Kematian Chily

Cerpen Karangan:
Kategori: Cerpen Horor (Hantu)
Lolos moderasi pada: 13 October 2017

Di luar rumah terdengar suara seorang wanita sedang menangis. Setelah ditengok ternyata tidak ada siapa-siapa. Angin malam berhembus semilir. Membuat bulu kuduk menjadi merinding. Kembali terdengar seorang wanita menangis. Suaranya terdengar sayup-sayup. Bersamaan dengan itu, terdengarlah lolongan anjing yang panjang, sangat kontras dengan suara burung hantu.

Krakk, tiba-tiba pintu kamarku terbuka. Aku terkesiap karena kupikir itu adalah kuntilanak.
“Melinda, kau belum tidur?” tanya tante Mira, tanteku. “Belum tan.” kataku.
“Di luar udara sangat dingin, segeralah tidur dan rapatkanlah selimutmu.” tante menyuruhku untuk segera tidur.

“Tan,” panggilku.
“Ehmm,”
“Tante dengar gak seperti suara ‘mbak kunti’ nangis”
“Iya, tante juga dengar.”

“Tante, aku mau tidur dengan kelambu yah.” pintaku.
“Kenapa?”
“Aku takut, nanti ‘mbak kunti’ itu datang ke sini” Dia kan takut sama yang namanya ‘KELAMBU’ ”
“Gak usah, kamu tidur bareng tante aja!!”
“Okey!!”

Kami beranjak menuju kamar tante. Aku merebahkan diri di kasur. Di sisiku ada jendela yang tirainya agak terbang karena hembusan angin. Di balik jendela itu aku melihat sosok kuntilanak merah sedang bersama seekor musang. Konon katanya kalau kuntilanak itu ‘Menyisiti’ musang, maka hewan itu akan berubah jadi hantu. Ihh, ngeri.

Aku memalingkan wajahku supaya tidak terlihat oleh sosok hantu itu. Sosok itu mengeluarkan bunyi tawa yang nyaring. Aku bergidik ketakutan, kupanggil tanteku yang sudah terlelap. Tapi sayangnya, tante aku sudah tidur dengan nyeyaknya.

“Tan!! Bangun tan!! ‘Mbak Kunti Merah ada di samping rumah dekat pohon pisang.” aku membangunkan dan mengguncang-guncangkan tubuhnya. Tapi tetap saja tanteku masih terlelap.

Aku membungkus seluruh badanku dengan selimut tebalku. Beberapa menit aku menutup tubuh dengan selimut. Hingga badanku keringatan. Setelah puas mandi keringat, aku menyingkap selimutku.
“Wah, telah pukul 03.16 WIB, itu artinya aku tidak tidur selama lima jam enambelas menit. Untung tangisan menyeramkan itu telah berhenti.” sungutku sambil melirik ke arah tante yang tidur dengan pulasnya. Tak lama, aku pun terlelap.

Keesokan paginya.
“Tan, kenapa sih arwah si Chily selalu meneror kita, aku sudah tidak tahan. Memangnya apa salah kita? Bukan kita kan yang membunuh dia?”
“Tante juga tidak mengerti. Mungkin dia mau balas dendam. Karena kita adalah keturunan Kek Ali.”
“Memangnya apa urusannya antara Kek Ali dengan kita??”
“Melinda, Chily adalah korban amukan kek Ali. Dia sengaja ditembak di kepala.” jelas Tante Mira.
“Terus, kenapa arwah Chily selalu berwujud merah?”.
“Namanya juga kuntilanak merah. Waktu tertembak dia pake baju merah kali.”
“Ohh.” aku akhirnya paham.

Kasian Chily. Karena kek Ali dia dijadikan korban. Padahal Chily masih ingin hidup.

Cerpen Karangan: Shita Aulia Fatasya
Hay para pencinta cerpenmu. Aku baru gabung di sini. Jadi gak tau apa – apa.

Cerpen Kematian Chily merupakan cerita pendek karangan , kamu dapat mengunjungi halaman khusus penulisnya untuk membaca cerpen cerpen terbaru buatannya.

"Kamu suka cerpen ini?, Share donk ke temanmu!"

Google+


" Baca Juga Cerpen Lainnya! "


Mystery Deja Vu

Oleh:
Pagi yang cerah. Angin dingin bekas hujan semalam serasa menusuk kulitku yang mengendarai motor Mio-ku tanpa jaket, menuju sekolahku. Aku tak menghiraukannya. Aku terus melajukan motorku menuju SMA Angkasa

Dendam Siluman Tikus (Part 1)

Oleh:
Ketika aku sedang asyik menyantap sepotong roti keju buatan ibu sambil membaca buku favoritku, kisah seorang detektif yang berusaha memecahkan kasus pembunuhan ruang tertutup, seekor tikus kecil menjijikkan tidak

Bunga Itu Mawar

Oleh:
Sebulir peluh menetes melewati rahangku. Jantungku berpacu cepat, berlomba-lomba dengan adrenalin yang mengalir deras melalui pembuluh darahku. Tak sedetik pun aku memelankan langkah, berzig-zag di antara pepohonan, melompati akar-akar

Lari Dari Vila

Oleh:
Liburan tengah semester telah dimulai. Sma Esok cerah mengadakan rekreasi bersama menginap di sebuah villa di luar kota. Namun dari siswa yang ada hanya 50 orang yang mendaftarkan diri.

“Hai!, Apa Kamu Suka Bikin Cerpen Juga?”
"Kalau iya... jangan lupa buat mengirim cerpen cerpen hasil karyamu ke kita ya!, melalui halaman yang sudah kita sediakan di sini. Puluhan ribu penulis cerpen dari seluruh Indonesia sudah ikut meramaikan cerpenmu.com loh, bagaimana dengan kamu?"

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *