Jeritan Tangis di Kamar Mandi Sekolah

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 3 March 2018

Waktu aku sekolah dasar dulu, aku mengikuti ekstrakurikuler pramuka bersama teman-temanku, kami mengikutinya selama 2 malam 3 hari. Di Sekolah kami itu, terdengar berita bahwa kamar mandinya itu sangat menakutkan apalagi kamar mandinya itu terletak di belakang pohon pisang. Tenda yang kami buat waktu pramuka berhadapan dengan kamar mandi itu, rasanya menakutkan sekali.

Hari pertama kegiatan kami berjalan dengan baik dan tidak terasa waktu menunjukkan pukul 23:30, kami semua terlihat kecapean hingga saatnya tidur malam, tetapi sebelum tidur malam aku biasanya harus ke kamar mandi untuk bersih-bersih badan, lalu aku mengajak temanku Ana untuk menemani aku ke kamar mandi, karena teman kami yang sudah tertidur pulas.

“Kamu belum tidur Ana?” kataku sambil melihat Ana.
“Aku belum ngantuk” katanya.
“kamu bisa nggak temani aku ke kamar mandi, soalnya aku mau bersih-bersih,” kataku
“iya bisa kok, tapi aku ambil senter dulu yaah”.

“kita ke kamar mandi itu aja, lagian aku malas harus ke kamar mandi atas dekat kamar mandi guru, yang ini kan lebih dekat” kataku sambil menahan pipis!
sebelum Ana menjawab Aku menarik tangannya karena tidak tahan kebelet pipis.
“aku tunggu kamu di luar ajah” katanya
“iya deeehh”.

Di kamar mandi itu terlihat bersih, airnya pun mengalir tiada hentinya, tapi waktu aku menginjakan kaki kiriku di depan pintu kamar mandi bulu kudukku terasa merinding dan hatiku berdebar-debar, seperti ada seseorang yang menjaga kamar mandi ini, hampir aku mau menutup pintunya, pembina pramuka mengagetkan aku dan Ana. “ngapain kalian di kamar mandi ini” tanya pembina.
“kami mau bersih-bersih pak, karena kamar mandi ini yang paling dekat, jadi kami masuk” jelasku.
“kalian tahu tidak, kamar mandi ini kalau sudah jam 00:00, biasanya ada jeritan tangis yang terdengar, karena dulu ada seorang anak pramuka perempuan yang dibunuh dan diletakkan begitu saja, sampai sekarang tidak ada yang tahu motif pembunuhannya.. jadi jangan pernah kalian injakkan kaki kalian di kamar mandi ini, bisa saja, kalian berdua
adalah korban selanjutnya”

Setelah penjelasan dari pembina kami, kami pun kembali ke tenda dan tidur, keesokkan harinya, kami mendengar berita bahwa, Pembina Kami telah meninggal dunia, di dalam Kamar Mandi yang angker itu.

Cerpen Karangan: Rivilen Mataen
Facebook: Vhilen Mataen
Ig: Vhilen Mataen
maaf kalau tidak Bagus, karena ini yang pertama.

Cerpen Jeritan Tangis di Kamar Mandi Sekolah merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Berawal Dari Piano

Oleh:
Aku gadis indigo. Aku bisa melihat mereka yang ada di sekitar kalian. “Kau melihat apa?” sekian banyak teman yang mempertanyaiku seperti itu. “Tak melihat apa apa” jawabku lalu pergi

Oh Tuhan Siapa Dia?

Oleh:
Pagi itu wajahku terasa panas seolah terbakar, memaksa kedua mataku terbuka. Tampak kilauan cahaya kemuning menerobos masuk dari sela-sela gorden kamar kosku, “Hmm aku bangun kesiangan lagi”, gumamku dalam

Malam Berdarah

Oleh:
“duh Bete malem minggu malah ngejaga rumah, Maen hp aja ah” kata aku dalam hati Dresss tiba-tiba hujan turun, ayahku sedang keluar kota sedangkan ibuku sedang ke rumah saudaraku.

Luku Berdarah

Oleh:
Awal mula terungkapnya cerita ini dari anak bernama Nila yang lagi liburan di desa tempat tinggal pamannya bersama kedua temannya yaitu Ani dan Niya. Keduanya mempunyai kelebihan melihat makhluk

Jin Penghuni Sendang

Oleh:
Sinar rembulan yang anggun nan redup menghiasi langit Bantul yang pekat. Hanya suara hewan malam yang masih terdengar sumbang. Kesunyian sudah biasa dirasakan, tak ada seorang pun yang berani

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *