Jangan Takut

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 7 September 2019

Jam pelajaran sudah menunjukkan jam ke 6 hari itu cuacanya agak mendung dan kelihatannya sedikit lagi akan turun hujan. Aura dalam kelas terasa sejuk karena hembusan angin dari ventilasi ventilasi ruangan kelas. Tidak biasanya, hari itu seolah olah akan terjadi apa apa, dan fellingku sangat jelas akan hal itu.

Perkenalkan namaku Rizal aku duduk di bangku kelas X 3 SMAN XX Banjarmasin dan aku memiliki sedikit kelebihan dari siswa yang lain, kelebihan itu bisa disebut dengan indigo.
Yap.. aku mendapatkan kelebihan itu karena keturunan dari ibuku yang seorang indigo. Tetapi aku tidak sepenuhnya mengetahui tentang kelebihanku itu dan aku tidak begitu menghiraukannya.

Kembali ke pokok pembahasan awal. Siang itu terasa seperti sore bagiku, karena cuaca yang gelap pekat. Suasana riuh dalam kelas terus berlanjut seakan cuaca tidak menghalangi mereka dalam bercanda dan ngobrol satu sama lain. Kecuali satu teman perempuan bernama Uswatun yang ada di depanku dia tampak hening tak mengeluarkan satu kata pun dan aku cukup memperhatikannya karena aku melihat sesuatu yang janggal padanya. Aku melihat ada tangan yang mengelilingi lehernya dan aku mencoba untuk menyapanya

“Hoy!” aku mengejutkannya, menepuk pundaknya
“Ah..hh i.yaa?” Sahutnya sambil berpaling
Tiba tiba tangan yang melilit lehernya menghilang dan aku tersenyum padanya.

“Gapapa cuma negur kok”
“Ah hehe iya” balasnya

Guru tak kunjung datang mungkin sedang rapat atau ada keperluan lain, aku ke toilet untuk buang air karena cuaca yang dingin membuatku tidak kuat menahannya.

Di luar kelas hembusan angin sangat kencang sehingga rambutku seperti diacak acak, aku bergegas ke toilet. Kuperhatikan kiri kanan tampak sepi tak ada siswa siswi yang ada di luar kelas selain aku. Seakan cuma ada aku di sekolah itu. Setelah 5 menit aku selesai buang air dan bergegas kembali ke kelas. Tanpa sengaja aku melihat sosok hitam pekat masuk ke dalam kelasku. Aku menggosok mataku agar aku percaya bahwa aku telah melihatnya, kemudian sosok itu berpaling dan tersenyum padaku. Aku sontak kaget dan terpaku karena melihat wajahnya yang hancur bersimbah darah. Aku terduduk lesu di lantai selasar, tiba tiba terdengar suara teriakan di dalam kelasku, sontak aku menuju kelas. Setelah sampai alangkah terkejutnya aku melihat suasana di dalam kelas yang sangat berantakan, meja kursi dan kertas seperti dihambur hamburkan. Para murid berhamburan keluar dan tersisa aku bersama Uswatun. Aku melihat dia diselubungi aura hitam yang tadi aku lihat saat hendak kembali ke kelas.

“Apa yang kamu lakukan?” Tanyaku
“Yang aku lakukan? Aku sedang bersenang senang agar semua orang memperhatikanku” sahutnya kasar
“Sebaiknya kau keluar dari tubuh temanku! Sebelum aku panggil guru dan paranormal untuk mengusirmu secara paksa!!” Ancamku tegas
“Silahkan! Aku tidak takut.. panggil mereka ke sini sebelum temanmu ini mati!!” jawabnya
“Apa maksudmu?” Sambil mendekatinya
“Maksudku? Dengarkan baik baik”
Brakk!!! Aku terlempar ke dinding kelas
“Uhukk uhukk”
Karena kesakitan aku terbatuk batuk

“Aku hanya ingin ditemukan dan dimakamkan dengan layak. tapi pihak sekolah menutup mata dan menyembunyikan kematianku. Karena yang membunuhku Siska Anak kepala sekolah, yang tidak menyukaiku sejak dulu karena iri aku selalu disanjung guru dan banyak anak laki laki menyukaiku. aku dibully dan disiksa habis habisan tanpa ampun setiap hari, karena kelelahan dan rasa sakit aku tidak kuat lagi dan mereka menyekapku di belakang sekolah. Aku didiamkan selama 2 hari tak diberi makan dan minum. Setelah hari ketiga mereka datang, Siska dan ayahnya kepala sekolah membawa pemukul bisbol dan memukul wajahku, dan memguburku secara tidak layak.. karena takut terbongkar mereka menghilangkan jejakku dan menganggap aku hilang di perjalanan pulang sekolah, orangtuaku sangat khawatir padaku aku ingin bertemu dengannya tapi tidak bisa karena kami sudah berbeda alam. Tolong cari jasadku dan ceritakan semuanya”

Kemudian Uswatun terjatuh pingsan dan aura hitam seketika hilang. Aku melaporkan kejadian ini pada wali kelasku dan wali kelasku melaporkannya pada polisi. Setelah menuju TKP memang benar adanya jasad yang dikuburkan di belakang sekolah. Kemudian kepala sekolah dan putrinya dimintai keterangan oleh pihak yang berwajib.

Aku melihat ibu dari anak itu mengangis tersedu sedu melihat bahwa anaknya sudah tiada. Sulit bagi seorang ibu menerima bahwa anaknya sudah kembali kepada-NYA.

Tidak berselang lama turun cahaya berwarna putih menghampiri ibu dari anak itu dan mencium keningnya.
Ternyata itu adalah sosok anak yang aku tolong, dia tersenyum padaku dan terlihat di bibirnya “Terima Kasih”

Cerpen Karangan: Apika Jayatullah
Blog / Facebook: Zaya
Hay kembali lagi bersama saya Apika jayatullah .. sudah dua tahun berlalu sejak cerpen pertama diterbitkan hehe sekarang aku coba terbitkan cerpen lagi

Cerpen Jangan Takut merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Spooky Mountain

Oleh:
Tahun lalu aku bersama teman-temanku merencanakan untuk mendaki gunung untuk merayakan hari kelulusan kami. Kami menentukan mana gunung yang akan kami tuju dan siapa saja yang akan ikut. Baiklah,

Kisahku di Jembatan Gondolayu

Oleh:
Jembatan Gondolayu. Salah satu jembatan di kota Jogja yang membentang di atas kali code ini memiliki kisah tersendiri. Menurut cerita nenekku dulu berasal dari kata nggondhol ‘melarikan, membawa’ dan

Ternyata Bang Solikin!

Oleh:
Air yang ada di ember perlahan mulai berkurang. Alirannya yang semula memancar deras dari lubang samping bawah ember itupun sudah berangsur menghilang. Tepat sebelum air dalam ember itu berhenti

Anabel (Part 1)

Oleh:
Suara tangisan seorang wanita mengganggu indra pendengaranku dan sukses membangunkanku, merinding yah itulah yang kurasakan sekarang. Tengah malam jam 11:30 dan terdengar suara tangisan wanita bukannya ini familiar? seperti

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *