pun merasa hancur melihat putri semata wayangnya jadi korban kecelakaan, hingga saat ini ibunya belum menyudahi kesedihannya atas menginggalnya putri kesayangannya itu.

Aku diminta untuk menyampaikan permintaan terahkirnya yang belum disampaikannya kepada ibunya itu, aku hanya menurutinya saja karena aku merasa sangat kasihan dengan dia dan ibunya.

Aku kemudian menemui ibunya yang sedang bersedih di taman rumahnya, lalu memanggilnya dan menceritakan apa yang telah terjadi, lalu ia menangis seketika saat aku menyebutkan nama putrinya. “kamu tahu dari mana nama itu?” ucapnya aku langsung memberitahu kepadanya bahwa putrinya ada di sampingnya dan sedang memeluk dirinya, lalu dia bertanya apa yang putrinya ingin sampaikan kepadanya, aku lalu berdiam diri dan meminta siswi malang itu memakai tubuhku untuk menyampaikan pesannya kepada sang ibu.

Lalu ia merasuki tubuhku, kemudian ia memangil ibunya dan menangis sambil memeluk ibunya, lalu meminta maaf kepada ibunya dan meminta ibunya untuk tidak lagi bersedih atas kepergiannya agar ia bisa tenang di alamnya.

Setelah beberapa saat aku merasa arwahnya keluar dari tubuhku dan menghilang tertiup angin dengan lembut sembari tersenyum kepada kami.

Tamat

heheheh.. sorry ya kalo gaje itu cerpen pertama aku kalo suka mohon dukungannya

Cerpen Karangan: Fajar Laudzza Malik Bahari
ttl: berlin 11 september 2002
instagram: fajar_laudza

Cerpen ini dimoderasi oleh Moderator N Cerpenmu pada 6 September 2021 dan dipublikasikan di situs Cerpenmu.com

Cerpen Indigo merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Tak Bisa Dibayangkan

Oleh:
Malam ini, aku baru saja pulang sekolah. Rutinitas di sekolahku yang sangat padat inilah yang membuatku harus pulang sekolah pada pukul hampir sebelas malam. Bayangkan saja, sesudah kegiatan mengajar

Never Accept Friend Request From Yourself

Oleh:
Namaku Danny, dengan akun Roblox Danny679RBLX. Ini adalah cerita seramku. Malam itu, Hujan petir melanda kotaku. Aku duduk di kursi, menatap Komputerku dan bermain Roblox. Aku berpikir permainan apa

Malam Jumat ke 13

Oleh:
“Aku gak butuh kamu, aku bisa mengurusnya sendiri” ucap lelaki paruh baya itu “ck, jangankan mengurusnya menyempatkan waktu untuk dia saja kau tak pernah” jawab seorang wanita dengan wajah

Pendakian dan Tamu Tak Diundang

Oleh:
Mendaki Gunung adalah sesuatu hal yang menakjubkan, karena dengan mendaki gunung kita bisa melihat pemandangan yang sangat indah dari puncak. Pendakian gunung merupakan olahraga dan hobi baru yang sangat

Terbunuh Sepi

Oleh:
Dikisahkan ada sekumpulan remaja tampan di salah satu sekolah bernama Galaxy School. Di sana ada cowok bernama Ricky yang pendiam. Ricky sedang mengeluarkan rokok membuang ke tempat sampah. Kemudian

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Indigo”

  1. Hanifah Nur Kamila says:

    Hai kak cerpen kakak bagus kok,kakak aku mau kenal dong sama kakak boleh kenalan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *