Jangan Intip Celah Itu!

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 9 April 2016

Hari ini di sekolah banyak sekali gosip-gosip yang bertebaran di sekolah tentang celah-celah. Di mana-mana orang membicarakan itu. Aku tidak tahu ada apa dengan celah itu, membingungkan sekali hampir semua orang bercerita itu. Beberapanya sambil bilang, “Jangan sampai kau mengintipnya! Jangan pernah.” Aku terus berbicara dalam hati, mendengus kesal. Pembicaraan mereka hanya itu. Aku pun berjalan cepat menuju kelasku yang berada di paling ujung. Sesampainya di kelas aku bergabung dengan teman-teman dekatku.

“Celah itu katanya bahaya,” kata teman perempuan yang bernama Nesa.
Celah, celah, celah. Aku yang mendengar itu langsung menaruh tas di bangku dengan keras. Hingga ketiga temanku menatapku horor.

“Kenapa Ra? Dateng-dateng begini,” kata Leo.
“Kenapa? Semua orang ngomongin celah!! Itu kenapa? Gak ada gosip lain apa? gak guna tahu celah-celah apa,” cetusku dengan kesal.
“Bener kata Rara, buat apa sih kita ngomongin celah. Kan gak berguna,” sambung Adit dengan mengangguk-ngangguk.
“Kalian kenapa? Ini demi keselamatan kita. Kita harus saling ngasih tahu mana yang harus dihindarin.” Nesa menjawab dengan mata yang merah.

Tidak seperti biasanya mereka seperti ini. Apakah celah itu sesuatu yang buruk?
“Celah itu ada di belakang sekolah kita. Teman sekolah kita udah banyak yang jadi korban gara-gara ngintip celah itu. Alasannya gak boleh ada yang tahu. Katanya, yang menyebarkan alasannya bakal bernasib sama. Aku gak ngerti sama sekali apa maksudnya. Yang jelas kita harus ngehindarin.” Lanjut Nesa panjang.
“Ta..” baru saja Adit ingin menjawab. Guru matematika sudah datang. Dan sekelas melanjutkan pelajaran dengan kurang tenang.

Sesampai di rumah, Rara masih berpikir tentang itu. Ia berencana membuktikan tentang celah itu. Rara pun mulai menghubungi Adit, sahabatnya yang sangat pemberani. Adit setuju dan Rara mulai pergi ke sekolah.

“Perasaan aku gak enak,” kata Rara bergemetar
“Kamu kan ngajak aku, gak boleh takut dong,” Adit menegaskan.

Rara hanya meneguk ludah. Dan berjalan ke belakang sekolah yang sangat sepi di sore ini. Rara dan Adit terus berjalan hingga menemui pintu dengan celah sebesar berdiameter kira-kira seperti kelingking. “Kamu aja yang ngintip Dit aku takut,” Rara mendorong dorong Adit.
“Gak bisa. Kamu yang ngajak aku harusnya kamu yang ngintip.” Adit menolak.
“Kamu kan cowok!!” Bentak Rara.

Krsk.. Krskk..

Terdengar bunyi gaduh di dalam ruangan itu. Keduanya bergemetar. Adit pun memberanikan diri mengintip ruangan itu. Perlahan matanya memfokuskan isinya ke dalam.
“Gak ada apa-apa cuma merah,” Adit langsung menengok ke arahku dengan muka merah padam.
“Lari Rara lari!!” teriak Adit. Belum sempat Adit berlari. Dia sudah diambil oleh seorang pria lalu menggorok lehernya di depan Rara sendiri. Pria itu menengok ke Rara. Dan berjalan menujunya. Mendekat. Terus mendekat.
“Jangan… menjauhlah!!” terak Rara.
“Bukankah sudah ada peringatan jangan intip celah itu?”

Rara sudah tak tahan. Matanya ketakutan, Rara ingin pingsan. Tapi sebelumnya ia menyadari. Pria itu adalah kepala sekolahnya sendiri. Rara pun pingsan. Beberapa hari kemudian keduanya ditemukan meninggal dunia di tempat dengan kondisi yang mengenaskan.

“Jangan intip celah itu!”

Cerpen Karangan: Diyana
Facebook: Belibers

Cerpen Jangan Intip Celah Itu! merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Lona Head

Oleh:
Liburan ini, aku dan teman-temanku akan menginap di Villa punya keluargaku. Namaku Delva. Setelah sampai, teman-temanku langsung mengambil baju mereka karena ingin mandi. Mereka ingin cepat mandi karena Villaku

Pertemuan Singkat

Oleh:
Kukuruyukkk Suara ayam membangunkan tidurku. Sebenarnya itu bukan suara ayam sungguhan, melainkan suara alarmku. Kubuka jendela, kutatap langit biru berselimutkan awan putih yang lembut, kuhirup dalam-dalam udara segar, pelan-pelan

Buku Berdarah

Oleh:
18 oktober 2007 Di ruang kelas pulang sekolah… Semua siswa-siswi sudah pulang, kecuali Dita dan Shilla. Sebelum pulang mereka diminta menempelkan hasil karya para siswa-siswi di mading. Kemudian turun

Mawar Berdarah

Oleh:
Jam sudah menujukkan waktu 07.00 tapi sandra belum bangun juga suara mama yang dari tadi membangunkannya pun sudah mulai geram. “San.. Sandra! Denger gak sih udah siang nih buruan

Blood Everywhere

Oleh:
Aku baru saja pindah rumah bersama ibu, ayah dan kakakku yang sangat menjengkelkan, kak Shifa. Kakakku itu sangat menjengkelkan! Selalu saja mengomentariku. Aku berharap bisa menjahilinya suatu saat nanti…

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Jangan Intip Celah Itu!”

  1. anjeli gebina says:

    Duh knp gk blh ngintip ada ap y? Shrusny dibuat alasanny terlebih dahulu….

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *