Jam Kutukan

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Misteri
Lolos moderasi pada: 20 February 2018

Ding… dong… ding ..
Jam terus berdentang, suaranya sedikit membuat bulukudukku merinding. Rasanya sih, ingin aku membuang jam itu. Tapi kata mama dan papa itu adalah jam yang bersejarah dan sudah diwariskan turun temurun. Itu mungkin. Tapi aku tak percaya. Menurutku itu jam yang biasa, mungkin lebih bisa disebut jam ‘ding-dong’ karena bunyinya yaa… ding… dong.. ding .. dong…

“Good Night Kelly, have a good dream…” kata mama sambil mengecup keningku. Lalu mama mematikan lampu kamarku dan menutup pintu.

“Kelly… Kelly.. ” sama-samar aku mendengar sebuah suara. Jantungku berdegup kencang, bulukudukku merinding, keringat bercucuran. Siapa tadi yang memanggilku?

“Kelly… go with me…”
“Kelly… Kelly…”
“Kelly Maddison…”

Aku mencoba mencari dari mana asal suara itu. Yap! Asal suara itu dari jam ding-dong milikku!! Dengan ketakutan aku mendekati jam besar itu. Lalu…
GRAAAAAKKK

Muncul sebuah kepala dari dalam jam itu, melihat dengan tersenyum kepadaku.
“KELLY… KELLY… COME ON GO WITH ME”

Lalu tangannya menarik tanganku, memaksaku untuk ikut dengannya. Entah ke mana. “Jangan!!! Aku masih ingin hiduppp!!!” Teriakku. Makhluk itu semakin ganas menarikku.
“HELP ME!!!”

Gubrak…
Ternyata itu hanya mimpi, syukurlah… kulirik jam weker di sampingku. Masih jam 11.50. Aku kembali tidur.

“Ma, aku berangkat!” Pamitku kepada mama yang sedang mencuci piring, sedangkan papaku sedang pergi ke Amsterdam, Belanda. Untuk beberapa minggu.

Di sekolah,
“Hai Kelly!” Sapa Arsy, sahabatku. “Hai too..” balasku. “Ke kelas yuk.” Ajaknya, “Ok”.

Di kelas, kepalaku masih terus memikirkan mimpiku semalam. Itu membuatku gelisah.
“Maddison!” Bisik Ferd, teman sebangkuku. Aku menoleh, “Concentration!” Bisiknya lagi. Aku mengangguk, tersenyum. Lalu segera memperhatikan ke depan.

Triiiiing…
Fyuh… akhirnya bel istirahat berbunyi. Sudah bosan setengah hidup aku mendengarkan guruku di depan menjelaskan dengan gayanya yang sangat membuatku bosan.
“Kelly come on! Ke kantin yuk!” Ajak Arsy dan Freda. “Maaf Arsy, Freda. Aku harus ke perpus dulu sebentar. Nanti aku akan menyusul kok!” Jawabku sambil berlari menuju perpustakaan.

Di perpustakaan, aku berjalan ke rak sejarah. Lalu aku menemukan sebuah buku.
‘MISTERI BENDA-BENDA BERSEJARAH’
Fuuuuh… kutiup debu-debu yang menutupi buku itu. Sepertinya buku ini sudah sangat tua. Ya… daripada berlama-lama di sini, akhirnya kuputuskan untuk meminjam buku itu. Lagipula aku sudah janji akan menyusul Arsy dan Freda di kantin.

“Mama, aku pulang.”
Aku membuka pintu rumahku. Tapi aku tidak mendengar suara mama. Aku pergi ke dapur karena aku haus, lalu aku menemukan secarik kertas. Ternyata itu pesan dari mama.

For Kelly,
Kelly mama sedang pergi ke rumah tante Merry. Tante Merry sedang sakit, jadinya mama harus merawatnya. Mama mungkin akan pulang besok.
From your mom

Ah… ternyata mama sedang pergi, berarti hari ini aku sendiri di rumah.

Siang pun akhirnya berganti malam.
Aku duduk di bangku meja belajarku. Membuka buku yang kupinjam dari perpustakaan sekolah. Kulihat daftar isinya.
“Hmmm… mana ya? Ah ini dia! Big Clock… eh? Big clock of maddison family???” Tanyaku bingung. Segera kubuka halamannya.

Bigy Clock of Maddison Familys.
Bigy Clock adalah jam besar milik Maddison dan Istrinya, Frewya. Jam itu diwariskan turun temurun untuk keluarga Maddison sebagai benda pusaka. Awalnya, jam itu memang terlihat biasa saja. Tapi ada satu kejadian yang membuat jam itu menjadi aneh. Saat itu. Federlina Maddison, keturunan ke tujuh dari keluarga Maddison melakukan penyiksaan terhadap seorang wanita yang diyakini bernama Alexa Fladerway. Alexa disiksa dengan kejam oleh Federlina, belum ada yang tau apa penyebab Federlina menyiksa Alexa.

Alexa disiksa terus menerus dari hari-kehari hingga puncaknya dia mengatakan pada Federlina. “Kalau aku mati, kuburkan aku di jam besar yang diwariskan nenek moyangmu untukmu, Federlina.” Kata Alexa dengan badan yang biru lebam dan berdarah darah.
“Kenapa aku harus menguburkanmu disitu?” Tanya Federlina sinis.
“Itu adalah permintaan terakhirku sebelum kau membunuhku.” Jawabnya lemah.
“Baiklah nona manis” kata Federlina sinis.

Akhirnya Alexa meninggal. Sebelum nafas terakhirnya dia bersumpah de…

Gubrak!!!

Aku terhenti membaca lantas menuju ke arah suara gubrak tadi. “Mengganggu orang aja sih. Orang lagi asyik baca.” Omelku dalam hati. Ternyata suara itu dari jam ding dong milikku. Dengan ketakutan akupun mendekat.

“Kelly… Kelly… Kelly… come on go with me…” terdengar sayup sayup sebuah suara.
Tiba tiba, ada sebuah tangan keluar dari jam itu dan menarikku untuk masuk ke dalamnya.

“HELP MEEE… SOMEBODY HELP ME!!!” Teriakku sekeras mungkin. Percuma tidak akan ada yang mendengar.
“HELLLPPP..”

Angin malam berhembus menerpa kamar Kelly. Lalu halaman buku itu terbuka.

SEBELUM NAFAS TERAKHIRNYA DIA BERSUMPAH DENGAN MENGATAKAN.
“AKU AKAN MEMBUNUH SEMUA ANAK PEREMPUAN KETURUNAN MADDISON DAN MENARIKNYA KE DALAM JAM INI. AKU AKAN TERUS MENGHANTUI KELUARGA MADDISON UNTUK SELAMANYA”

Sayangnya Kelly tidak membaca bagian itu. Dan Alexa akan terus menghantui keluarga Maddison.

“Apakah kamu keturunan keluarga maddison? Jika ya, tunggu aku di rumahmu. Dan aku akan mengajakmu pergi ke neraka bersama sama. Apa kau mau ikut?”

Cerpen Karangan: Salwa Salsabila

Cerpen Jam Kutukan merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Gadis None Belanda Berbaju Putih

Oleh:
Hari libur pun telah datang, aku dan kawan-kawanku akan pergi di puncak di villa milik keluargaku. Namaku adalah Vino, aku adalah siswa SMAN 37 jakarta utara. Kawan-kawanku adalah Ratna,

Siapa yang Melakukannya?

Oleh:
PLUK!! Sebuah amplop hitam terjatuh saat aku membuka loker. Aku memungut amplop itu, lalu mengambil buku Fisika. Aku melangkah di koridor yang masih sangat lengang. Aku masuk kedalam sebuah

Promissue (Misi Tersembunyi) (Part 1)

Oleh:
Sebuah rumah bercat putih berdiri di samping pohon beringin. Halamannya sangat luas, dipenuhi bunga-bunga, di samping rumah terdapat kebun yang tak terawat. Kebun itu telah berubah menjadi hutan, semak-semak

Gita

Oleh:
Di ujung Desa Kembang, terdapat rumah besar berpagar besi berwarna kuning pucat yang sering jadi buah bibir penduduk desa. Di depan rumah itu terdapat pohon mangga yang sangat rimbun,

Bunyi Detik Jam Dinding

Oleh:
Aku selalu mencari jawabannya! Membayangkan sesuatu terjadi ketika aku mulai memejamkan mata. Mengapa detik jam dinding terus berbunyi? Dikala hening, bunyi itu seakan mengancam jiwaku. Yang sewaktu-waktu berubah menjadi

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Jam Kutukan”

  1. Malika Sekar R. says:

    Ada lanjuttannya gak?
    Thanks, for the story nya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *