Jumat Kliwon

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu), Cerpen Lucu (Humor), Cerpen Remaja
Lolos moderasi pada: 14 November 2019

Rembulan malam bersinar remang “An katam gak lo?” Tanya Deni memecahkan keheningan malam “katam donk Andi gitu!” jawab Andi dengan begitu sombong.

Saat Andi dan Deni asik berbicara tiba-tiba mereka tersentak diam saat mendengar lolongan anjing yang begitu panjang. Gubrakkkk suara kaki mereka berusaha mengiringi langkah kakiku. “Rum kenapa sih lo diem aja dari tadi?” tanya Deni padaku. “gak papa kak” jawabku. “gak mungkin gak ada masalah tapi lo diem aja” cerocos Andi sewot. “kalian gak takut apa?” tanyaku. “huh! Takut siapa emang yang berani melawan Andi si preman kampung” ucap Andi sambil menunjukan kepalan. “kalian tuh sadar gak sih ini malam apa?” tanyaku. “ya sadarlah ini malam jumat kan!” jawab mereka serempak. “malam jumat benar sekali jumat kliwon!” tegasku berusaha mengulangi kalimat mereka. “hahhhhh APA jumat kliwon?” ucap Andi amat terkejut saat menyadari bahwa ini adalah malam jumat kliwon. Malam yang terkenal angker para syetan dan hantu berkeliaran.

Seketika itu nyali mereka menciut, Andi dan Deni terus mengiringi langkah kakiku. Gemetar di tangan mereka semakin menggambarkan rasa takut yang teramat. Tiba-tiba angin datang dengan begitu deras, lolongan anjing semakin jelas terdengar di telinga “itu artinya ada hannnn”
“hantuuuu!!!” teriak Andi dan Deni sambil lari tunggang langgang meninggalkan aku sendirian di tengah kegelapan malam. Tanpa menghiraukan tas dan sandal mereka yang porak poranda mereka ngicir lari tak tentu arah.

“seperti apa hantu itu?” batinku bertanya-tanya. Rasa penasaran mengalahkan segala ketakutanku. Dengan keyakinan yang kuat bahwa manusia lebih sempurna kuhadapkan wajahku ke arah pembibitan yang terkenal angker itu. Dan iya ternyata betul disana terlihat sosok putih yang melambai-lambai mengikuti arah angin. “hanya seperti itukah sosok hantu yang membuat Andi dan Deni ngacir ketakutan?”

Kembali kuamati sudut komplek gelap itu datanglah sosok hitam mendekatiku. Semakin dekat jatungku seolah berhenti berdegup, kaki ini seakan tak mampu menompang tubuh nyalikupun mulai menciut. “ha…ha…hann” ucapku ketakutan
“huaaaaa” ucap makhluk itu. Seketika itu aku terduduk.
“rum pingsan ya?” tanya makhluk hitam itu? “heee jangan pingsan ini pak kus bukan hantu!” saat mendengar penjelasan darinya aku langsung berdiri. Kuamati ternyata benar itu pak kus yang sedang keliling mengecek perkebunan.

Dan kesokan hari karena masih merasa penasaran aku kembali ke kompek itu berniat melihat sosok putih yang semalam melambai-lambai ternyata oh, tenyata itu adalah sebuah karung pupuk yang sengaja diletakan di atas tumbuhan. Itu artinya tidak ada hantu di dunia ini yang ada hanya halusinasi yang membuat rasa takut yang berlebihan.

Cerpen Karangan: Kusuma Ningrum
Blog / Facebook: Suma Muanish

Cerpen Jumat Kliwon merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Adikku Lily

Oleh:
Hari itu adalah hari Minggu. Cuaca hari itu cukup mendung. Matahari yang senantiasa bersinar kini ditutupi oleh awan-awan hitam yang memenuhi langit pagi. Namaku adalah Lisa. Umurku 14 tahun.

Precious Chocholate

Oleh:
Langit mulai berwarna, Matahari sudah mulai tersenyum, aku bergegas dan bersiap untuk segera pergi ke tempat kerjaku, aku bekerja disebuah toko cokelat bernama “Precious Chocholate”, disana aku menjadi pelayan

Senyuman Yang Menyakitkan

Oleh:
“Lihat! Mereka bertiga!” Tunjukku yang sedang berada di lantai dua sekolahku. “Kalo sudah lihat terus ngapain?” Jawab polos temanku dengan Eyww ingus cap one nya tepat berada di terowongan

Para Pencari Wi-fi

Oleh:
Jumat. Hari kejayaan bagi penghuni kelas XI IPA 5. Sering sekali mereka rasakan kejayaan di hari itu. Hampir lima jam pelajaran penuh mereka merasakan kekosongan jam. Rentetan wajah-wajah bahagia

Hidup Yang Kedua

Oleh:
Sudah lebih dari dua tahun aku merasakan kepedihan hidup ini. Disaat yang sama, di tempat yang sama, bahkan dengan orang yang sama. Sungguh, aku tak habis pikir, aku bingung

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *