Jena

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 3 February 2016

Cewek cantik berkulit putih, berambut hitam, dan murah senyum itu bernama Jena. Walaupun murah senyum Jena sedikit misterius. Dia tidak pernah bercerita, tertawa berlebihan pun jarang. Dia hanya tersenyum jika bertemu seseorang. Suatu sore aku masih berada di dalam kelasku sendirian. Asyik dengan wifi dan laptop. Tiba-tiba suasana menjadi sangat dingin. Dari ekor mataku tampak sekelebat bayangan hitam. Tetapi aku tak menghiraukannya.

Bayangan hitam itu kembali tertangkap mataku. Aku terpenjat kaget. Sepasang mata merah tampak mengawasiku. “Ya Tuhan. Ada apa ini?” batinku. Tubuhku dingin bagai es. Aku takut. Takut dengan apa yang akan aku lihat. Ku buka mataku berharap ini hanya mimpi ternyata aku malah melihatnya. Aku melihat wanita dengan rambut acak-acakan, bermuka hancur, dengan darah yang mengucur deras.

Dia mendekat. Semakin mendekat. Sial, aku terkunci. Kakiku seperti di paku. Mulutku tidak bisa berkata-kata lagi. “Ya Allah. Kenapa ini?” Aku cuma terdiam. Wanita itu menyeringai. Memperlihatkan gigi taringnya dengan mulut yang robek sampai ke telinga. Darah masih mengucur deras dari tubuhnya yang sudah tidak utuh lagi. Amis. Dengan secepat kilat dia mendekat. Menggores tanganku dengan kukunya. Darahku mengucur deras. Aku takut sekali sekarang. Dia berkata dengan nada yang menyayat. “BUNUH.. Hihihi..”

“Inda kenapa kamu?” kata seseorang dari pintu kelas. Sesosok makhluk itu menghilang bersama dengan keringat dinginku yang masih mengucur deras. “kenapa kamu? Tampaknya kamu seperti ketakutan.”
“Je.. Jena. A.. Aku tidak apa-apa.” Kataku tergagap dan terduduk sendu masih ketakutan dengan apa yang terjadi.
“aku melihatnya Nda.” Katanya mendekatiku. “melihat? Maksudmu?”
“iya. Aku melihatnya seperti akan membunuhmu. Tapi tenanglah dia tidak akan melakukannya. Dia hanya iseng.”
“jadi, wanita itu tadi nyata?”
“iya.”
“kenapa kamu bisa tahu banyak?”
“pergilah ke rumahku besok. Akan ku jelaskan semuanya.”
“baik.” Jena berlalu pergi. Aneh. Apa yang Jena sembunyikan?

Siang ini, aku berada di kamar Jena. Warna putih, biru, dan hitam mendominasi setiap sudut ruangan. Kamar yang menurutku sangat nyaman. Dari jendela kamar kita dapat melihat pemandangan luar biasa nan megah di luar sana. Oh ya, masih ingat dengan tanganku yang digores kuku itu? Setelah wanita itu menghilang, luka itu juga menghilang tak berbekas.
“Inda? Ini diminum dulu.”
“haduh Jena.. Gak perlu repot-repot Jena.”
“udah ah. Santai aja.” Katanya sambil tersenyum manis.
“makasih Jen.”
“sama-sama. Oh ya, kamu mau tahu kenapa aku bisa kayak gitu kan?”
“iya jelas dong.”

“Aku itu indigo. Mama dan Papaku indigo. Karena itu aku dan Kakakku juga indigo. Aku melihat makhluk halus setiap hari Nda. Aku sudah terbiasa walaupun beberapa ada yang membuatku takut. Aku punya bakat yang enggak setiap indigo punya. Kebanyakan mereka hanya bisa melihat. Tetapi, aku bisa melihat masa lalu dari suatu barang dan Kakakku bisa mengetahui apa yang dilakukan seseorang tanpa datang ke rumahnya. Kalau membaca pikiran itu sudah biasa. Tapi, kami berdua itu spesial Nda.”
“Jena ternyata kamu…”
“iya. Aku gadis abnormal Nda.”

Aku langsung memeluk Jena. Meminta maaf tentang hal negatif yang ku pikirkan tentangnya. Berulang kali kata maaf ku ucapkan. Aku telah berburuk sangka kepadanya. Dia cuma membisikkan, “Inda kamu istimewa. Aku mau jaga kamu. Aku sayang kamu. Kamu sahabatku. Cewek pertama yang bener-bener pengertian sama aku. Yang bener-bener nganggep aku ada.” Di saat yang sama aku melihat siluet wanita itu tersenyum mengerikan.

Cerpen Karangan: Ajeng Aisyah Fitria
Facebook: Ajeng Aisyahh Fithriaa
Hai.. namaku Ajeng. Ikuti terus serial Jena yaa 🙂

Cerpen Jena merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

WhatsApp


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Misteri Kampung Horor

Oleh:
Malam itu Roni, Andy, Rahmat, dan Amat terpaksa harus pergi ke sebuah kampung, yang terletak di daerah perbukitan untuk mengambil sebuah handphone yang tertinggal. Kampung itu bernama kampung Apit,

Misteri Elang dan Panji Legiun

Oleh:
Hari ini adalah hari yang istimewa bagi John, sebab Ayahnya baru pulang dari Jerman dan membawa hadiah baginya. “Selamat datang Papa, bawa hadiah nggak?” ujar John. Ayahnya menjawab, “bawa

Earphone 00.00

Oleh:
“Fai!!” aku menengok ke arah suara. ‘Drap! Drap!’ “Ada apa nay!” tanyaku. “Nih, baca” nayla memberiku kertas berwarna biru gelap. “Apa ini? Kosong!” kataku. “Ish! Memanglah, kau harus baca

Buku Berdarah

Oleh:
18 oktober 2007 Di ruang kelas pulang sekolah… Semua siswa-siswi sudah pulang, kecuali Dita dan Shilla. Sebelum pulang mereka diminta menempelkan hasil karya para siswa-siswi di mading. Kemudian turun

Akun Terlarang

Oleh:
Malam jum’at ini bagi gue seram tingkat langit ke tujuh. Mau tau apa yang horor? Mati lampu, Itu yang horor! Sial! Hanya kontrakan rumah gue yang mati lampu. Itu

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Jena”

  1. Juan says:

    Cerpenmu bagus banget ka.. mana lanjutannya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *