Jomblonya Mbak Kunti

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Lucu (Humor)
Lolos moderasi pada: 7 November 2016

Hati siapa yang enggak sedih kalau hidupnya kesepian tak ada yang mengisi hatinya dengan keindahan yang membawa kesenyuman dalam hari-hari yang dijalani, begitu pun dengan gue, dengan hati gue yang masih kosong tak ada isinya.

“woi mbak kunti, ngelamun aja entar kesambet lo” sapa uyul yang lewat.
“ya ela yul, elo ngeganggu gue aja, lagian pun mana ada yang mau nyambet gue, secara kan kita udah jadi hantu yul”.
“oo iya ya mbak kun, uyul lupa” sambil garuk-garuk kepalanya yang gundul sambir cengir-cengir.
“tapi yul ada satu yul yang bisa nyambet kita”
“masa iya kita bisa kesambet mbak kun, emang kesambet apaan mbak kun?” tanya uyul yang penasaran.
“kesambet cinta yul, hihihi” ungkap mbak kunti beserta dengan tawanya yang khas mbak kunti.
“ya ela si mbak kun ini, pasti nih faktor kelamaan jomblo jadinya gini, buruan deh mbak cari pacar biar gak stress, gak bengong manjang kerjaannya”.
“maunya gue sih gitu yul tapi gak ada yang mau ma gue, gimana nih?”
“gini deh mbak kun, entar malam kan malam minggu tuh, mending ikut gue ma yang lainnya buat gangguin anak-anak di taman yang lagi pacaran, pasti seru deh, sapa tau ada yang kecantol sama elo mbak, gimana?”
“hmmm…. ok deh, entar malam ya, gue tunggu disini ya yul”
“sip deh mbak kun, kalau gitu gue pergi dulu ya, ada urusan penting nih, urusan masalah harta yang kian berlimpah”.
“gaya lo yul-yul”.
“hahhaha”.
Si uyul pun langsung pergi meninggalkan mbak kunti, dan mbak kunti pun mulai bersiap-siap untuk nanti malam.

Malam yang ditunggu kunti pun akhirnya tiba. Dah gak sambar nih gue, gue harap hati gue lekas ada penghuninya, masalahnya nih hati udah lama banget kosongnya dari zaman gue manusia sampe sekarang gue dah di dunia gaib masih aja kosong, kalau dilihat udah banyak sawangnya nih lantar gak ada yang ngurusi.

“mbak kun, ayo kita pergi, sekalian kita cari penghuni buat hati elo mbak”.
“perhatian bener elo ma gue yul, jadi terharu gue”.
“biasa aja la mbak gak usah lebay gitu”.
“hihihi”.

Tanpa berlama-lama mereka pun langsung berangkat bersama-sama dan saling mengobrol di sepanjang perjalanan mereka, ada uyul, ada mbak kun, ada ocong, ada wewe dan yang lainnya, kecuali mbak suster ngesot masalahnya dia malam mingguannya di rumah sakit, lagian pun kalau ada dia pasti bakal lama tu perjalanannya, bakal makan waktu, si ocong aja sampe digendong sama om gon, masalanya entar sampe sana yang ada dianya malah duduk aja karena kecapean karena terlalu banyak loncat. Dan akhirnya mereka sampai dan mulai berpisah.

Jadi baper gue ngelihat manusia pada pacaran, gue kapan.
“sayang, kamu cantik banget” ungkap cowok ke ceweknya.
“makasih sayang” jawab cewek sambil tersenyum malu-malu.
“bohong tu, cantikkan juga gue” ungkap mbak kunti yang tiba-tiba menongolkan kepalanya di bangku belakang pasangan tersebut, sontak seketika membuat pasangn itu pun langsung kaget dan belari ketika tau ada mbak kunti di belakangnya.
Sialan, kok gue ditinggalin bukannya bilang makasi sama gue lantaran gue udah ngomong jujur kalau dia itu emang gak cantik, tu cowok ma bohong, pasti tu cowok punya banyak selingkuhan.

Hmmm, gue kemana lagi nih, eee ada cowok tu lagi sendiran gue temeni ah, siapa tau jodoh, hihihi. Mbak kunti pun langsung menyamperi cowok yang lagi duduk sendirian, dan berniat untuk menggodanya.
“sendirian aja bang?” sapa mbak kunti
“iya”.
“eneng temeni ya boleh bang?”
“boleh”.
“abang kenapa sendirian aja, pacarnya kemana bang?”
“abang gak punya pacar neng”.
“sama dong sama eneng kalau gitu, jangan-jangan kita jodoh bang” ungkap mbak kunti, sambil ketawa.
“serius neng?” tanya si abang dan dijawab dengan anggukan kepala oleh mbak kunti.
“setelah sekian lama abang ngejomblo akhirnya ketemu juga dengan jodoh abang, nama kamu siapa neng?”
“kunti bang”.
“kalau begitu ayo ikut abang ke rumah, abang mau kenali kamu ama keluarga abang” ajak abang ke kunti.

Akhirnya jomblo gue bakal segera berakhir, gak sia-sia gue ikut uyul ke sini. Akhirnya mbak kunti ikut si abang, tapi belum berjalan jauh, sudah ada yang yang nyamperi.
“maaf mbak, orang ini adalah pasien di rumah sakit jiwa kami, dia sudah kabur dari tadi pagi, dan kami akan segera membawanya pulang ke rumah sakit” ungkap seorang perawat pria sambil membawa si abang pergi.
“kunti ikut lah dengan abang, ayo, kita kan pasangan yang telah dipertemukan, ayo kunti” teriak si abang kepada kunti, untuk ikut bersamanya.

Yaaa, ternyata orang gila pantasan dia gak takut sama gue ternyata ada kelainan, salah target gue, mending gue kabur jauh-jauh dah, dan mbak kunti pun langsung pergi dengan cepat, dan tidak meladengkan teriakan si abang kepadanya. Hingga akhirnya dia bertemu dengan cowok lain yang juga lagi sendirian, dan lagi asyik dengan hp serta minuman yang ada di tangannya. sepertinya nih cowok normal deh gak kayak yang tadi, gue harap emang iya, samperi ah. Dan kunti pun langsung duduk di samping tu cowok yang lagi asyik dengan kegiatannya, melihat ada yang duduk di sampingnya si cowok pun langsung menghentikan kegiatanya.

“siapa kamu, dan mau ngapain kesini?”
“kunti bang, mau nemani abang”.
“oooo”.
“abang gak takut sama kunti”.
“enggak”.
“bagus deh kalau gitu, abang kok sendirian aja”.
“gue gak sendirian kok, kan ada elo disini”.
“o iya ya” mbak kunti pun jadi salah tingkah dengan jawaban si abang.
“abang lagi nyari pokemonn ya?”
“iya”.
“dari pada nyari pokemon mending cari jodoh aja bang, dan abang gak perlu jauh-jauh, ada kunti di sini, kunti mah siap jadi jodoh abang”.
“hmmm…”
“Cuma gitu aja jawabnya bang?”
“kamu kan hantu tu, sebangsa dengan sundel bolong tapi kenapa kamu kok gak bolong?”
“bolong kok bang, nih hati kunti yang bolong” sambil menunjuk ke hatinya.
“hadehhh”.
“bang, semalam kunti mimpi kalau kita itu nikah lho”.
“mimpi?”
“iya bang mimpi”
“untung cuma mimpi”.
“yaahhh, abang mah kok gitu banget, bukannya di doain jadi kenyataan”.
“ya gue doain moga aja itu tak pernah terjadi, wiiihh ada pikchu tu” langsung beranjak pergi mengejar tanpa mempedulikan kunti.
“yah bang main pergi aja, bang, banggg” teriak kunti, tapi tak dipedulikan oleh si abang, dia tetap asyik dengan pokemonnya.
Kenapa jadi gini ceritanya, kok semuannya pada kabur.
“kunti, kuntiii”.
Si abang akhirnya kembali lagi, akhirnya dia lebih milih jodoh ketimbang pokemonnya, dan si kunti pun langsung menoleh, dan ternyata yang memanggilnya bukan orang yang diharapkannya, melaikan abang yang sakit jiwa, dan dia belari ke arah kunti dan meneriakkan namanya, serta di belakangnya para perawat mengejarnya, kunti yang melihat pun langsung belari. Gue gak mau berurusan sama tu manusia stress. Maka terjadilah kejar-kejaran antara perawat, si abang dan kunti.

Gini banget sih cerita gue, bukannya dapat jodoh yang ada malah dapat masalah, dan gelar jomblo gue masih tetap tak ada perubahan, hiks, hiks, hiks, hiks…

Cerpen Karangan: Gusti

Cerpen Jomblonya Mbak Kunti merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Marry Marie (Part 1)

Oleh:
“3..2..1!!” teriak Deffy girang setelah hitungan mundurnya berhasil. “Apa yang kamu lakukan, Deffyra?” tanya Miss Chrysella heran. Deffy lupa bahwa Ms. Chrysella belum keluar kelas. “Nggak, miss, cuma ngitung

Glasses of Earth Death

Oleh:
Rumah di depan sekolah itu selalu tampak gelap meskipun di siang hari. Dua pohon di depan rumah itu mengahalangi masuknya sinar matahari. Pemandangan yang menyeramkan, sebuah rumah kosong yang

Seorang Wanita dan Gelang

Oleh:
Hari ini aku mau pindah ke rumah baru, ke rumah dinas Ayahku. Pertama masuk rumah suasananya bagus boleh juga, Sama persis rumahku yang dulu. Rumahnya cukup luas, dengan 5

Diary Bernoda Merah

Oleh:
Ini sudah kesekian kalinya aku mengubrak-abrik meja belajar dan lemariku. Namun, tetap saja benda berbentuk segi-empat itu tidak kutemukan. Aku coba mengingat-ingat di mana terakhir kali aku meletakkan buku

Khayalan Tingkat Tinggi

Oleh:
Waktu itu, aku dan teman-temanku pergi ke suatu tempat yang sangat indah, tempat yang jarang orang mengetahuinya. Tempat yang masih asri, pinggir-pinggir jalannya dipenuhi oleh pepohonan yang besar. Sehingga

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

One response to “Jomblonya Mbak Kunti”

  1. Malika Sekar R. says:

    Ahahaha

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *